.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Thursday, November 13, 2014

Knapa kalau Telpon Nggak Nanyain Ayah ?

Sering kali kita sebagai anak lupa bertanya tentang Ayah kita tercinta, padahal kedua-duanya sangatlah berperan penting bagi kehidupan kita, seperti biasa rutin dua hari sekali nelpon ke HPnya Mama, malah paling sering Mama yang nelpon :D . "Maafkan Ma".

Sering pula kalo tidak terangkat oleh HPnya Mama aku Nelpon ke HPnya Babah "Panggilan Ayahku" dua minggu yang lalu saya telpon ke Mama nggak diangkat akhirnya nelpon ke Babah, dan setelah diangkat telponnya, aku tanya " Assalamualaikum bah, Mama kemana knapa telpon Mama gak diangkat "

Babah langusng jawab dan sambil bercanda " Waalaikumsalam, iih yang ditanya teh Mama terus, babah mah tara di taros (ditanyain) " .

Sekilas dengan percakapan awal itu membuat renungan panjang dan mikir keras, tanpa disadari, dan sejak itu aku akui, iyaa aku salah, walaupun jawabannya bercanda, tapi bagiku itu serius, karena emang dari sejak kecil kita anak-anaknya kalau baru pulang sekolah atau kegiatan diluar sebelum semuanya menikah, Siapa yang dicari dirumah ? siapa yang pertama ditanyakan ? jawabannya : MAMA.

Begitupula ketika anak-anaknya udah menikah udah bejauhan, ketika Menelpon  dan berkunjungpun, pasti yang pertama dicari dan ditanya adalah MAMA.

Tanpa kami sadari oleh anak-anaknya memang seperti itu adanya, Mama adalah sangat berarti bagi kami dan kami anak-anaknya lebih dekat dan lebih nyaman dengan Mama.

Kami anak-anaknya bukan tidak sayang dengan Babah, bagi kami Babah dan Mama kami sayangi, tapi permasalahannya dari kecil kami memang deket dengan Mama, karena kami dirawat dan dididik Mama sebagai Ibu Rumah Tangga.

Babah yang sebelum Pensiun  8 tahun yang lalu sibuk dengan Ngajar dan Bisnisnya yang banyak menyita waktu buat anak-anaknya, sering pula pulang malan karena harus mengerjakan bisnisnya.


Tapi dengan Banting tulang Babah tetep adalah Lelaki terhebatku sedunia, Kami tetep menyayangimu Bah, Kau lelaki yang tangguh, kami tetep menghormati Babah, dan kalaupun Babah punya waktu buat anak-anaknya kami masih bisa diskusi, masih bisa curhat, walapun kualitas waktunya yang sedikit.

Dan untuk Babahku tercinta maafkan atas sikap kami bah, sungguh bukan maksud kami tidka peduli, kami berjanji untuk lebih memperhatkan Babah, bagi kami Babah dan Mama adalah segalanya, kami harap di hari tuanya Babah dan Mama dapat berbahagia menyaksikan anak-anaknya berhasil dalam karier dan rumahtangganya




Saturday, November 01, 2014

Lentera : Memaksimalkan Internet untuk Siswa

Seiring dengan perkembangan internet dan menjamurnya smartphone di kalangan anak, muncul sebuah dilema tersendiri mengenai pemanfaatan internet bagi generasi muda. Internet untuk anak, seperti pedang bermata dua mengingat banyaknya pemberitaan negatif mengenai kekerasan terhadap anak di internet. Padahal, jika digunakan dengan bertanggung jawab, internet adalah sarana penting yang efektif dan produktif untuk pendidikan anak.
Apa sih itu LENTERA ?
Google Indonesia menyelenggarakan LENTERA, seminar mengenai pemanfaatan internet aman dan menyenangkan untuk pendidikan anak. LENTERA membahas strategi bagi orangtua, guru, dan anak untuk belajar memaksimalkan potensi internet dengan sehat dan aman, untuk pendidikan anak yang lebih baik. LENTERA bertujuan memberikan edukasi kepada pelajar SMA/SMK, guru, dan orangtua siswa mengenai pemanfaatan internet sehat dan aman. Sehingga, kedepannya, kaderisasi berkesinambungan antar seluruh elemen sistem pendidikan akan berhasil menumbuhkan kultur belajar yang lebih positif dengan pemanfaatan internet yang sehat dan aman untuk anak.

Sebelumnya, LENTERA sudah menjaring antusiasme besar di Ambon, Maluku, pada 11 September 2014 lalu. Dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri atas guru, pelajar, dan orangtua murid, LENTERA menuai reaksi positif dan dibanjiri respon yang mendorong agar LENTERA digelar lagi secara reguler dengan jangkauan yang lebih luas, dan menjangkau lebih banyak wilayah. Hal ini menunjukkan tingginya animo masyarakat dalam mempelajari bagaimana internet dapat dimanfaatkan secara aman dan positif untuk mendukung Pendidikan,  menurut pihak Google begitu :D .

Di Bandung kemarin sendiri yang hadir hampir 200 peserta yang terdiri dari Guru, orang tua dan Siswa, tentunya ini merupakan kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung juga, disuguhi materi-materi dari Kemeninfo oleh pak Heru tentang perkembangan penggunaaan Internet di masyarakat, begitu pemateri dari Pustekom (Kemendikbud) oleh pak Ari, bawaan yang kece dan ke pak Ari pulalah banyak "serangan-serangan"  pertanyaan-pertanyaan tentang mata pelajaran TIK yang ingin dihidupkan lagi, dan Pak Ari bilang, apakah semua mata pelajaran sekarang di kurikulum 2013 wajib TIK ?, bukan satu mata pelajaran aja, bahkan sekarang-sekarang ini semua mata pelajaran harus berbasis TIK, Internet disetiap sekolah bahkan setiap kelas harus udah memakai jaringan Wifi, hmmmm..tapi *belum semua sekolah yang udah ada jaringan internet*.

