.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Sunday, December 20, 2009

~Mencintai buku dimulai dari keluarga~


Menumbuhkan kebiasaan Anak hobi membaca atau mencintai buku pada anak usia dini, bukanlah proses yang mudah, yaaa...kita nggak bisa memaksakan anak, harus bisa baca, tapi yang terpenting adalah Bagaimana Anak kita Mencintai buku, itu yang sulit....

Namun banyak kalangan sepakat, membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai anak-anak sejak dini, sebab rendahnya kemampuan membaca anak-anak bakal berdampak pada kekurang mampuan mereka dalam menguasai ilmu pengetahuan dan matematika.

Pada titik ini muncul pertanyaan apakah teknis membaca atau menumbuhkan minat anak terhadap bacaan yang sebaiknya didahulukan, Jadi mengingat bukunya Glenn Doman dalam bukunya " Mengajarkan bayi anda Membaca " Menyebutkan anak usia 18 bulan hingga empat tahun memiliki rasa ingin tahu yang amat besar, Keingin tahuan tersebut tidak hanya muncul ketika melihat simbol yang tertera dalam buku.

Pengenalan terhadap kesenangan dan mencintai buku ini bisa dilakukan Orangtua mulai dari lingkungan keluarga, dan dibawah ini tips agar anak mencintai buku :
  1. Beri tauladan membaca setiap hari.
  2. Ajak anak-anak berinteraksi dengan buku.
  3. Sediakan buku favorit di tempat-tempat yang mudah dijangkau
  4. Luangkan waktu untuk mendengar dan membimbing anak membaca.
  5. Ajak anak-anak  ke toko buku atau perpustakaan.
  6. Ciptakan suasana nyaman, tenang, sekaligus menyenangkan.
  7. Jangan batasi bahan bacaan tapi beri arahan mereka menyukai buku berkualitas.
  8. Lakukan diskusi kecil tentang ini buku yang tela mereka baca.
  9. Buat permainan yang bisa memperbesar minat baca mereka.
Nah, yang terpenting...kita nggak bisa memaksakan anak harus bisa baca sejak usia dini, tapii, yang sulit itu Anak SUKA BUKU....bukan dipaksa harus bisa baca, karena anak kalo udah suka dan mencintai buku....Insya Allah anak ada rasa ingin tahu membacanya, dan timbul keinginan untuk belajar baca....yaa  smoga bermanfaat..!!!

Wednesday, December 09, 2009

Pembantu mukul anak Majikan

Sebenernya bingung jugaa yaaa judul diatas, tapi gak apa-apalah yang penting nyambung...kisah nyata yang sangat miris sekali liatnya, ini terjadi diberanda rumahku, dan pas depan mataku....duuuh gak tau knapa yaa, itu si Bibi berani amat,mukul anak majikan sebut aja ade rai (3 th)...

Berawal, anak-anakku maenin ikan yag bwa dari sekolahnya, mereka seneng sekali,dan disimpen ikannya di tempat yang lebih besar,otomtis airpun lebih banyak lagi, karena sore seperti biasanya jam main anak-anak,dan temen kakanya manggil ngajkin main, bergabunglah, kemudian satu persatu berdatangan temen-temennya, makin serulah permainan mereka tepat di belakang rumahku.

kemudian dateng si ade rai nyariin kakanya....kaka..kaka..dgn bicara yg masih cadel dan lucu menggemaskan, dan ikut masuklah si ade, yang disusul sama pembantunya karena sambil disuapin, jelas dong si ade,liat kakanya sama temennya pada maen air sungguh seru bangeet....

Dan ikut basah deh baju piyamanya, karena si ade baru aja mandi dan wangi kayu putihnya, si Bibi manggil-manggil, "de....de...sini a' dulu...sini ade udaj mandi" dateglah si ade dan udah basah kuyup, ikut maenin air.

Spontan dong...si bibi dah cape abis mandiin..." aduuuuh....tuh basah kan...sama bibi pukul yaaaa...jebreet...jebreeet...jebreettt.." pantat, paha,
kakinya....nangis sambil teriak tuh si ade...miriiiiissss liatnya,akunya juga ikut sedih,jengkel,pengen bentak tuh si bibi, si ade dah nangis menjerit, si bibi masih blom puass, " udah diem...jangan nangis...jebreet...jebreett"

Aku jadi teringat Abah dan Ibunya (sebutan anaknya), mereka orangtua baik,penuh perhatian terhadap anak2nya,cuma mereka sibuk kerja diluar, ngeliat itu sampe aku sempet terlontar juga ke si bibi "Bi...maaf si ade blom ngerti apa2 knapa harus dipukul, baju bisa diganti, andaikan Ibunya tau gimana, atau anak bibi sendiri dipukuli orang apa yang bibi lakukan, pastinya sakit hati kan..?? ini juga sama...udah yaa ganti aja bajunya,ga usah dipukul lagi, dan gak boleh yaaa"

si Bibi ngejawab " kesel atuh..baru juga mandi dah basah-basahan lagi" Astaghfirulloh hanya itu alasannya, tapi dah menyakiti fisik dan jiwa si ade tadi.
disitu aku dalam hati menangis.....andaikan anaku sendiri gimana, yaa buat Ayah Bunda smoga tidak terjadi yaa, di Pembantu ayah bunda semuanya, semua kita ambil hikmahnya, yaaa kita gak bisa sepenuhnya percaya sama pembantu, tapi wallohualam, tergatung pembantunya emang....tapi semoga tidak terjadi lagi disekitar kita.

