.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Tuesday, September 02, 2014

"Sex Abuse" ada disekitar kita juga loh !

Belakang ini sering kita denger, nonton, baca berita di beberapa media entah di televisi, radio ataupun berita2 di social media, miris memang, dan tampak jelas depan mata belakang ini hari demi hari minggu demi minggu berita-berita Sex Abuse semakin merajalela, ntah knapa ko semakin booming setelah beredar kasus sekolah JIS, bahkan melebar banyak diberitakan pula bukan hanya di JIS aja.
Siapa yang disalahkan tentang berita ini, ataupun buat si korban pun apakah nggak ada dampaknya, mungkin masih banyak lagi kasus Sex Abuse yang tidak ditampakkan ke permukaaan.
Terus yang menjadi pelaku Sex abuse tesebut udahkah ditindak dengan yang setimpal, bagaimana dengan si korban juga yang menjadi bulan-bulanan depresi, siapa yang dirugikan ??

Dampak Sex Abuse.
Uneq-uneqku yang semakin menggerang, semakin kuat ingin menuliskan sebuah curhatan seorang Ayah yang menjadi korban Sex Abuse putrinya sebut saja Bunga (14 tahun) saat kejadian Sex Abuse.
Seorang Ayah yang begitu kuat memberikan motivasi untuk membangkitkan tingkat kepercayaan dirinya, setahun putrinya Depresi dari korban sex Abuse, setahun pula itu putrinya tidak sekolah selepas SMP,selain depresi bunga mengandung janin dari hasil sex abuse, karena pada saat kejadian kelas 3 SMP, bunga disekap 2 malam tiga hari oleh pelaku.
Orang tua mana yang tidak khawatir dengan putrinya hilang begitu saja setelah selesei UN, orangtua mana yang tidak gerang dan panik mencari cari putrinya entah dimana, tanya ke temen-temen tidak ada yang tahu, pikiran-pikiran negatif dibenak orangtuanya tentu pasti, ternyata iyaa Bunga keluar dari sekapannya setelah 3 hari karena pelaku tahu bahwa semua dikomplek tersebut udah mencarinya.



Siapa pelakunya ?
Ternyata dia adalah pegawai warung yang berada di sekitar tempat tinggal bunga, bahkan bisa dikatakan satu RT, kemungkinan terjadi hamil ntah bisa, mungkin dalam keadaan subur, bunga keluar dalam keadaaan lemes dan tak berdaya tiba-tiba datang depan pintu rumahnya.
Saat itu bunga bungkem tidak mengakui siapa pelakunya ke Orangtuanya, karena takur dengan ancaman sipelaku.
Orang tua mana yang tidak emosi melihat putri sulungnya datang tak berdaya, baju seragam yang udah rapuh dengan sobekan-sobekan kecil mungkin karena dengan paksaan.

Hamil dan Depresi 
Kehormatan perempuan setelah dirusak juga mungkin dengan kesuburannya si korban, bunga hamil dalam keadaaan depresi mengurung di kamar, dari sepulang disekap tidak pernah keluar rumah lagi, sampai Bunga harus melahirkan, orangtua dengan penuh duka, keadaan putrinya tanpa yang bertanggung jawab, karena sipelaku udah kabur, ntah dimana sekarang.
setahun depresi, bunga merasa dipermalukan oleh sedunia, orangtuanya tetep tabah dan sabar sambil mencari sipelaku tsb, bunga dibawa ke dokter kandungn juga psikiater sampai ke Komnas perlindungan Anak *katanya sampai ke situ*.

Dan umur yang masih belia, Bunga harus melahirkan tapi psikiater dan komnas perlindungan Anak tidak memungkinkan Bunga untuk melahirkan normal dalam keadaan depresi berat, akhirnya Bunga melahirkan dengan cara operasi caesar, dan semua ditanggung komnas PA. sedih, sakit ati, mungkin perjalanan hidup bunga menjadikan dai harus seperti itu.

Tapi untungnya Bunga punya orangtua yang begitu bijak, apa dikata kondisi udah terjadi seperti ini, siapa yang mau ??. dan tersadar pula bagaimana perasaan orangtuanya dengan kondisi anaknya seperti itu, mungkin bisa dibalik, andai anak kita menjadi korban seperti itu atau kita sendiri sebagai perempuaan, mungkin sama depresinya...Naudzubillahimindzlik.. semoga tidak terjadi dianak-anak kita.



Bunga Move On
Setahun bunga terdiam dirumah dan lengkap ada warga baru di rumahnya, anak kecil yang tidak berdosa menglilingi bunga dalam kesehariannya, bahkan darisitulah juga dorongan orangtuanya, bunga baru sadar dan berbisik pada ayahnya " yah..bunga pengen sekolah, bunga kangeen ama sekolah, boleh nggak ? ".
bisikan bunga terhadap ayahnya membuat leleh airmata ayah dan ibunya sambil sujud syukur, bunga kembali, bunga masih ada semangat,dipeluklah bunga oleh orangtuanya,  sang ayah gak ragu mencari sekolah yang diinginkan bunga, yaitu tepat bunga masuk SMK walaupun udah terlambat 2 bulan.

Motivasi dan pendekatan Persuasif.
Apa sekolah harus melarang  yang sekolah karena korban Sex Abuse ? tentu tidak, perlahan demi perlahan, bunga tampak bingung kembali berada dilingkuangan temen2 yang banyak, tampak murung masih ada, tampak bingung iya, tidak percaya diri juga masih aja, apa kita biarkan ?..TIDAAAK, yuk kita rangkul, kita raih, bangkitkan semangatnya, bangkitkan lagi cita-citanya, bunga punya hak ko sekolah, bunga punya hak untuk belajar, belajar demi cita-citanya, tugas kita....guru, orangtua, sahabatnya terus meraiihh...moga bunga bisa terus berkarya, bisa terus semangat.

sumber poto : google
Post a Comment