Setelah serunya dari Kemendikbud, lanjut pemateri Mas Agung dari Google, biar lebih fresh lagi mas agung memberikan suatu video dan kuis yang berhadiah kaos Google, kereeeen, mas agung berbicara penggunaaan secara rinci tentang Google itu sendiri, jaddi pengen ke kantor Google lagi yaa :P
Setelah itu giliran aku bahas tentang program tentang Relawan TIK ampe program-program kerjanya, dan membahas tentang pendampingan Orangtua dan Guru terhadap anak dan siswa di era digital, jiper juga sih toh depan mata para Narsum yang luar biasa bangeet.
Setelah itu terakhir yang paling heboh adalah pemateri dari Nawala, banyak orang bilaang berfikiran nawala itu yang suka meprotect situs pornografi ya, eeeh ternyata iya para Siswa banyak pertanyan juga ke Nawala, dan ada juga guru-guru yang bertanya bagaimana cara memprotect situs porno di sekolah bahkan ampe dirumah.
Seru, banyak ilmu juga, dan sangat bermanfaat di acara Lentera kemarin, usai Makan Siang, peserta di bagi dua dengan session kelas, ada sesion kelas Siswa dan Kelas guru, sesion kelas lebih kena lagi terhadap siswa apalagi tentang penggunaan dan pemanfaatan Social media bagi siswa, Penting ! sementara untuk guru lebih ke arah pemanfaatan dan pendampingannya, terutama pemanfaatan dalam pembelajaran dikelas :D
Semoga dapat diambil Hikmah dan  Manfaatnya

Friday, October 03, 2014

Mengatasi Emosi OrangTua pada Anak

Penting rasanya untuk di share di blog, suatu pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenak para orangtua dan bahkan orangtua sulit untuk mencari solusinya, 
salahsatunya adalah obrolan interaktif disalah satu grup BBM yang seru tentang Parenting "yuk jadi Orangtua Shalih"

Apa sih yang membuat orangtua jadi sering emosian pada anak?

Yang membuat kita sering emosi pada anak ada dua sebab: pertama ada masalah dengan kejiwaan kita dan kedua masalah kompetensi orangtua yang minim tentang anak. Jika karena masalah kejiwaan yang biasanya muncul akibat trauma masa lalu saat orangtua ini jadi anak-anak, cara mengatasinya adalah dengan terapi jiwa.
Ternyata hasil pengamatan saya, kebanyakan orangtua emosian pada anak bukanlah karena sebab pertama: karena ada masalah dengan emosi atau jiwa orangtua itu, tapi lebih karena sebab yang kedua: kurangnya kompetensi orangtua menghadapi perilaku anak.

Kurangnya kompetensi orangtua menghadapi perilaku anak terbagi lagi menjadi dua bagian: pertama kurangnya atau bahkan gagal pemahaman memahami anak. Contoh kasus tentang ini misalnya diajukan orangtua berikut pada saya:

Tak sedikit orangtua kecewa pada anak bukan karena anaknya mengecewakan tapi karena gagal memahami anak itu sendiri. Kasus yang sama yang sering saya temui diantara yang lain adalah tentang kekecewaan orangtua perihal anak malas belajar, anak tidak mandiri, anak tidak bertanggung jawab, masalah kteativitas anak, mendifinisikan keberanjan dan kepintaran anak.

Gagal atau kurang memahami akan menyebabkan peluang lebih besar untuk orangtua gagal atau kurang memperlakukan anak secara tepat.

Kurangnya kompetensi orangtua yang kedua adalah soal keterampilan orangtua menghadapi tingkah laku anak yang tidak sesuai seperti: berantem, anak yang suka memukul, menendang dan perbuatan menyakiti lainnya, anak yang lelet, anak yang malas melakukan rutinitas harian (mandi, sikat gigi, tidur, bangun, makan, dll), anak yang sering rewel dan ngamuk, anak yang tukang jajan dan konsumtif, anak yang berlebihan main game, playstation, nonton televisi dan anak yang sering membantah orangtua.

Apa yang orangtua yang tidak terampil untuk menghadapi perilaku yang tidak sesuai seperti tadi? MENGANDALKAN SENJATA KATA-KATA (banyak bicara).

Terlalu banyak bicara pada saat anak berbuat buruk umumnya akan membuat orangtua jadi banyak emosi. Percayalah. Dalam kadar parah, biasanya jika sudah banyak emosi dapat memancing kekerasan orangtua pada anak. 

Jadi jika dirunut tahapnya adalah: BANYAK BICARA - BANYAK EMOSI- MEMANCING KEKERASAN.

Mengapa terjadi? Begini ceritanya. Pada saat anak berperilaku tidak sesuai, biasanya orangtua perasaanya positif atau negatif? Negatif kan? Jika negatid berarti orangtua kecewa pada anak. Pada saat kecewa menyebabkan orangtua mengeluarkan "serangan" pada anak. Pada saat anak "diserang" anak pun tegang.

Pada saat tegang, otak anak melakukan pertahanan diri, otak mereka mengkerut, saling merapat, membuat barisan pertahanan. Akibatnya? Jangankan nasihat, jangankan anak, kita saja orang dewasa, pada saat anak berbuat buruk makan pun tidak enak. Jangankan nasihat, makanan aja gak masuk kan?

Karena nasihat dan kata-kata orangtua  tidak masuk, menyebabkan orangtua jadi jengkel kesel pada anak. Jika berulang, inilah yang menyebabkan emosian pada anak. Pernah dengar kalimat semacam ini di rumah: "Kenapa sih gak dengerin! Harus  berapa kali sih ayah/ibu bilang?!"
Tak jarang pula, pada tingkat yang parah emosian pada anak berpeluang untuk memancing kekerasan orangtua pada anak.


Inilah biang kerok kekerasan yang sebenarnya, selain warisan masa lalu. Kompetensi yang kurang memancing kekerasan orangtua pada anak.

