.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Friday, September 26, 2014

Ledakan dari Cerita yang Terpendam

Sudah mau 2 bulan Kaka Azka di Boarding School, nggak berasa dari perjalanan panjang mencari2 Boarding School yang cocok sama kaka, tentunya masuk Boarding School adalah suatu pilihannya Azka sendiri, bagaimana mungkin memilih sekolah dengan paksaan hanya dengan keinginan Orangtuanya, bagaimanapun memilih  Boarding School adalah pilihan yang terbaik buat Kaka Azka, amiiin.

Pilhan Boarding School tentunya mambuat Dilema Emaknya, mana ada emaknya yang mau berpisah ama anaknya, tapi setelah disadari dan mencari temen2 sharing, membuat aku memberikan motivasi full buat Kaka Azka, dan aku sendiri harus Tega, demi kebaikannya karna keinginan sendiri dari kelas 5 SD tentunya Kaka ingin meneruskan ke SMP.

Setelah masuk Boarding School SMPIT Baitul Anshor di hari pertama masuk, tampak Kaka Azka pun mulai hampa, "Ummi nengoknya jangan lama-lama ya, seminggu 2 kali,  boleh ?" , perasaanku saat itu ngerasa antar tega dan nggak tega tapi harus Tega, dan aku tampak harus terlihat Tegar depan Kaka Azka untuk memberikan semangatnya, karena  kegiatan Matrikulasi (MOS) hari pertama harus dilasanakan pihak pesantren memberikan waktu sebentar dan diperkenankan pamitan untuk anak-anaknya. sedih ?? pasti.


Masuk kembali setelah Liburan Lebaran
Setelah liburan jelang Lebaran dan pasca Lebaran, kaka Azka tampak lebih semangat lagi untuk memasuki babak baru di SMP, seminggu pertama, aku nengok seminggu 2x, kebetulan emang jarak nggak keluar kota, tepatnya daerah Cimahi, dan kebetulan di Boarding School Kaka Azka ada jadwal pemulangan sebulan sekali.

Minggu pertama nengok seminggu 2 kali, dan Kaka Azka masih masa adaptasi dan sosialisasi ama temen2 barunya, Minggu kedua, minggu ketigapun sama ampe tepat minggu ke empat jelang perpulangan gak ditengok karna mau dijemput dengan jadwal pemulangan.

Cerita yang meledak
Bagaikan Bom yang meledak, selama sebulan kaka ngerasa banyak cerita-cerita lucu selama di Asrama, Kaka Azka tipe anak pencerita, apapun kejadiannya selalu, ketika masih SD pun, ketika dijmeput pulang, perjalanan dari sekolah nyampe rumah, nggak ada habis-habisnya cerita kejadian lucu disekolahnya dari pagi ampe sore diceritain,


Apalagi sekarang dalam sebulan nggak bisa menceritakan kesiapapun hanya ketika aku nengok pun tidak selepas diperjalanan kerumah ceritanya, juga tiba dirumah selama libur 3 hari ledakan cerita2 kaka sungguh bikin takjub, kedewasaan walau baru sebulan penuh rasanya membuat terheran juga, cerita dari mulai temen-temennya yang gokil ampe temen yang nyebelin, cerita para ustadnya ampe cerita pelajaran.

 Ada beberapa hal ketika kaka pulang liburan kemaren :
  1. Kemandiriin terutama dalam Hal Sholat, dari bangun subuh, Tahsin, Tahfiz dan al Ma'surat tidak ketingggalan, gak usah umi bawelin lagi ya ka :D
  2. Perhatian ke adiknya dalam hal ibadah, belajarnya, apalagi biasanya ribut dan berantem mulu sekarang tampak adem, rasa kangen diatara mereka berdua saling merasakan, saling perhatian ketika kumpul.
  3. Pastinya ke Umminya Kaka jadi banyak membantu umi di rumah, tempat tidur gak disuruh, pas diliat udah kembali beres, tidak minta dibikinin ini itulah, liburan kemaren kaka tampak lebih bisa melakukan sendiri "hmmm kaget juga ka, makasih ya sayaang. *terharu*

Banyak memberikan saran dan kesan buat di rumah, tentang kehidupan, cerita-cerita itu terus digali dan keluar semua, bahkan tidak menutup kemungkinan cerita-cerita kaka adayang bikin nangis banyak pula yang bikin ketawa. ditunggu cerita-ceritanya lagi ya ka, di penjemputan kedua, pasti lebih seru lagi.






,









Tuesday, September 02, 2014

"Sex Abuse" ada disekitar kita juga loh !

Belakang ini sering kita denger, nonton, baca berita di beberapa media entah di televisi, radio ataupun berita2 di social media, miris memang, dan tampak jelas depan mata belakang ini hari demi hari minggu demi minggu berita-berita Sex Abuse semakin merajalela, ntah knapa ko semakin booming setelah beredar kasus sekolah JIS, bahkan melebar banyak diberitakan pula bukan hanya di JIS aja.
Siapa yang disalahkan tentang berita ini, ataupun buat si korban pun apakah nggak ada dampaknya, mungkin masih banyak lagi kasus Sex Abuse yang tidak ditampakkan ke permukaaan.
Terus yang menjadi pelaku Sex abuse tesebut udahkah ditindak dengan yang setimpal, bagaimana dengan si korban juga yang menjadi bulan-bulanan depresi, siapa yang dirugikan ??