Tuesday, December 08, 2009

Ketika Anak menghabiskan isi Odol dan Isi Shampoo

Subhanalloh..sungguh Luar biasa, sikap, perilaku anak setiap hari sangat menggemaskan...bahkan apa yang mereka lakukan diluar dugan kita...owww...seperti kemaren sore..Azzam (4 Tahun), ketika mandi seperti biasa, kita ajak sambil cerita..dan kemudian, setelah Azzam pake sabun, sikat gigi, plus Shampoonya...karena Umminya ada Call dulu, yaa..dengan senengnya, serunya...ketika dateng lagi kekamar mandi...owww...Azzam lagi berseneng-senang dengan shampoonya...

Katanya "Miii..liat Azzam bikin tanduk di kepala..bagus yaa...terus azaam juga bikin kereta api, bagus yaaaa mii" dalam hati ..duuh itu shampoo sama odol masih baru..tapii, apa mesti kita marah...TIDAKlah, dengan hati nyesel dan itu kesalahan kita aja, kenapa kita udah pakai nggak disimpen lagi ditempatnya hehehe " Subhanalloh Azzam Hebat, Kereeenn....bagus yaa odol bisa dijadiin kereta ( isi odol dikeluarin, dan dipanjangin di bibir bak mandi)."

Dan Busa yang ada ditangannya juga, dia sungguh seneng banget...ngeliat keceriaan anak tersebut, kita gak boleh marah, gak boleh bentak...sungguh luar biasa, dengan kepuasannya, keceriaan dia...tak bisa tergantikan apapun..berhasil..!!

Dan AKhirnya... aku bilang.." Bagus yaaa shampoonya bisa jadi gelembung, odolnya juga bisa jadi kereta apii,..cobaaa umi juga bisaa bikin gelembung (sambil dicobain).... tapiii besok kalo Azzam mandi lagi, mana ya shampoo dan odolnya ...kan dah abis dibikin gelembung ..gimana yaa caranya besok mandi"

Azzam langsung teriak dengan senengnya..."beli lagi ajaa yaa mii..atau pake sabun umi ajaa....boleehh " hehehe...Uppps...cerdas,..umminya sempet bingung juga..hehehe

Dengan jurus lagi, " Ummi seneng azzam pinter bisa bikin gelembung sendiri, bikin kereta pake odol, tapii ummi sediiih...shampoo dan odolnya habis, kan buat mandi besok pagi gimana..." dengan wajah yang sedih, sampe Azzam ngerasa empati juga...

Dan Abinya juga ikut turun tuh , dan Abinya juga bialng " Abi Juga sedih besok buat mandi Azzam gak pake shampoo dan odol, gimana yaa.."

Tapii, Azzam akhirnya diem, dan bilang " maaf yaaa.." dengan polosnya sambil senyum..." Subhanalloh, iyaa Abi dan Ummi maafin " sambil dipeluk, dicium, dan sambil pakein Handuknya..." Azzam bilang lagi " gak akan cekali lagi " ...uups...Anak Hebat...

Thursday, December 03, 2009

4 Kejahatan Orangtua terhadap Anak...

Thursday, November 26, 2009

Idul Qurban buat Anak

Hari raya Qurban identik dengan penyembelihan kambing dan sapi. Acara ritual ini cukup baik pula dijadikan ajang menumbuhkan keberanian anak. Di kesempatan ini, orang tua perlu mengajak anak-anaknya, terutama yang laki-laki untuk turut membantu proses penyembelihan, atau setidaknya menonton. Dengan melihat proses penjagalan, melihat muncrat dan mengalirnya darah hewan qurban, ini akan menumbuhkan keberanian dalam jiwa anak, sehingga mereka tak terlalu takut melihat darah.

Kebutuhan pengetahuan bisa tergantung dari usia/kedewasaan seseorang.
Yang ingin disampaikan ke anak-anak ketika hadir melihat pemotongan disana bukanlah sekedar proses penyembelihannya (itu bisa disampaikan ketika mereka merasa membutuhkan pelajaran tata cara menyembelih), tapi adalah hikmah dari Idul Qurban itu sendiri, bagaimana mereka mau mengurbankan sesuatu milik mereka untuk sebuah perintah kebaikan dari Tuhan mereka. Bagaimana mereka belajar berbagi dengan sesama (mereka sendiri yang membagikan ke masyarakat sekitar daging yang telah dibungkus rapi) dengan sesuatu yang mereka sukai. Mereka bisa belajar betapa menyenangkannya berbagi dan membahagiakan orang lain..
Itu yang aku harap mampu diserap anak saya dan teman-temannya..