Tanyalah pada orangtua yang melakukan kekerasan pada anak: apakah mereka meyayangi anak mereka? Tentu saja iya. Apakah mereka nyaman dan ingin terus-terusan menyakiti anak? Tentu saja tidak! "Bahkan saya juga dari dulu tahu teorinya: memukul anak itu tidak bagus!"
Tapi mengapa mereka masih melakukannya? Karena tidak tahu bagaimana lagi caranya? Alias tidak tahu cara lain.
Jadi apa solusinya? Tingkatkan kompetensi kita, Belajar lah untuk meningkatkan kompetensi kita Insya Allah ada perbedaan. Meski tidak langsung merubah perilaku, tapi saya berani menjamin ada perbedaan orangtua yang sering belajar dengan yang tidak.

sumber  : Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Fasilitator Pelatihan Orangtua di 25 Propinsi di Indonesia dan 5 Negara
Penulis buku-buku best seller parenting


Belajar dengan banyak membaca buku-buku  parenting, ikut seminar-seminar parenting, sebagai salah satunya, selain itu paling utama ambil air wudu ketika anak memancing emosi orangtua, pergilah menjauh sementara dari anak untuk meredakan emosi kita terhadap anak..

Friday, September 26, 2014

Ledakan dari Cerita yang Terpendam

Sudah mau 2 bulan Kaka Azka di Boarding School, nggak berasa dari perjalanan panjang mencari2 Boarding School yang cocok sama kaka, tentunya masuk Boarding School adalah suatu pilihannya Azka sendiri, bagaimana mungkin memilih sekolah dengan paksaan hanya dengan keinginan Orangtuanya, bagaimanapun memilih  Boarding School adalah pilihan yang terbaik buat Kaka Azka, amiiin.

Pilhan Boarding School tentunya mambuat Dilema Emaknya, mana ada emaknya yang mau berpisah ama anaknya, tapi setelah disadari dan mencari temen2 sharing, membuat aku memberikan motivasi full buat Kaka Azka, dan aku sendiri harus Tega, demi kebaikannya karna keinginan sendiri dari kelas 5 SD tentunya Kaka ingin meneruskan ke SMP.

Setelah masuk Boarding School SMPIT Baitul Anshor di hari pertama masuk, tampak Kaka Azka pun mulai hampa, "Ummi nengoknya jangan lama-lama ya, seminggu 2 kali,  boleh ?" , perasaanku saat itu ngerasa antar tega dan nggak tega tapi harus Tega, dan aku tampak harus terlihat Tegar depan Kaka Azka untuk memberikan semangatnya, karena  kegiatan Matrikulasi (MOS) hari pertama harus dilasanakan pihak pesantren memberikan waktu sebentar dan diperkenankan pamitan untuk anak-anaknya. sedih ?? pasti.


Masuk kembali setelah Liburan Lebaran
Setelah liburan jelang Lebaran dan pasca Lebaran, kaka Azka tampak lebih semangat lagi untuk memasuki babak baru di SMP, seminggu pertama, aku nengok seminggu 2x, kebetulan emang jarak nggak keluar kota, tepatnya daerah Cimahi, dan kebetulan di Boarding School Kaka Azka ada jadwal pemulangan sebulan sekali.

Minggu pertama nengok seminggu 2 kali, dan Kaka Azka masih masa adaptasi dan sosialisasi ama temen2 barunya, Minggu kedua, minggu ketigapun sama ampe tepat minggu ke empat jelang perpulangan gak ditengok karna mau dijemput dengan jadwal pemulangan.

Cerita yang meledak
Bagaikan Bom yang meledak, selama sebulan kaka ngerasa banyak cerita-cerita lucu selama di Asrama, Kaka Azka tipe anak pencerita, apapun kejadiannya selalu, ketika masih SD pun, ketika dijmeput pulang, perjalanan dari sekolah nyampe rumah, nggak ada habis-habisnya cerita kejadian lucu disekolahnya dari pagi ampe sore diceritain,


Apalagi sekarang dalam sebulan nggak bisa menceritakan kesiapapun hanya ketika aku nengok pun tidak selepas diperjalanan kerumah ceritanya, juga tiba dirumah selama libur 3 hari ledakan cerita2 kaka sungguh bikin takjub, kedewasaan walau baru sebulan penuh rasanya membuat terheran juga, cerita dari mulai temen-temennya yang gokil ampe temen yang nyebelin, cerita para ustadnya ampe cerita pelajaran.

 Ada beberapa hal ketika kaka pulang liburan kemaren :
  1. Kemandiriin terutama dalam Hal Sholat, dari bangun subuh, Tahsin, Tahfiz dan al Ma'surat tidak ketingggalan, gak usah umi bawelin lagi ya ka :D
  2. Perhatian ke adiknya dalam hal ibadah, belajarnya, apalagi biasanya ribut dan berantem mulu sekarang tampak adem, rasa kangen diatara mereka berdua saling merasakan, saling perhatian ketika kumpul.
  3. Pastinya ke Umminya Kaka jadi banyak membantu umi di rumah, tempat tidur gak disuruh, pas diliat udah kembali beres, tidak minta dibikinin ini itulah, liburan kemaren kaka tampak lebih bisa melakukan sendiri "hmmm kaget juga ka, makasih ya sayaang. *terharu*

Banyak memberikan saran dan kesan buat di rumah, tentang kehidupan, cerita-cerita itu terus digali dan keluar semua, bahkan tidak menutup kemungkinan cerita-cerita kaka adayang bikin nangis banyak pula yang bikin ketawa. ditunggu cerita-ceritanya lagi ya ka, di penjemputan kedua, pasti lebih seru lagi.






,









Tuesday, September 02, 2014

"Sex Abuse" ada disekitar kita juga loh !

Belakang ini sering kita denger, nonton, baca berita di beberapa media entah di televisi, radio ataupun berita2 di social media, miris memang, dan tampak jelas depan mata belakang ini hari demi hari minggu demi minggu berita-berita Sex Abuse semakin merajalela, ntah knapa ko semakin booming setelah beredar kasus sekolah JIS, bahkan melebar banyak diberitakan pula bukan hanya di JIS aja.
Siapa yang disalahkan tentang berita ini, ataupun buat si korban pun apakah nggak ada dampaknya, mungkin masih banyak lagi kasus Sex Abuse yang tidak ditampakkan ke permukaaan.
Terus yang menjadi pelaku Sex abuse tesebut udahkah ditindak dengan yang setimpal, bagaimana dengan si korban juga yang menjadi bulan-bulanan depresi, siapa yang dirugikan ??

