.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Monday, September 19, 2011

Hilangkan Gengsi Minta Maaf terhadap Anak

Menjadi Orangtua bukan berarti selalu benar, Tak jarang Orang tua melakukan kesalahan kepada anak, sehingga membuat hubungan terganggu terhadap anak, Masih banyak Orangtua yang merasa benar dengan sendirinya, padahal belum tentu benar menurut anak, dan sering kita tidak menyadari pentingnya Minta maaf terhadap anak2 kita, berikut tips jitu bagaimana minta maaf terhadap anak kita tanpa mengurangi wibawa sebagai Orangtua  *sesuai pengalaman pribadi :)*:


Mengaku bersalah
  • Sadari bahwa anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah salah satu faktor penting dalam meminta maaf. Tak jarang ini sulit dilakukan, karena orangtua merasa gengsi. Lupakan gengsi, kalau memang tak ingin masalah terus berlarut.
Tulus

  • Ketika meminta maaf, anda harus tulus. Anak akan gampang mengetahui ketika anda membohonginya tentang hal ini. berilah Maaf yang serius." Ka..Maafin Ummi Sayaaang, ummi  salah, Ummi udah menyalahkan Kaka...Ummi akan hati-hati lagi knapa Kaka sampe mukul Azzam" padahal pengalaman ini Azzamlah yang duluan mukul kakanya, karena Kakanya lagi asyik nonton...tanpa sadar, setelah azzam mukul otomatis c kaka mukul kembali adiknya, yang terlihat terakhir, Kakanya yang mukul..kakanya yang salah, padahal nggak begitu, si adiknya disini yang salah...(kasus kecil deh  :)) kalo bisa ampe nangislah kita minta maaf, biar terlihat tulus dan serius hehee
Tenang
  • Meminta maaf dalam keadaan emosi akan percuma. Kalau anda belum bisa bersikap tenang, katakan padanya bahwa anda butuh waktu untuk sendiri, sebelum melanjutkan pembicaraan dengannya. Kemudian, pikirkan apa yang terjadi dan apa penyebabnya agar pikiran jadi tenang.
Tepat sasaran
  • Katakan permintaan maaf anda secara langsung dan dalam kalimat yang tidak berbelit-belit. Ingat, yang dimintakan maaf adalah sikap anda yang baru saja terjadi, bukan kepribadian anda. Misalnya, mintalah maaf atas kemarahan dan ucapan anda yang kasar, bukan atas kepribadian yang emosional.
Jangan menyalahkan
  • Jangan balik menyalahkan anak hanya untuk membenarkan sikap anda. Misalnya, dengan mengatakan bahwa seandainya ia tidak malas, anda tidak akan marah terus padanya. Ini sama saja dengan tidak meminta maaf, melainkan justru menyalahkannya.
Meminta maaf
  • Mengatakan bahwa anda bersalah dan bertanya apakah ia mau memaafkannya akan mempermudah untuk mengungkapkan penyesalan, sekaligus membuat anak belajar memahami cara memperbaiki hubungan.
Evaluasi
  • Bersama anak, lihat kembali bagaimana anda bisa menyelesaikan masalah itu dengan baik, dan sepakati cara yang akan dilakukan bila masalah yang sama terjadi lagi nanti.
Lupakan
  • Bagaimanapun juga, anda hanya seorang manusia, yang tentu tidak sempurna dan bisa berbuat salah. Namun, jangan terus berkutat pada rasa bersalah. Setelah meminta maaf pada anak, lupakan masalah tersebut dan berusahalah untuk tidak mengulanginya lagi, sama seperti ketika memintanya tidak mengulang kesalahan.
Jangan berlebihan
  • Berlebihan dan selalu meminta maaf, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele, justru akan membuat anda kehilangan wibawa. Mintalah maaf karena anda memang bersalah, bukan karena ingin berusaha menerapkan disiplin atau hukuman yang terbilang wajar, atas kesalahannya.
Tapi sering juga Reaksi dan cara menghadapi suatu masalah berbeda-beda pada setiap anak. Ada yang mudah memaafkan , tapi ada pula yang tidak, sehingga menimbulkan dampak dalam jangka waktu lama, misalnya:
1. Anak kehilangan kepercayaan pada orang tua maupun orang lain
2. Anak kurang mamiliki kepercayaan diri
3. Anak tidak dapat mengendalikan diri atau emosi.
4. Anak merasa sedih, tersisih, tersinggung dan lainnya.
5. Anak merasa tidak diperhatikan dan tidak dihargai perasaannya.
Maukah Anak kita seperti dampak diatas....??? Tinggalkan GENSI Sekarang juga.....smoga bermanfaat...!! :)

20 comments:

rudi sadli said...

Wow ilmu yg bermanfaat,share juga dong tips supaya anak tidak ngompol,anak saya 10 tahun masiiiih juga ngompolhttp://www.3langkahtermudah.com

niken said...

keren infonya. aku juga suka nonton acara di spacetoon tiap jam 9 pagi namanya Selamat Pagi Bunda.acaranya seru ngbahas tentang masalah anak.pas banget buat ibu muda kaya aku :))

Harun Ar said...