Tapi kadang terpikir juga, selau ada perasaan khawatir dampak yang terjadi ketika si anak melihat langsung pemotongan..yaa..cara kita orangtua yang harus bisa memberikan pengertian yang bisa dicerna sama anak kita.....
Dan anak-anak akan seneng sekali ngeliat kelucuan hewan-hewan Qurban tersebut....yaa, smoga kita semua bisa memberikan manfaat buat anak kita arti penting Idul Qurban....amiin

Saturday, November 14, 2009

Menolong Anak Belajar Mengendalikan diri

Dengan belajar mengendalikan diri, anak-anak bisa membuat keputusan yang tepat dan menanggapi situasi yang menekan dengan cara-cara yang bisa memberikan hasil positif. 
Contohnya, bila Anda mengatakan bahwa Anda tidak akan menyajikan es krim sampai setelah makan malam, anak Anda mungkin menangis, membuat alasan, atau bahkan berteriak dengan harapan Anda akan memberi mereka es krim. Tetapi dengan pengendalian diri, anak Anda bisa memahami bahwa emosi yang meledak-ledak tidak akan membuat Anda memberikan es krim, sehingga akan lebih bijaksana bila menunggu dengan sabar.
Berikut beberapa saran tentang bagaimana menolong anak-anak Anda belajar mengendalikan tingkah laku mereka.
  1. Anak baru lahir sampai usia 2 tahun. Bayi dan balita bisa frustasi karena besarnya jarak antara hal-hal yang mereka inginkan dan apa 
    1. yang dapat mereka lakukan. Sering kali, ledakan emosi merupakan respons mereka ketika menghadapi hal tersebut. Mereka juga kadang mencoba melindungi emosi mereka dengan merusak mainan kecil mereka atau kegiatan-kegiatan lain. Bagi anak-anak yang menginjak usia 2 tahun, cobalah untuk memberikan waktu menyendiri sebentar di suatu tempat tertentu -- seperti di kursi dapur atau anak tangga yang paling bawah -- untuk menunjukkan konsekuensi dari ledakan emosi, dan ajarkan bahwa lebih baik menyendiri sebentar daripada meledakkan kemarahan.
    2. Anak usia 3 -- 5 tahun. Anda bisa saja terus menggunakan waktu menyendiri. Namun, daripada memaksakan batas waktu tertentu, hentikan waktu menyendiri saat anak sudah mulai tenang. Ini membantu anak-anak meningkatkan tingkat pengendalian diri mereka. Pujilah mereka agar tidak kehilangan kendali dalam situasi yang membuat frustasi atau sulit.
    3. Anak usia 6 -- 9 tahun. Saat anak masuk sekolah, mereka bisa memahami konsekuensi yang diberikan dengan lebih baik, dan mereka bisa memilih tingkah laku yang baik dan yang tidak baik. Anak Anda mungkin bisa terbantu dengan membayangkan suatu tanda berhenti yang harus dipatuhi dan memikirkan keadaan tertentu sebelum memberikan respons. Doronglah anak Anda untuk melalui situasi yang membuat frustasi selama beberapa menit untuk menenangkan diri, dan bukannya malah meledakkan emosinya.
    4. Anak usia 10 -- 12 tahun. Anak-anak yang lebih besar biasanya bisa lebih baik dalam memahami perasaan mereka. Doronglah mereka untuk memikirkan apa yang menyebabkan mereka kehilangan kendali dan ajak mereka menganalisanya. Jelaskanlah, terkadang situasi-situasi yang pada awalnya membuat sedih, dapat berakhir dengan sangat berantakan. Bujuklah anak untuk meluangkan waktu sebentar sebelum meresponi suatu situasi.
    5. Anak usia 13 -- 17. Pada usia ini, anak-anak seharusnya dapat mengendalikan sebagian besar tindakan mereka. Tetapi, ingatkan para remaja untuk memikirkan konsekuensi jangka panjangnya. Bujuklah mereka supaya berhenti sejenak untuk mengevaluasi situasi yang menyedihkan itu sebelum memberikan respons dan bicarakanlah masalah-masalahnya daripada kehilangan kendali, membanting pintu, atau berteriak. Bila perlu, disiplinkan anak remaja Anda dengan memberikan hak istimewa untuk menguatkan pesan bahwa pengendalian diri adalah keterampilan yang penting.
    Saat Anak-Anak Lepas Kendali
     