Dampak Sex Abuse.
Uneq-uneqku yang semakin menggerang, semakin kuat ingin menuliskan sebuah curhatan seorang Ayah yang menjadi korban Sex Abuse putrinya sebut saja Bunga (14 tahun) saat kejadian Sex Abuse.
Seorang Ayah yang begitu kuat memberikan motivasi untuk membangkitkan tingkat kepercayaan dirinya, setahun putrinya Depresi dari korban sex Abuse, setahun pula itu putrinya tidak sekolah selepas SMP,selain depresi bunga mengandung janin dari hasil sex abuse, karena pada saat kejadian kelas 3 SMP, bunga disekap 2 malam tiga hari oleh pelaku.
Orang tua mana yang tidak khawatir dengan putrinya hilang begitu saja setelah selesei UN, orangtua mana yang tidak gerang dan panik mencari cari putrinya entah dimana, tanya ke temen-temen tidak ada yang tahu, pikiran-pikiran negatif dibenak orangtuanya tentu pasti, ternyata iyaa Bunga keluar dari sekapannya setelah 3 hari karena pelaku tahu bahwa semua dikomplek tersebut udah mencarinya.



Siapa pelakunya ?
Ternyata dia adalah pegawai warung yang berada di sekitar tempat tinggal bunga, bahkan bisa dikatakan satu RT, kemungkinan terjadi hamil ntah bisa, mungkin dalam keadaan subur, bunga keluar dalam keadaaan lemes dan tak berdaya tiba-tiba datang depan pintu rumahnya.
Saat itu bunga bungkem tidak mengakui siapa pelakunya ke Orangtuanya, karena takur dengan ancaman sipelaku.
Orang tua mana yang tidak emosi melihat putri sulungnya datang tak berdaya, baju seragam yang udah rapuh dengan sobekan-sobekan kecil mungkin karena dengan paksaan.

Hamil dan Depresi 
Kehormatan perempuan setelah dirusak juga mungkin dengan kesuburannya si korban, bunga hamil dalam keadaaan depresi mengurung di kamar, dari sepulang disekap tidak pernah keluar rumah lagi, sampai Bunga harus melahirkan, orangtua dengan penuh duka, keadaan putrinya tanpa yang bertanggung jawab, karena sipelaku udah kabur, ntah dimana sekarang.
setahun depresi, bunga merasa dipermalukan oleh sedunia, orangtuanya tetep tabah dan sabar sambil mencari sipelaku tsb, bunga dibawa ke dokter kandungn juga psikiater sampai ke Komnas perlindungan Anak *katanya sampai ke situ*.

Dan umur yang masih belia, Bunga harus melahirkan tapi psikiater dan komnas perlindungan Anak tidak memungkinkan Bunga untuk melahirkan normal dalam keadaan depresi berat, akhirnya Bunga melahirkan dengan cara operasi caesar, dan semua ditanggung komnas PA. sedih, sakit ati, mungkin perjalanan hidup bunga menjadikan dai harus seperti itu.

Tapi untungnya Bunga punya orangtua yang begitu bijak, apa dikata kondisi udah terjadi seperti ini, siapa yang mau ??. dan tersadar pula bagaimana perasaan orangtuanya dengan kondisi anaknya seperti itu, mungkin bisa dibalik, andai anak kita menjadi korban seperti itu atau kita sendiri sebagai perempuaan, mungkin sama depresinya...Naudzubillahimindzlik.. semoga tidak terjadi dianak-anak kita.



Bunga Move On
Setahun bunga terdiam dirumah dan lengkap ada warga baru di rumahnya, anak kecil yang tidak berdosa menglilingi bunga dalam kesehariannya, bahkan darisitulah juga dorongan orangtuanya, bunga baru sadar dan berbisik pada ayahnya " yah..bunga pengen sekolah, bunga kangeen ama sekolah, boleh nggak ? ".
bisikan bunga terhadap ayahnya membuat leleh airmata ayah dan ibunya sambil sujud syukur, bunga kembali, bunga masih ada semangat,dipeluklah bunga oleh orangtuanya,  sang ayah gak ragu mencari sekolah yang diinginkan bunga, yaitu tepat bunga masuk SMK walaupun udah terlambat 2 bulan.

Motivasi dan pendekatan Persuasif.
Apa sekolah harus melarang  yang sekolah karena korban Sex Abuse ? tentu tidak, perlahan demi perlahan, bunga tampak bingung kembali berada dilingkuangan temen2 yang banyak, tampak murung masih ada, tampak bingung iya, tidak percaya diri juga masih aja, apa kita biarkan ?..TIDAAAK, yuk kita rangkul, kita raih, bangkitkan semangatnya, bangkitkan lagi cita-citanya, bunga punya hak ko sekolah, bunga punya hak untuk belajar, belajar demi cita-citanya, tugas kita....guru, orangtua, sahabatnya terus meraiihh...moga bunga bisa terus berkarya, bisa terus semangat.

sumber poto : google

Wednesday, July 23, 2014

Nikmatnya perjalanan dengan Waze

Dengan hiruk pikuk jalanan kota Bandung yang semakin sini semakin  padat, tentunya bagi masyarakat Bandung sendiri ngerasa gerah, jalan kemana-mana selalu macet, jangankan jalanan utama jalanan tikus aja ikut merayap dengan kondisi Bandung sekarang, suka gak suka, mau gak mau semua harus dijalanin dan tidak bisa ditolak.
Jujur, dengan Mobilitas tinggi aku harus bisa menikmati macetnya kota Bandung, eeittss... tunggu dulu ada cara bagaimana aku bisa menikmati macetnya kota Bandung, dengan situasi begitu bukan berarti aku harus diem dirumah ? oh tidak, semua harus berjalan.