Dampak Sex Abuse.
Uneq-uneqku yang semakin menggerang, semakin kuat ingin menuliskan sebuah curhatan seorang Ayah yang menjadi korban Sex Abuse putrinya sebut saja Bunga (14 tahun) saat kejadian Sex Abuse.
Seorang Ayah yang begitu kuat memberikan motivasi untuk membangkitkan tingkat kepercayaan dirinya, setahun putrinya Depresi dari korban sex Abuse, setahun pula itu putrinya tidak sekolah selepas SMP,selain depresi bunga mengandung janin dari hasil sex abuse, karena pada saat kejadian kelas 3 SMP, bunga disekap 2 malam tiga hari oleh pelaku.
Orang tua mana yang tidak khawatir dengan putrinya hilang begitu saja setelah selesei UN, orangtua mana yang tidak gerang dan panik mencari cari putrinya entah dimana, tanya ke temen-temen tidak ada yang tahu, pikiran-pikiran negatif dibenak orangtuanya tentu pasti, ternyata iyaa Bunga keluar dari sekapannya setelah 3 hari karena pelaku tahu bahwa semua dikomplek tersebut udah mencarinya.



Siapa pelakunya ?
Ternyata dia adalah pegawai warung yang berada di sekitar tempat tinggal bunga, bahkan bisa dikatakan satu RT, kemungkinan terjadi hamil ntah bisa, mungkin dalam keadaan subur, bunga keluar dalam keadaaan lemes dan tak berdaya tiba-tiba datang depan pintu rumahnya.
Saat itu bunga bungkem tidak mengakui siapa pelakunya ke Orangtuanya, karena takur dengan ancaman sipelaku.
Orang tua mana yang tidak emosi melihat putri sulungnya datang tak berdaya, baju seragam yang udah rapuh dengan sobekan-sobekan kecil mungkin karena dengan paksaan.

Hamil dan Depresi 
Kehormatan perempuan setelah dirusak juga mungkin dengan kesuburannya si korban, bunga hamil dalam keadaaan depresi mengurung di kamar, dari sepulang disekap tidak pernah keluar rumah lagi, sampai Bunga harus melahirkan, orangtua dengan penuh duka, keadaan putrinya tanpa yang bertanggung jawab, karena sipelaku udah kabur, ntah dimana sekarang.
setahun depresi, bunga merasa dipermalukan oleh sedunia, orangtuanya tetep tabah dan sabar sambil mencari sipelaku tsb, bunga dibawa ke dokter kandungn juga psikiater sampai ke Komnas perlindungan Anak *katanya sampai ke situ*.

Dan umur yang masih belia, Bunga harus melahirkan tapi psikiater dan komnas perlindungan Anak tidak memungkinkan Bunga untuk melahirkan normal dalam keadaan depresi berat, akhirnya Bunga melahirkan dengan cara operasi caesar, dan semua ditanggung komnas PA. sedih, sakit ati, mungkin perjalanan hidup bunga menjadikan dai harus seperti itu.

Tapi untungnya Bunga punya orangtua yang begitu bijak, apa dikata kondisi udah terjadi seperti ini, siapa yang mau ??. dan tersadar pula bagaimana perasaan orangtuanya dengan kondisi anaknya seperti itu, mungkin bisa dibalik, andai anak kita menjadi korban seperti itu atau kita sendiri sebagai perempuaan, mungkin sama depresinya...Naudzubillahimindzlik.. semoga tidak terjadi dianak-anak kita.



Bunga Move On
Setahun bunga terdiam dirumah dan lengkap ada warga baru di rumahnya, anak kecil yang tidak berdosa menglilingi bunga dalam kesehariannya, bahkan darisitulah juga dorongan orangtuanya, bunga baru sadar dan berbisik pada ayahnya " yah..bunga pengen sekolah, bunga kangeen ama sekolah, boleh nggak ? ".
bisikan bunga terhadap ayahnya membuat leleh airmata ayah dan ibunya sambil sujud syukur, bunga kembali, bunga masih ada semangat,dipeluklah bunga oleh orangtuanya,  sang ayah gak ragu mencari sekolah yang diinginkan bunga, yaitu tepat bunga masuk SMK walaupun udah terlambat 2 bulan.

Motivasi dan pendekatan Persuasif.
Apa sekolah harus melarang  yang sekolah karena korban Sex Abuse ? tentu tidak, perlahan demi perlahan, bunga tampak bingung kembali berada dilingkuangan temen2 yang banyak, tampak murung masih ada, tampak bingung iya, tidak percaya diri juga masih aja, apa kita biarkan ?..TIDAAAK, yuk kita rangkul, kita raih, bangkitkan semangatnya, bangkitkan lagi cita-citanya, bunga punya hak ko sekolah, bunga punya hak untuk belajar, belajar demi cita-citanya, tugas kita....guru, orangtua, sahabatnya terus meraiihh...moga bunga bisa terus berkarya, bisa terus semangat.

sumber poto : google