    Berikan contoh yang baik untuk anak-anak Anda dengan menunjukkan cara-cara yang sehat dalam memberikan reaksi atas situasi yang membuat mereka stres. Sesulit apa pun, tetaplah berusaha untuk tidak berteriak saat Anda sedang mendisplin anak-anak Anda. Sebaliknya, cobalah untuk tegas dan fokus pada masalah.
    Saat anak Anda sudah mulai tenang, tetaplah tenang dan jelaskan bahwa berteriak, emosi yang meledak, dan membanting pintu adalah perilaku yang tidak dapat diterima dan ada konsekuensinya -- lalu katakan apa konsekuensinya.
    Tindakan Anda bisa menunjukkan bahwa kemarahan bukanlah cara yang tepat bagi anak-anak untuk meminta sesuatu. Contohnya, bila anak Anda marah di toko serbaada setelah Anda menjelaskan mengapa Anda tidak mau membelikan permen untuknya, jangan menyerah -- hal ini menunjukkan bahwa kemarahan adalah sesuatu yang tidak dapat diterima dan tidak efektif untuk mereka lakukan.
    Bila anak Anda sering kehilangan kendali dan terus mendebat/membantah, antisosial, atau impulsif, atau bila kemarahannya lebih dari 10 menit, bicarakan hal ini dengan dokter anak Anda. Bicarakan pula dengan dokter bila kemarahan anak Anda yang masih sekolah itu disertai dengan:
    • kegelisahan/keresahan,
    • sikap impulsif,
    • sikap menentang,
    • kesulitan dalam berkonsentrasi,
    • harga diri yang rendah, atau
    • menurunnya prestasi di sekolah.
    Pertimbangkan untuk berbicara dengan guru anak Anda tentang susunan ruang kelas dan tingkah laku yang tepat seperti yang diharapkan. Juga, lihatlah pada tindakan Anda sendiri apakah Anda sedang mengatasi sebaik mungkin situasi yang membuat stres. Bila tidak, Anda mungkin ingin bertanya kepada dokter Anda apakah diperlukan konseling keluarga. dan artikel ini akau ambil dari eramuslim, smoga bermanfaat...Amiin

     


Tuesday, November 10, 2009

Pembelajaran buat anak di Lapang Bola


wooowww....Alhamdulillah ternyata seru juga nonton bola di sekolah bola Azka...mungkin karena anak-anak yaa yang maennya, tapi kenyataanya emang seru, lucu, kocak hehehe...tapi anak-anak pada serius juga tuh..pada semanget...
Btw, yang aku tangkep dari permainan itu..sungguh luar biasa...banyak hal untuk dijadikan suatu pembelajaran buat anak, di sekolah bola tersebut  :

  1. Anak lebih gampang bersosialisasi, didalem permainan tersebut anak satu sama lain menjadi adanya kebersamaan bersama temen-temennya...Subhanalloh, gak nyangka begitu gampang juga Azka masuk ke lingkungan baru, tidak seperti biasanya.
  2. Anak belajar disiplin, disini anak menjadi lebih disiplin, dengan waktu yang terbatas, anak tanggung jawab mengelola waktu tersebut, dengan ketentuan yang disediakan oleh pihak SSB, terutama dari pihak pelatihnya.
  3. Anak Belajar konsentrasi, dalam permainan bola buat anak banyak menjadi lebih konsentrasi dalam menghadapi permainannya.
  4. Anak belajar Strategi, Selain konsentrasi yang diterapkan, anak menjadi belajar mencari strategi, strategi permainan, dalam menghadapi perlawanan. kereen juga neh..
  5. Anak lebih Percaya Diri, dengan menunjukkan permainan dengan banyak orang, anak akan lebih percaya diri, dalam menghadapi permainannya...yaa semua yang dihadapi anak belajar penahanan dari lawannya...ppuuiiiihh semangaaattt kaa..!!!
Sungguh luar biasa, setiap permainan pasti ada hikmah didalamnya, begitupun dengan permainan-permainan yang lainnya selain sepak bola, dan tentunya itu semua kita tidak bisa memaksakan kehendak anak, apa yang anak inginkan, atau apa yang anak sukai....semoga kita bukan orangtua yang memaksakan anak...jadilah orangtua yang betul-betul memahami anak....

Friday, November 06, 2009

Amankah Facebook buat anak??

Apakah Anda melarang buah hati untuk punya akun facebook, karena takut berefek negatif pada perkembangannya? Jika ya, sebaiknya ubah pemikiran Anda. Masalahnya, menurut psikolog Maria Susanti, anak usia bangku TK dan SD sebaiknya jangan dilarang 'bermain' facebook.

"Anak-anak, terutama yang sudah duduk di bangku SD, justru bisa mencari tahu sendiri mendaftarkan diri menjadi anggota facebook. Masalahnya, jika ia tahu ajang bersosialiasi ini dilarang ibunya, bisa jadi ia membuat akun facebook dengan nama palsu. Akibatnya, Anda malah tidak bisa mengawasinya," ujar Maria menambahkan.

Facebook memang ajang bersosialisasi di dunia maya yang fun. Anda saja mungkin menikmati fitur-fitur yang ditawarkan situs yang digagas Marc Zuckerberg ini. Tapi, sebenarnya salah satu ketentuan men jadi anggota facebook adalah harus berusia di atas 13 tahun. Namun, tidak sedikit anak-anak yang punya akun facebook. Apakah salah?

"Sebetulnya, buah hati Anda boleh punya akun facebook. Asalkan Anda harus bisa mengawasinya dengan cerdas, tanpa si kecil merasa dimatai-matai," kata Maria.

Rambu-rambu apa yang dipegang orang tua jika anak ingin menjadi anggota facebook?


- Saat mengajarkan si kecil untuk mendaftarkan diri menjadi anggota facebook, usahakan untuk mengetahui password-nya. Jikapun tidak, pastikan Anda menjadi teman pertamanya di facebook.

- Cek isi facebook si kecil untuk mengetahui aktivitasnya secara rutin. Biasanya anak suka mengisi kuis dan bermain game. Bila kuis atau games yang dimainkannya belum layak dia mainkan, sebaiknya berikan penjelasan secara sederhana.