Nah Solusi yang tepat dengan kondisi saat ini, aku menggunakan applikasi Waze, Waze menjadi sahabat dalam perjalanan, Waze bisa mengusir rasa jenuh disaat kemacetan ataupun mencari solusi jalanan tikus untuk menghindari kemacetan, tentunya dengan aplikasi Waze kemacetan seperti apa bisa dinikmati.

Berasa  Game Online bagi anak-anak
Selain aku sendiri yang bisa menikmati waze saat dijalan, anak-anakpun saat ini bisa ikut menikmati apalagi karena kedua anakku laki-laki yang biasanya rewel dengan kemacetan, sekarang udah nyaman dengan waze, apalagi Waze biSa setting Displaynya dengan berbagai macam mobil, bagaiamana tidak anak-anak tiap hari hampir ganti display settingnya, anak-anak berasa mainan game online, bahkan rebutan “sekarang kaka yang nentuin gambar mobilnya,” giliran adeknya besok aku pengen yang ferarri atau mobil-mobil lainnya. Seru Bukan !
Dalam perjalanan macet kedua anakku bahkan yang bisa membantu mencari point, malah mereka sendiri yang punya inisiatif ada polisi ada kemacetan.




Artinya Waze bagi aku bisa membantu mengusir kerepotan membawa anak-anak dalam perjalanan, dari waze juga perjalanan dengan anak-anak semakin komunikatif, anak-anak semakin banyak bertanya, rasa ingin tau yang tinggi bagi anak- anak di jalanan yang macet bisa mengurangi kerewelan.
Biasanya sebelum menggunakan Waze, ketika bawa anak-anak menemukan kemacetan yang luar biasa, selain bercerita tentang dijalanan, udah mulai rasa jenuh anak-anak maen game, tapi dengan adanya Waze sekarang malah jadi berubah ada sesuatu yang baru bagi anak-anak, tentunya pertanyaan-pertanyaan lucu dari apllikasi Waze.


Jangankan sesuatu yang baru bagi anak-anak, disaat aku sendiripun Waze bagaikan mainan dalam perjalanan, bener-bener mengusir kejenuhan, apalagi mengejar point waze yang bikin seru, serunya kita bisa saling melihat sesama pemakai Waze di jalanan, bisa saling menyapa juga apalagi dengan temen-temen di social Media saling selip point, terutama dengan om MT, Kang Doubleden, kang gery, frenafit, siapa bilang Waze mainan seru buat cowok katanya, tapi justru aku aja bisa menikmati dengan Waze *yeeay emak2 dilawan :P * dan pointku saat ini baru 4.116.
Pemakaian Waze saat ini masih dalam perjalanan dalam kota, tapi walaupun dalam macetnya kota Bandung Waze bisa membantu menikmatinya terutama mengarahkan jalanan tikus kota Bandung.

Tiap Hari ngeWazer, Quotanya gimana ?
Nah, kemarin-kemarin disaat bareng anak-anak, untuk mengusir kejenuhan dan kerewalan anak-anak, kadang anak sering buka-buka youtube atau game online dalam perjalanan walaupun nggak lama sih, tapi pemakaian  Waze tuh nggak berasa quotanya, pemakaian quota yang hemat loh.


Apalagi sekarang aku pemakai setia Indosat IM3, selain gratis nelpon dan SMS tapi bebas menggunakan Waze begitu pula Social media lain pun bebas akses internet dengan menggunakan Indosat ini, nah sangat beruntung bukan ?, nggak salah aku bertahun-tahun milih sikartu kuning Indosat IM3 ini.
Oiyaa ada kabar baru juga loh, bagi temen-temen yang belum punya kartu Indosat, jika beli perdana Indosat IM3 per tanggal 16 Juni 2014 gratis loh pemakaian Social media lainnya selama sebulan, apalagi yang menggunakan Waze, sayang banget kesempatan ini dilewatkan apalagi yang biasa ngewazer mau mudik, wuiih lumayan kan gratis, perjalanan mudik bakalan nyaman tanpa harus memikirkan quota internet, dan rasakan nikmatnya menjadi wazer dimacetnya perjalanan mudik, Yuk Aktifkan paket Indosat IM3 play 24 jam, dijamin puas.






Thursday, April 10, 2014

Knapa memilih Boarding School ?

Nggak berasa Kaka Azka udah kelas 6 lagi, berasa baru kemaren bangun Blog ini Kaka baru usia 3 tahun, sekarang udah 12 tahun, banyak cerita tentang kaka disini, diusia itu galau nyari-nyari sekolah Playgrup, penting gak sih masuk playgrup saat itu dan mencari referensi sekolah yang berbasis Islam dari mulai TKIT, dan SDIT.

Nah dengan berjalannya waktu sekarang saatnya Kaka memilih untuk SMP dan tentunya  sekarang bukan lagi kita (orangtua) yang memutuskan, tapi sekarang udah 12 tahun kaka udah bisa memilih dan bisa memutuskan dengan keinginan sendiri tentunya bukan paksaaan, dan sesuai juga dengan orangtua inginkan.

Dari Desember 2013 kemarin aku udah hunting-hunting di Internet tentang sekolah yang diinginkan, karena biasanya beberapa sekolah tertentu udah buka dari Desember atau Januari, dan Kaka pun sigap banget mencari sendiri sekolah yang diinginkan, tentunya keputusan mencari SMP itu hasil diskusi bersama, dan tidak lupa mencari rekomendasi juga dari sekolahnya Kaka. sekarang

Tapi tidak semua anak menginginkan masuk sekolah di Boarding School ataupun disini bisa dikatakan dengan pesantren modern, sujud syukur ketika Kaka memutuskan ingin melanjutkan SMP ke SMP yang Boarding School.


Knapa memilih Boarding School ??
Bukan mengenyampingkan sekolah-sekolah lain seperti sekolah Negeri atau sekolah swasta umumnya, tapi itu kembali pada semua Orangtua untuk menyekolakan anak-anaknya, mau dibawa kemana anak kita, dengan berbagai alasan setiap orang tua memasukkan anaknya ke sekolah yang dipilihnya.

