.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Thursday, November 13, 2014

Knapa kalau Telpon Nggak Nanyain Ayah ?

Sering kali kita sebagai anak lupa bertanya tentang Ayah kita tercinta, padahal kedua-duanya sangatlah berperan penting bagi kehidupan kita, seperti biasa rutin dua hari sekali nelpon ke HPnya Mama, malah paling sering Mama yang nelpon :D . "Maafkan Ma".

Sering pula kalo tidak terangkat oleh HPnya Mama aku Nelpon ke HPnya Babah "Panggilan Ayahku" dua minggu yang lalu saya telpon ke Mama nggak diangkat akhirnya nelpon ke Babah, dan setelah diangkat telponnya, aku tanya " Assalamualaikum bah, Mama kemana knapa telpon Mama gak diangkat "

Babah langusng jawab dan sambil bercanda " Waalaikumsalam, iih yang ditanya teh Mama terus, babah mah tara di taros (ditanyain) " .

Sekilas dengan percakapan awal itu membuat renungan panjang dan mikir keras, tanpa disadari, dan sejak itu aku akui, iyaa aku salah, walaupun jawabannya bercanda, tapi bagiku itu serius, karena emang dari sejak kecil kita anak-anaknya kalau baru pulang sekolah atau kegiatan diluar sebelum semuanya menikah, Siapa yang dicari dirumah ? siapa yang pertama ditanyakan ? jawabannya : MAMA.

Begitupula ketika anak-anaknya udah menikah udah bejauhan, ketika Menelpon  dan berkunjungpun, pasti yang pertama dicari dan ditanya adalah MAMA.

Tanpa kami sadari oleh anak-anaknya memang seperti itu adanya, Mama adalah sangat berarti bagi kami dan kami anak-anaknya lebih dekat dan lebih nyaman dengan Mama.

Kami anak-anaknya bukan tidak sayang dengan Babah, bagi kami Babah dan Mama kami sayangi, tapi permasalahannya dari kecil kami memang deket dengan Mama, karena kami dirawat dan dididik Mama sebagai Ibu Rumah Tangga.

Babah yang sebelum Pensiun  8 tahun yang lalu sibuk dengan Ngajar dan Bisnisnya yang banyak menyita waktu buat anak-anaknya, sering pula pulang malan karena harus mengerjakan bisnisnya.


Tapi dengan Banting tulang Babah tetep adalah Lelaki terhebatku sedunia, Kami tetep menyayangimu Bah, Kau lelaki yang tangguh, kami tetep menghormati Babah, dan kalaupun Babah punya waktu buat anak-anaknya kami masih bisa diskusi, masih bisa curhat, walapun kualitas waktunya yang sedikit.

Dan untuk Babahku tercinta maafkan atas sikap kami bah, sungguh bukan maksud kami tidka peduli, kami berjanji untuk lebih memperhatkan Babah, bagi kami Babah dan Mama adalah segalanya, kami harap di hari tuanya Babah dan Mama dapat berbahagia menyaksikan anak-anaknya berhasil dalam karier dan rumahtangganya




Post a Comment