- Beri penjelasan juga padanya agar tidak menyetujui semua orang yang ingin berteman dengannya. Minta dia untuk menerima teman sekolah atau kursusnya. Jika ada orang dewasa yang tidak ia kenal ingin menjadi temannya, minta dia untuk menanyakan hal itu terlebih dahulu pada Anda.

- Hati-hati mengisi status Anda. Anda mesti ingat si kecil bisa membaca status Anda.

- Solusi yang terbaik adalah menemani si kecil saat membuka akun facebook-nya. Minta dia untuk membuka facebook di komputer yang diletakkan di ruang keluarga, sehingga Anda tetap bisa mengawasinya.

by. petti lubis di berita yahoo.com

Sunday, September 27, 2009

Memaknakan Lebaran buat Anak

Lebaran atau Idulfitri, seringkali hanya menjadi ritual orang dewasa. Kekhusyukan atau kesyahduan berlebaran lebih banyak dirasakan oleh mereka yang sudah aqil baligh (dewasa secara agama). Idulfitri yang mengandung makna sebagai sebuah hari kembalinya kefitrahan manusia, hanya dipahami dan termaknai secara baik oleh mereka yang telah memiliki kemampuan pemahaman (nalar) yang tinggi. 

Perlu ditegaskan di sini bahwa memang benar anak di usia dini, tidak mesti dan bahkan jangan sekali-kali memberikan beban pembelajaran yang tidak patut untuk diberikan kepadanya. Oleh karena itu, anak di usia dini tidak boleh dibebani dengan muatan kepentingan yang aneh-aneh.

Dengan kata lain, kalau memang anak-anak kita baru mampu memahami Lebaran sebagai sebuah 

pesta kebahagiaan, biarkanlah mereka pahami seperti apa adanya. Jika bagi mereka makna Lebaran itu adalah makan ketupat, 

biarkanlah berkembang seperti itu adanya. Sebab, jika mereka diceramahi tentang makna Lebaran, terlebih lagi diceramahi 

dengan dalil agama atau kajian ilmiah, mereka akan semakin bengong, bingung dan tidak menyukai datangnya Lebaran. 

Hal yang paling penting bagi kita saat ini, adalah memberikan suasana lingkungan Lebaran, sebagai bagian dari usaha sadar orang tua dalam membimbing dan membina tahapan perkembangan anak-anak. Inilah poin penting, dan kesadaran penting yang perlu kita garis bawahi dengan benar. Kita tidak mungkin merubah pesta sosial Lebaran anak-anak. Yang akan kita lakukan, adalah memberikan sentuhan pembelajaran atau sentuhan edukatif kepada anak-anak yang sedang merayakan pesta Lebaran. 

Seorang Abi atau Umminya, juga kakak-kakaknya, perlu lebih banyak memberikan ruang partisipasi anak untuk mengetahui seluk-beluk atau apa yang ada di sekitar dirinya, ketika dia mengalami dan menjalani rangkaian kegiatan Lebaran. Orang yang lebih dewasa, dituntut untuk banyak bercerita, dalam bahasa Sunda disebut dengan istilah "loba baceo" menceritakan apa yang sedang terjadi, atau apa yang sedang dilakukan. Sehingga, anak kita ini bukan hanya mengalami dan menjalani rangkaian berLebaran, tetapi juga mengetahui mengenai apa yang dilakukannya. 

Sebagai Contoh Azka (7th)...biasa dipanggil Kakak, Lebaran taun ini sangat berharga & Istimewa bagi Kaka, dia sangat menikmati dan banyak mengamati apa itu Lebaran, selain itu, Lebaran Taun ini adalah Pesta dari rangkaian kegiatan Shaum selama sebulan full tamat sampai Maghrib..Alhamdulillah...!!!

Jadinya dari mulai Lebaran tiba, ketika akan pergi Sholat ID Kaka udah nanya 
"Mii...koq Kaka nggak makan Shaur lagi?"
aku jawab "Ka..kan sekarang Lebaran, udah nggak Shaur lagi, sekarang Saatnya kita Sholat ID..yuuk kita semua mau ke Mesjid.."
Kaka masih bingung "Aneh..." Sambil bawa sajadah dan banyak sederet pertanyaan selama diperjalanan menuju mesjid sama Abinya...bla..bla...

Setelah selesai Sholat, ketika udah nyampe rumah, Kakak Nanya lagi.."Mii...pas mau sholat..koq Allahu Akbarnya banyak, ada 7 kali, emang kalo sholat Idul fitri beda ya sama sholat subuh.."

"Iya Shalih...bedanya apa yaaa"
Kaka : " bedanya kan Allahu Akbarnya banyak, 7 kali dan 5 kali....kalo sholat subuh sama 2 rakaat, tp AllahuAkbarnya sekali "
"Subhanallah..Kaka Anak cerdas "

(Padahal kita belum ngasih tau lho sholat ID berapa Rakaat dan berapa kali Takbirnya..hehehe..)