Nah Alasan dari awal masukin anak ke sekolah Boarding School karena bisa menjauhkan dari kontaminasi hal-hal yang negatif apalagi dengan jaman sekarang ini, (narkoba, rokok,  sinetron atau tayangan 2 TV yang tidak mendidik, keranjingan game online).

Boarding School menyediakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan siswa. Lengkapnya fasilitas yang ada untuk menyalurkan bakat dan hobi siswa-siswi. Siswa-siswi di boarding school memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai kepentingan, mengambil  bidang yang diminati, dan menunjukkan bakat mereka, siswa mendapatkan pendidikan dengan kuantitas dan kualitas yang berada di atas rata-rata pendidikan dengan sistem konvensional.

Dan Boarding School  para siswa dapat melakukan interaksi dengan sesama siswa, bahkan berinteraksi dengan para guru setiap saat. Contoh yang baik dapat mereka saksikan langsung di lingkungan mereka tanpa tertunda. Dengan demikian, pendidikan kognisi, afektif, dan psikomotor siswa dapat terlatih lebih baik dan optimal.

Menurut Arsy Karima Zahra, 2008: 145
Boarding School adalah  sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya.

Alasan yang paling utama adalah membentengi diri anak dengan Akhlaq, Agama yang kuat, di Boarding School anak selain diajarkan tentang Pemahaman Agama Islam yang full dari mulai bangun subuh jam 3 (Qiyamul lail), ampe tertidur kembali jam 21.00 tapi juga anak di ajarkan tentang "Belajar untuk hidup, bukan hidup untuk belajar " artinya diajarkan anak untuk bertahan hidup, maksudnya hidup itu perlu pembelajaran, karena pelajaran hidup itu tidak hanya diajarkan secara akademik, berbeda dengan sekolah umum biasanya.

Dan untuk masuk Boarding School pun kita harus mencari Boarding School yang sesuai dengan kapasitas anak kita, dari mulai kurikulum, fasilitas, pola asuhnya dsb, kembali kita orangtuanya.dan tidak ngasal masuk boarding School ya.

Anak belajar mandiri, anak belajar bersosialisasi dengan teman-temannya, solidaritas yang tinggi, ketika Kaka bilang " Ummi kaka gak mau lagi sekolah yang Fullday ah" beuh hatiku kenceng deg-degan knapa jadi berubah, ternyata salah tafsiranku "knapa kak", kaka jawab " Aku pengen SMPnya di Boarding School, pokonya harus boarding School ya mi...boleh ya mi ..yaa..yaa" *sambil meluk*.

Keluar airmata, Subhanalloh dengan prinsip kaka yang tegas, keinginan yang kuat," itu yang diinginkan Umi ka dari dulu kaka masih balita" *dalam hati*, dan aku kasih penjelasan juga yang terpahit tinggal di asrama.

Aku tanya yang pahitnya  "ka..gak apa-apa makan seadanya, bangun tidur harus lebih pagi jam 3an, itu harus dilakukan, tidur dengan seadanya walaupun pake kasur dsb, gak akan nonton TV, Internetan, akan beda dengan kamar kaka sendiri, gimana menurut kaka "

Jawaban Kaka : " loh ummi aneh ih, iya emang gitu kalo boarding school, diasrama, biarin aja makan apa adanya juga, terus bangun lebih subuh ntar juga biasa ko kalo udah biasa mah, TV dan Internet emang sekarag juga nonton dan maen internetnya cuma sabtu minggu, biarin aja nggak apa-apa, paling pulang kerumah aja kalo liburan, pokonya kaka mah pengen Boarding School ya mi ??"
Subhanalloh, terima kasih Kaka, moga kaka bisa menjadi dambaan Ummi bekal di akhirat nanti, *pelukcium dari Ummi*


Saturday, February 22, 2014

Jujurmu itu nak, bikin leleh Airmata


Betapa penting suatu nilai karakter bagi anak, walaupun nilai akademik tidak menutup kemungkinan penting juga, tapi nilai karakter lebih penting.

Orang tua mana yang merasa bangga ketika anaknya medapatkan hasil yang memuaskan dan nilai yang dibanggakan, tentunya ini adalah harapan semua orang tua.

Akan tetapi dari akademik saja tidak cukup ya, harus dibarengi dan keseimbangan dengan nilai karakter, tentunya siapa sih yang tidak bangga dengan hal tersebut.

Nah, dengan penjelasan diatas apa seh yang mau diomongin, sebenarnya hanya curhatan saja, minggu2 kemaren testnya masuk SMP sisulung Azka , aah nggak nyangka dari lahirnya Blog ini azka masih 4 tahun, sekarang mau masuk SMP lagi.

Sekarang Azka daftar ke Boarding School SMPIT AsSyifa Subang, walapun belom yakin masuknya, karena dilihat saingan yg lumayan ketat, dan memasuki 2 kali test, Yang pertama minggu kemarin tgl 16 Pebruari dengan Test Wawancara calon siswa dan orangtua, dan test kesehatan


Dan yang kedua besok tgl 23 Pebruari test Akademik, yang membuat aku bikin terharu ketika Kaka test wawancara, ada beberapa  tahapan :
1. Bacaan AlQuran
2. Test Surat Al Buruz, Al-Falaq, At Tien (tentunya ini pilihan yg ngetestnya, kaka kebagian surat tsb ) Alhamdulillah lancaar.
3. Wawancara kehidupan harian  si anak
4, kesehatan

Dari test tersebut yang paling bikin teharu adalah ketika azka  ditest kehidupan hariannya.

