.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Sunday, February 15, 2015

Pendampingan buku bacaan anak pun, penting !

Akhir-akhir ini di Era digital, kita sebagai orangtua harus lebih sigap dalam pengawasan anak di internetan, bukan berarti mengawasi sampai anak terasa terawasi yang akhirnya si anak tertekan, tapi orangtua harus lebih cerdas dalam pendampingan internet ini, tapi selain pendampingan internet sebagai orang tua cerdas tidak cukup dengan pendampingan internet aja, tapi ada kalanya orangtua cerdas mengawasi bacaan buku anak.

Tidak semua buku bacaan anak yang mempunyai nilai “gizi” tinggi, terutama buku-buku novel atau komik buat anak, kadang ada juga komik yang gambar-gambarnya mengandung SARA atau adegan-adegan dewasa, tidak cukup orangtua merasa senang hati si anak suka buku, tapi harus tetep dampingi buku apa juga isinya yang dibaca anak-anak kita, bagusnya kita udah tau duluan sebelum anak baca, tapi tidak segampang itu apalagi kalo anak udah menginjak remaja dan udah bisa beli sendiri, tentunya komunikasi yang perlu di jaga antara anak dan orangtua.

Dari pendampingan buku bacaan anak tersebut aku sempet ngerasa gerah dengan bacaan Kaka Azka yang udah nginjak kelas 1 SMP, tentunya aku nggak kaget lagi kalo dia beli buku, karena memang dari awal kandungan aku udah (komitmen) menerapkan ke anak-anak bahwa Buku adalah mainan utama buat anak-anak.

Dan toko buku adalah wisata anak yang paling berharga, dan bisa berjam-jam berada di toko buku, apalgi kalo udah ada pameran buku sebagai bonus wisata anak tahunan, dan pastinya aku udah siapin budget kalo udah ada pameran buku.


Nah, berjalan dengan waktu si Kaka sekarang udah bisa beli buku sendiri tanpa bisa kita awasi buku bacaan apa yang dia beli, dengan bacaan yang dia suka saat ini.
Ketika ada acara ke Pameran Buku dari Pesantrennya, otomatis si kaka beli dengan teman-temannya se Asrama, dan apa yang dibeli dari uang sakunya dia, ternyata setelah pulang dari pameran kaka nelpon “mi aku beli buku 4, yang diskon2 smeua, luamya bagus2 bukunya, tapi uang saku bulanan dari umi tinggal dikit lagi, gpp yaa buat buku ko”.


Ya aku gak kaget lagi karena emang menjadi suatu kebiasaan kaka beli buku, hanya kali ini dia beli tanpa minta uang buat beli dan tanpa minta ganti dari hasil beli buku tersebut.



Buku-buku diatas adalah buku yang dibeli Kaka Azka di Pameran Buku kemarin Landmark Bandung
Ternyata setelah saya lihat  3 bukunya semuanya saya pikir masih wajar dan aman, tapi ada 1 buku yang membuat saya agak kurang berkenan, yaitu buku Tip & trick menjadi Hacker, saat itu aku hanya bisa Astaghfirulloh, dan mindsetku langsung negatif sejauh itukah bacaaan Kaka baru usia SMP kelas 1, dengan rasa penasaran aku baca juga.


Aku tanya di salah satu grup organisasi besar, ternyata itu bacaan kece, tetapi kita orangtua harus bisa mengarahkan bahwa hacker itu tidak semuanya negatif, semua perusahaan-perusahaan besar aja untuk mengamankan sistemnya mereka menggunakan jasa hacker dan gajinya wowww, dan kata salah satu temen juga bahwa hacker minimal bisa mengamankan sistem sendiri aja deh, itu udah keren, selebihnya aku blom paham secara jauh tentang hacker, dan tetep dengan memberikan pengertian dan komunikasi secara intens tentang buku itu, walaupun menurut aku pribadi itu buku blom pas usia Kaka, tapi anak sekarang kita tidak bisa menjamin sesuai dan nggaknya, tapi kita tidak bisa melarang c kaka baca buku ginian, tetep pengawasan dan pendampingan bacaan anak kita selain pendampingan internet jangan kewalahan, yuk jaga anak-anak kita dari segala ancaman-ancaman luar.


Post a Comment