Kakak: " Mii..harus salaman ya...duuuh capek ah" dengan polosnya hehe
"Kaa...Lebaran tuh saling Maafan juga, kita akan bersilaturahim ke semua saudara, tetangga, temen, bu Guru,Pak Guru..."
Kakak : " Ternyata Lebaran seruu juga yaa..Ummi banyak ya sodaranya..Lebaran harus bermaafan ya  mi..jadinya kalo bermaafan 

terus, gak punya dosa dong..." sambil senyum...
"hehehe..Insya Allah ka..semuanya bisa menghapusa dosa, dan kembali ke hati yang bersih..gimana Kaka seneng gak Lebaran "

Kakak ; " SEneng..Mii kakak jadi punya banyak temen baru (anak-2 sodara), jadi banyak uang, banyak yg ngasih kan Kakak 

Shaumnya tamat, jadi yang ngasihnya ditambahin, yg lain mah nggak ditambahion, kecuali shaumnya tamat tambah"

" oooh masaa !!!!...Asyyik dong yaa, kalo lebaran apalagi tamat Shaumnya, banyak hadiah juga, tambah temen, baju juga baruuu..hehe"

" Mii..Rame yaa Lebaran, Kakak juga tadi salam-salaman sama temen kaka,teruus kaka bilang ketemen kaka ...maaf yaa.."
"Subanallaoh..iyaa..hebat, terus gimana lagi.."

"Kan Mii Kaka liat Abi sama Ummi, Salaman, terus bilang Maaf lahir bathin...Kaka juga ketemen bilang gitu.."

"Oyaa..." SEdikit kaget..jadi makna lebaran buat Kaka saling bermaafan, silaturahim, tanpa harus di beri tahu, cukup dengan contoh dan pengertiannya arti dari lebaran...Subhanallah, anak lebih menyerap dengan Memberikan pengalaman nyata dan mengajak berdialog anak, merupakan sebuah upaya meningkatkan partisipasi psikologi anak-anak dalam memahami dan memaknai kejadian hidup atau perilaku dirinya. 

Dan yang terakhir tadi malen Kakak Bilang " Kaka mah jadi kangen iih Shaur lagi....kangen Lebaran Lagi "

Ooooow..Subhanalloh, smoga kita bisa bertemu lagi dengan bulan yg suci di Tahun yang akan Datang...AMiin...

Thursday, September 03, 2009

Mii...Knapa Gempa Terjadi yaa??


Kejadian Gempa Bumi yang terjadi kemaren tgl 2 september '09 sangat membekas buat anak-anak...dari terjadinya gempa tersebut Anakku yang sulung Azka (7th) lagi main sepeda, dan katanya mau ikutan lomba tamiya...Hmmm ceritanya "ngabuburit"..Duuh bener-bener kaget..yang jelas dipikiranku mana Kaka yaa...soalnya yang kecil ada sama saya...

Tak lama dia datang, langsung ngoceh....siap-siap dengan pertanyaannya, ternyata iyaa......"Mii tadi ada gempa yaa...Mi..mi kenapa ya mii semuanya bergerak...knapa ya mii semuanya pada takut..ada yang lari-lari...barusan juga Kaka disuruh Pulang sama yang tukang Tamiyanya...terus katanya takut...knapa takut ya mii.....padahal kan itu semua Ciptaan Allah..kan Gempa ciptaan Allah ya mii...iih aneh..kaka mah nggak takut da' main sepeda lagi..cuman Inget Ummi aza..jadi pulang deh..."..

Subhanaalloh...Ocehan dari mulutnya ketika dia baru nyampe rumah setelah gempa berhenti...nggak ada titikkomanya, teruuus nyeroscos hehe..sampe-sampe Aku dibuat bingung pertanyaan mana dulu yaa yang harus dijawab, sementara kita masih berasa banget gerakannya itu...ada pusingnya....ketika saya tanya " Kak Pusing gak.." dia jawab "Nggak kan tadi kaka mah main sepeda cuman aneh aza koq muter dan semuanya gerak"..

Saya nggak nyangka apa yang dia Ucapkan dari mulutnya akan mengeluarkan sederet pertanyaan..."iyaa Ka..Gempa  ciptaan Allah..bukan takut mereka menghindar khawatir rumah roboh..kalo udah roboh...pastinya kita sakit, dan kemungkinan terjadi ada yang meninggal, makanya semua pada keluar rumah, menyelamatkan dirinya masing-masing...terus knapa gempa terjadi, karena ada  pergerakan lempengan bumi yang terjadi secara tiba-tiba.." belum aku beres dia udah motong lagi...",    "ooh gitu terus knapa dan knapa...bla..bla..bla"...pertanyaannya panjang lagi sampe dia nanya juga skala litcher itu apa..duuh dapet darimana lagi, katanya denger tadi di mesjid dari bapak-bapak  "iya mii tapi  Kaka ada ide...kalo gitu Kaka mau masuk rumah dulu yaa..mau ngambil Buku.." ....

Ternyata apa yang ada dalam Idenya dia bawa Buku tentang Gempa Bumi...Mungkin Jawaban belum puas, dan dia inget punya buku tentang Gempa..dia ceritakan sama temen-temannya...sampe-sampe temannya banyak ngasih pertanyaan, eeh anakku mendadak jadi pencerita buku , dengan gayanya bercerita sambil nunjukkin gambar-gambarnya...