Aku tanya "Kaka ditanya apa aja tadi"
Kaka jawab nyoroscos "td ustadz didalem nanyanya gini mi, Azka pernah ketinggalan Sholat gak ?, kaka jawab pernah, knapa ? Karena ketiduran, sholat apa biasanya , sholat subuh, trus nanya lagi mi, pernah pinjem barang temen gak bilang dulu gak, ya kaka jawab pernah, knapa ? Karena buru2, dibalikin lagi gak, kaka jawab, ya dibalikin lg dan bilang maaf td pinjem gak bialng udah aja gt "


Peluk kaka, itu nilai yang sangat berharga, suatu kebanggaan buat umi ka..Kaka udah bersikap jujur, Kejujuranmu melelehkan airmata nak...makasih yaa, moga dierima di sekolah yang kaka inginkan..,amiin

Tuesday, February 11, 2014

Aku udah Lelah Ma !!



Judul postingan diatas terinspirasi dari curhatan seorang orangtua yang mengeluh tentang anaknya, tapi si Ibu tersebut dibikin bingung, knapa putrinya sampe berkata begitu.

2 bulan ini memang putri (sebutsaja namnya begitu karena perempuan 15 th)  tampak gak ada semangat, gairah belajar sama sekali nggak ada, sering dikasih pengertian, knapa sering masuk sekolah terlambat, knapa ngerjain tugas-tugas kadang dikerjain kadang nggak sama sekali, ketika ditanya alasannya karena ketiduranlah, kecapeanlah, beribu satu alasan.

Betapa menjerit seorang Ibu menerima kalimat itu dari putrinya, mungkin kalo kita juga yang merasakan tentunya akan apa yang dirasakan sang ibu tersebut, sang Ibu tiap hari selalu bertanya terhadap putrinya itu, sampe sang Ibu sempet Emosi juga, terpancinglah emosi si ibu, jelas dengan tindakan si Ibu dengan nada tekanan malah putrinya semakin tertutup, siapapun semakin ditekan sianak tidak akan pernah mengeluarkan isi hatinya.

Kedatangan sang Ibu dengan tergopoh paruh baya, sambil nangis, "apa yang harus saya lakukan bu, dengan anak saya, saya sudah melakukan apa saya mampu biar tuh anak bisa ngomong", tentunya saya pun kaget, ketika si ibu menjelaskan bahwa anaknya ketika ditanya " Aku udah lelah Ma..!!" hati sayapun meringis, hmm pantes itu anak murung terus.

Setelah berlama-lama denger curhat sang ibu yang penuh bimbang dan galau karena putrinya, esoknya saya panggil Putri tersebut, dan saya bawa ke ruangan dimana anak enak untuk bicara, tentunya berbicara 4 mata, walaupun saaat itu emang agak lama dengan berbagai cara saya lakukan , dengan pendekatan hati ke hati, setelah 1 jam Putri bisa Bicara dengan terbata-bata.

"Nak, Ibu juga pernah ngalamin masa kaya putri, pernah merasakan bagaimana patah hati ama pacar, sakit hati ama teman, kecewa ama guru, tentunya semuanya ibu pernah melakakan, tapi tetep kita punya masa depan, yuuk liat ibu, ibu disini jangan dilihat karena kesiswaan, anggap ibu sebagai teman, sahabat, sebagat kakak putri juga, alangkah enaknya beban yang ada dihati kita kalo kita bisa keluarin ke seseorang, (tentunya yg dipercaya)."

Aku bilang " kamu punya beban berat nak, bialng ke ibu, biar bebanmu berasa ringan," menangislah dan meledaklah si anak, tentunya akupun ikut keluar air mata, rasa iba dan empati, putri bilang " Ibu aku punya beban, aku lelah bu, dengan ancaman seseorang dari facebook, saya udah hapus akun facebook saya, tolong aku buuu.." dengan nangis terbata-bata, " aku lelah bu menghadapi ini semua" .

Ternyata putri tersebut udah menjadi korban dunia maya, dia sempet janjian ama seorang lelaki yang di facebook, ampe kenalan, ketemuan, dan putri mau diajak tidur bareng, *aku berusaha untuk terus dia menceritakannya* setelah terpancing, keluar semuanya.

Dan putri byk ancaman dari sms, inbok dan BBMnya, ancaman yang katanya akan bilang ke Ibunya bahwa dia udah tidur bareng. "pengakuannya hanya itu".
Tapi begitu dahsyatnya bagi putri merusak psikologisnya, internet oh internet, dan yuk nak itu tidak seberapa, kalo ada apa-apa bilang ke Ibu, kamu pasti aman.bilang ke Mamamu ya nak, Mama tidak akan apa-apa. Mama pelindungmu.

Sunday, January 26, 2014

Rebutan Kuping dari 2 Cerita FieldTrip

Diawal Tahun 2014 dan sekaligus masuk semester Genap kemaren, di minggu pertama masuk sekolah, Kaka dan Azzam disibukaan dengan persiapan Fieldtrip dari sekolahnya, fieldtrip kali ini Kaka dan Azzam beda tempat, otomatis perginya pun tidak berbarengan, karena Kakanya kelas 6 fieldtrip kali ini jauh banget buat usia SD, tapi itu semua aku kasih kesempatan buat kaka, terutama dalam kemandirian dan tanggung jawab, walaupun awalnya agak lumayan deg-degan kaka pergi jauh tanpa Umminya :D, 

Akhirnya kembali ke positif thingking kita orangtuanya, sejauhmana bisa mulai melepas anak-anak kita pergi jauh, padahal ya dengan kegiatan-kegitan seperti itu buat anak-anak jauh senengnya tanpa orangtua selama dengan pihak sekolah nyaman, dan memang disekolah anak2ku setiap ada kegiatan tidak diperbolehkan Orangtua ikuta serta, otomatis semuanya udah tanggung jawab sekolah.

                                                      Poto koleksi Kaka Azka

Cerita Seru Dari Jogjakarta #FieldTripKakaAzka

Nah Kali ini Kaka Fieldtripnya jauuh banget ukuran SD ke kota Jogjakarta, senengnya luar biasa tuh c kaka, dari mulai mau persiapan pergi "packing" ampe pulangnya dia dgn apiknya mengurus barang bawaannya, paling aku hanya sedikit2 ngasih saran dan masukan buat kaka, Alhamdulillah mungkin karena udah kelas 6 jadi udah bisa punya tanggungjawab dgn barang bawaannya.