Meminta maaf kepada anak justru menunjukkan pendidikan karakter yang baik.
Info keren dan menarik

Meti Mediya said...

All makasih yaaa..moga bermafaat..:-)

umi & dua bidadari kecil berstory.... said...

Asuransi pendidikan syariah mulai dari 125rb perbulan.. Tahapan Dana Pendidikan bisa dicairkan mulai dari tingkat TK s/d lulus perguruan tinggi..ada layanan jemput premi jg.. yuk siapkan pendidikan si kecil dari sekarang.. program asuransi super hemat ini cuma ada sblum 25 nov ini aja loh.. bagi peminat serius, kami siap datang bersilaturrahmi ke tempat anda ^_~ (area silaturrahim khusus Jakarta selatan & Depok)

yang mw dikirimin proposal asuransi pendidikan syariah ini & contoh ilustrasinya silahkan kirim email permintaan ke amie.hamasah@gmail.com

Yusi Elsiano Rosmansyah said...

Terima kasih untuk infonya ya...sangat bermanfaat.. :)

dari Yusi Elsiano

www.perkembangananak.com

Meti Mediya said...

@ teh yusi...rasa2nya gam asjng nama tetehh.ky nya kenal deh hehe.....makaskh ya teh...

Buddy said...

Terkadang orang tua juga punya gengsi gede, gi konfrontir.. ama anaknya juga gak mau kalah.. pengen semua sesuai permintaan bapaknya..

Anak tuh senengnya emang mainan.. gak usah direcokin masalah sepele..

serba ada said...

Nice info...
Kunjungi jg
semua-ada-lho.blogspot.com/2011/07/hal-hal-yang-patut-diajarkan-kepada.html
semua-ada-lho.blogspot.com/2011/07/makanan-pendamping-bayi-dibawah-6-bulan.html
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita para orang tua dan para calon orang tua tentang bayi dan anak .........

irkham said...

Keren nih ilmunya..,
mampir ya ke blog saya
http://childrenbookonline.com

Kak Zepe Lagu2anak.blogspot.com said...

Wow… keren sekali blognya..sangat menarik dan bermanfaat!
Salam kenal, saya kak zepe
Saya juga punya sebuah blog yang banyak membahas tentang langkanya lagu anak di Negara kita.
Saya juga mempublikasikan karya2 saya lewat blog tersebut.
Sudah ada 80an lagu anak.
Mari berkunjung ke http://lagu2anak.blogspot.com

Andre said...

terimakasih sobat ilmunya. emang kita harus mau memnta maaf disaat salah, sekalipun kepada anak.jgn meremehkan anak kita.kunjungi dong artikel saya tentang 'Mr. Bean 'Meninggal'

Meti Mediya said...

@ Budi...sngat betul, padahal minta maaf tdk hanya buat anak, adakalanya ortu salah tdk selamanya benar hehe
@Irhkam..makasih ya blogwalkingnya...:-)
@ kang zepe, salam kenal kembali, insya alloh ntar saya kunjungan balik yaaa...:-)
@ andre..makasih yaa, betul bangt..:-)

Meti Mediya said...

@ Budi...sngat betul, padahal minta maaf tdk hanya buat anak, adakalanya ortu salah tdk selamanya benar hehe
@Irhkam..makasih ya blogwalkingnya...:-)
@ kang zepe, salam kenal kembali, insya alloh ntar saya kunjungan balik yaaa...:-)
@ andre..makasih yaa, betul bangt..:-)

Meti Mediya said...

@ Budi...sngat betul, padahal minta maaf tdk hanya buat anak, adakalanya ortu salah tdk selamanya benar hehe
@Irhkam..makasih ya blogwalkingnya...:-)
@ kang zepe, salam kenal kembali, insya alloh ntar saya kunjungan balik yaaa...:-)
@ andre..makasih yaa, betul bangt..:-)

Meti Mediya said...

@ Budi...sngat betul, padahal minta maaf tdk hanya buat anak, adakalanya ortu salah tdk selamanya benar hehe
@Irhkam..makasih ya blogwalkingnya...:-)
@ kang zepe, salam kenal kembali, insya alloh ntar saya kunjungan balik yaaa...:-)
@ andre..makasih yaa, betul bangt..:-)

Hesty Aida's blog said...

infonya baguss banget untuk para bunda,..
kalau sempat kunjungi blog saya juga ya,.. :)
http://hesty-aida.blogspot.com/2012/04/sabuk-bonceng-anak-jafa-para-pengemudi.html

Abdul Cholik said...

Anak adalah amanah dan titipan Allah swt. Oleh karena itu kita emban amanah itu dengan sebaik-baiknya dengan cara merawat,mendidik dan menyayangi secara proporsional.

Terima kasih tipsnya.

Salam hangat dari Surabaya

nabilafblog said...

Seharusnya semua ibu mempunyai sikap-sikap itu ,
seorang ibu tidak mungkin tidak memaafkan seorang anak , begitu juga sebaliknya ..
surga itu ditelapak kaki ibu , dan anak bisa menjadi seorang perantara supaya si ibu masuk surga :)

ana treeana said...

Salam kenal Bunda, terimakasih untuk tipsnya :)