Subhanalloh..Nggak nyangka Kaka bisa menceritakan kembali sama temen-temennya, yang diceritakan  saya tadi dan berdasarkan buku juga....Alhamdulillah ..*I love U full Kaka & Azzam*

Wednesday, August 26, 2009

"Ngabuburit" seruu bersama Anak

Menunggu waktunya Buka Shaum (Ngabuburit)...kita lakukan bisa dimana aza..termasuk dirumah pun, kita lakukan dengan senang hati, terutama bersama anak kita.......Alhamdulillah tahun ini Azka udah mulai Full Shaum sampai Maghrib...Subhanalloh..luar biasa banget, karna di setiap jam-jam terakhir mau Buka...udah mulai gelisah....udah banyak nanya, "miii berapa jam lagiii"..."miii berapa menit lagi".......

Pertanyaan itu terus diulang...sampe anakku ikut ke dapur...dan suatu saat...karena Umminya jarang bikin Kolak pisang sendiri, (karna efektifitas waktu, dan hanya berempatan akhirnya suka beli hehehe)...
Dan hari kelima Shaum..Azka ngasih ide...katanya " kolak pisangnya pengen Ummi yang bikin"..
Akhirnya bikin deh...tapi saat pembuatan Kolek tersebut..Azka ikut terlibat...."Umiii aku bantuin yaa"...

Subhanalloh Kaka bantuin Ummi... dari pemotongan pisang...sampe jadi kolek tersebut....didalam pengerjaan kolak tersebut..azka banyak nanya " mii pisangnya jadi banyak yaa...." trus miii ini....mii itu.... dan banyak lagi sampe dia cerita disekolahnya, temen-temannya...apa yang dia mau...apa yang bikin dia bete...waduuh ...jadi keluar semua yang ada di hatinya....sungguh luar biasa..sambil kita terus pancing obrolannya....Subhanalloh....sampe akhirnya Pertanyaan terakhir buat saya....."Miii...nanti kalo kaka shaumnya tamat sampe mau lebaran (maksudnya Fulll sebulan)....mau ngasih Hadiah apa????"...hehehhe..ada maunya juga yaa...tapi itu sesuatu yang Luaar biasa....."Insya Allah ada suatu kejutan Buat Kakak nanti lebaran...."

Nah..."Ngabuburit" bersama anak ...sungguh menyenangkan sekali..kita benar-benar BERSAMA anak...kita gali terus perasaannya, pikirannya....Insya allah bisa...ternyata bisa, dan disitu pula anak merasa terlibat, banyak suatu hal yang baru didiri anak....kita pun merasa ada sesuatu yang istimewa, walaupun bentuk potongan pisangnya..tidak sesuai apa yang kita mau..tapi tetep kita hargai...Biarin aza..kan mau dimakan ini hehe....potongan pisang khas Azkaku..."I love You full Kakak & Azzam"....

Thursday, August 20, 2009

membiasakan sholat pada anak

sesungguhnya setiap anak itu cerdas, kreatif, tapi tergantung kita orangtua sebagai model buat anak-anaknya, dengan kita membiasakan sholat berjamaah, ketika waktunya sholat anak akan terbiasa dan akan selalu ingat waktunya sholat, itu sebagai pembiasaan buat anak, anak akan tidak merasa terpaksa, begitu pula dengan pembiasaan yang lainnya.

Posted by ShoZu

membiasakan sholat pada anak

sesungguhnya setiap anak itu cerdas, kreatif, tapi tergantung kita sebagai orangtua yang menjadi model dalam setaip prilaku kita, begitu juga sholat, kita tidak perlu memaksakan anak sholat, dengan pembiasaan berjamaah, dengan kita sholat didepan anak pun, anak akan mengikutinya, dan akan terus dan terus, setiap waktunya sholat anak menjadi tau, bahwa ini waktunya sholat.

Posted by ShoZu

Monday, August 17, 2009

Persiapan Ramadhan Buat si Kecil

Beberapa hari lagi, insya Allah kita akan kedatangan tamu agung, tamu yang ditunggu-tunggu
kaum muslimin yang beriman. Tamu itu adalah bulan Ramadhan. Di antara persiapan menyambut bulan mulia ini yang perlu Anda cermati adalah bagaimana mempersiapkan anak-anak yang masih kecil dan baru akan belajar puasa.

Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Keberhasilan mengkondisikan anak, memerlukan persiapan sejak jauh hari. Berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik bagi putra-putrinya selama bulan Ramadhan. 

A. 5 Hari Sebelum Ramadhan: Mengenalkan Lewat Cerita

Stasiun TV biasanya getol mengiklankan acara-acara andalannya guna menyambut Ramadhan, bahkan jauh sebelum bulan Ramadhan tiba, Anda pun harus memiliki cara khusus untuk mempersiapkan putra-putri Anda. Caranya? Mudah saja, manfaatkan kebiasaan
dongeng atau bercerita yang biasa Anda lakukan. Hanya saja temanya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. 