Dan FieldTrip kali ini Kaka diperbolehkan bawa gadget untuk memudahkan komunikasi dgn para orangtuanya , walaupun diperbolehkan tapi yang tidak ada jaringan inetnya, dan setiap pukul 21.00 gadget dikumpulkan ke pembimbingnya agar anak2 bisa istirahat dan dikembalikan lagi setelah sholat subuh.hmmm bagus juga.

Nah sesekali aku nelp Kaka nanya keadaan dan keseruannya, tapi sekali ditelp lucunya ngabisin pulsa, ceritaa dalam kegiatan sehari itu, waduuh bikin penasaran dan minta poto-poto jg susahnya minta ampun, kecuali minta ke guru2nya, hehehe.

ada yang bikin lucu dan terharu juga Kaka bilang " Mii kaka lagi diMalioboro, Ummi pake baju Ukuran apa, mau Kaka beliin "....Huahuahuahua,,,aslinyaaa aku ampe nangiiiisssss...gak nahan, Kaka kepikiran beliin buat aku,,waduuh..Aku bilang " Makasih Kaka sayaaang, gak usah nak, beli aja buat kaka sendiri ya,ntar berat bawaannya" *padahal gak tega aja*.
Dan akhirnya Kaka beliin ummi gelang kereen, "harus dipake mi,, !!!"

4 hari 3 malam di kota Jogja banyak memberi hikmah buat Kaka sendiri, dan rasa haru campur aduk kita orangtuanya, rasa kangeen membara ke anak yang jauh, latihan ya Ka ntar SMP kan mau BoardingSchool Amiin.

Cerita Seru dari Puncak Bogor #FieldTripAzzam

Setelah tanggal 6-10 januari Kaka ke Jogja dan bertepatan pada saat kelas 6 ke Jogja giliran ade2 kelasnya kelas 1-5 filedtrip ke Rumah Matahari Bogor, tanggal 9 Januarinya, cuma pulang pergi, tapi serunya luar biasa pergi pagi jam 6 dan pulang nyampe rumah jam 22 lebih, dirumah Matahari Bogor disini adalah Outbond,
 Taman Wisata Matahari menyediakan fasilitas wisata mulai dari; Villa, Kolam Renang, Wisata Air, Paddle Boat, Mini Boat, Bumper Boat, Mobil dan Motor Safari, ATV Off Road, Arena Bermain anak, komidi putar, Wisata Sungai, Paket Outbond, Flying Fox dan Belanja di Super Bazzar.
Azzam bener-bener menikmati semuanya, walaupun masih kelas 2 semangat pergi tanpa orangtua udah bisa memberikan hikmah tersendiri.

Sama hal Kaka, Azzam juga tidak mau kalah pengen bawain oleh-oleh..aiih koq sama yaa kalian beliin oleh-oleh gelang buat Ummi...

Nah Pada tanggal 9 nya aku disiapkan jam 10 malem jemput Azzam di seputaran sekolahnya, dan paginya harus jemput Kaka di Stasiun Bandung, dari situ kita harus udah siap-siap kuping berbagi cerita dari masing-masing cerita fieldtrip yang berbeda.

                                Oleh-oleh yang sama dari Kaka dan Azzam, "harus Dipake katanya" haduh

 Rebutan Kuping buat dengerin Oleh-oleh cerita Fieldtrip

Sabtunya Anak-anak udah kumpul kembali dirumah, alhamdullillah, pagi-pagi Kaka dan Azzam buka oleh-oleh dari koper dan tasnya,,,serunya, ternayta mereka bisa yaa tanpa orang tua belanja hihihi.

Dan setelah itu ampe 2 hari full keseruan mereka luar biasa, gantian si kaka dan azzam cerita, aku ampe bingung mana dulu yang harus di dengerin heheh, kebayang ya sepulang sekolah aja, mereka pasti ada aja cerita-cerita lucunya.

"Kaka aku dulu iih," " aku dulu zam" weeiissh...aku hanya bisa senyum akhirnya gantian, aman.
Perlunya menjadi pendengar yang baik anak-anak bahagia kita bisa mendengarkan dan dengan histeriiss kita bilang,,,"woooww seruu doooong" anak-anak tambah semangat bercerita, dengan pancingan-pancingan tersebut terus-terusan gak ada habisnya cerita. 

Program seperti itu ternyata banyak hikmahnya bagi kita dan buat anak-anak, kita gak usah kerepotan cari-cari waktu buat anak, paliing yaa nyampe Bis yang udah disediain sekolahnya, dadah dadah aja dari luar bis sebelum berangkat anak-anak udah senengnya luar biasa.

Berbicara tentang Hikmahnya tentunya banyak banget, bagaimana anak-anak ketika harus mengurus pribadinya tanpa Orangtua yang biasa kita lakukan dengan kemanjaannya, kerewelannya, bukan anak-anak kalo tidak seprti itu, tapi dari FieldTrip diatas, aku ambil kesimpulan dari mulai pergi dan sampe kembali rumah, Hikmahnya :

  1. Anak-anak belajar Mandiri , Mandiri bisa mengurus dirinya selama FiledTrip
  2. Tanggung Jawab, bagaimana bisa dari mulai pergi sampe rumah kembali anak-anak barang bawaannya bisa utuh tidak ada yg hilang, dan bisa rapi kembali.
  3. Disiplin, Anak-anak harus Ikut dengan waktu yang telah disesuaikan oleh sekolah, otomatis dari makan, mandi, Sholat udah bisa disiplin .
  4. Saling Berbagi, selama FiledTrip, anak-anak bisa merasakan bagaiman bisa saling berbagi satu sama lain dengan temannya, dari mulai makanan, 
  5. Solidaritas, Solidaritas tinggi disini bisa dikatakan iya, karena bagaimana saling menjaga, saling membutuhkan, dari sini anak bisa merasakan betapa pentingnya seorang teman. 
Hikmah diatas, itu yang aku rasakan dari cerita-cerita anak-anak, luar biasa yaa....kepercayaan penuh dan intinya positif thingking.