Pilih cerita-cerita Islam yang menggambarkan suasana puasa dan keutamaan bagi yang
menjalankannya. Bisa juga cerita mengenai kisah-kisah menarik seputar Ramadhan,
baik mengenai sahabat atau Rasulullah yang berjuang di bulan Ramadhan. Atau
Anda dapat mengarang sendiri cerita yang ada hubungannya dengan tema tersebut,
selain menceritakan pengalaman masa kecil Anda ketika menjalani ibadah puasa.
Ini akan lebih menarik minat anak, karena cerita tersebut lebih hidup dan Anda
leluasa berimprovisasi. 

Prolog Ramadhan melalui cerita ini dapat dimulai seminggu sebelum datangnya bulan
Ramadhan. Di antara waktu bercerita tersebut Anda dapat mengajak anak untuk
membuat rencana kegiatan selama bulan Ramadhan nanti, plus target yang ingin
mereka capai. Kemukakan juga harapan apa yang Anda harapkan untuk mereka
lakukan. 

Lewat cerita ini, suasana Ramadhan sudah terbangun dalam alam pikiran anak. Sehingga
ia akan mengharapkan kedatangan bulan ini dengan penuh semangat dan antusias.

B. 3 Hari sebelum Ramadhan: Membangun Suasana

Suasana rumah yang berubah juga akan mempengaruhi semangat anak. Misalnya dengan
mengubah penataan rumah, mempersiapkan ruang khusus untuk sholat berjamaah dan
tadarus Al-Qur'an. Ajak anak-anak menghiasi ruang tersebut dengan tulisan
kaligrafi dan gambar islami. 

Demikian pula untuk dekorasi rumah maupun kamar, bangun nuansa islami. Misalnya dengan
mengubah letak play station, tv ataupun buku dan majalah yang bersifat umum,
berganti dengan buku-buku atau majalah keislaman yang mudah dijangkau.

Kamar tidur anak dapat dihias dengan tulisan hadist, motto ataupun semboyan yang akan
membangkitkan semangat mereka jika nanti menahan lapar dan haus ketika puasa.
Tempelkan juga target dan jadwal kegiatan yang telah disusun bersama. Ibu
sebaiknya mempersiapkan bintang-bintang yang siap ditempel untuk setiap rencana
yang berhasil dicapai anak. Kerjakan bersama anak agar ia termotivasi untuk
mendapatkan bintang sebanyak mungkin sampai akhir Ramadhan. 

Kebiasaan Ayah mengecat rumah menjelang lebaran, yang biasanya dilakukan pada saat puasa, dapat dimulai justru sebelum Ramadhan. Di samping membangun mood anggota
keluarga, juga agar selama Ramadhan lebih banyak waktu yang dapat digunakan
untuk kegiatan ibadah. 

C. 2 Hari Sebelum Ramadhan: Persiapan fisik

Ibu dapat mulai menyusun menu dengan gizi yang seimbang untuk anak yang puasa. Juga
mulai melatih pola makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali saja. Bila dilihat
dari pola kebiasaan makan, berpuasa sebetulnya hanya memindahkan jam, atau
mengurangi satu kali waktu makan saja. Bila biasanya makan 3 kali sehari, menjadi
2 kali, yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa. 

Penyusunan  menu ini untuk menghindari terjadinya kekurangan zat gizi pada anak. Kecukupan gizi pada anak akan terpenuhi apabila saat berbuka dan makan sahur mereka
mengkonsumsi makanan yang beragam dalam jumlah yang cukup. 

D. 1 Hari Sebelum Ramadhan: Sahur Yuk!! 

Bila esok mulai berpuasa, berarti malam sebelumnya kita akan melaksanakan sholat
taraweh dan sahur. Melatih anak-anak untuk berpuasa dapat dimulai dengan
belajar bangun malam untuk makan sahur bersama. 

Untuk menarik minat anak, siapkan menu makanan kegemarannya dan buat suasana sahur
menyenangkan baginya sehingga tidak merasa berat bangun tengah malam. Biarkan
anak makan di akhir waktu sahur. Awal puasa, biarkan mereka coba dulu puasa
hanya setengah hari. Ia akan berbuka pada tengah hari karena masih latihan.
Dengan cara latihan yang bertahap seperti itu, si anak tidak merasa berat lagi
untuk melakukan puasa. 

E. Nilai Plus Puasa Bagi Anak 

Banyak sekali nilai plus dari puasa termasuk untuk anak-anak. Nabi Muhammad SAW
bersabda: "Berpuasalah, niscaya kamu sehat." Dari sisi kesehatan, ibadah puasa memberikan istirahat pada organ-organ pencernaan tubuh, termasuk sistim enzim dan hormonal, yang kemudian akan bekerja kembali dengan lebih sempurna. 

Selain itu anak-anak yang mencoba untuk ikut berpuasa, sesungguhnya sedang dilatih
untuk berdisiplin. Berdisiplin untuk bangun sahur pada malam hari, makan tepat
waktu berbuka dan menahan nafsu. Termasuk sebagai latihan untuk taat pada
perintah agama. 

Latihan ini bukan hanya pada menahan lapar saja, tetapi lebih penting pada esensi
berpuasa itu sendiri. Karenanya, bila memang belum waktunya anak puasa penuh,
biarlah mereka berbuka di tengah hari. Bukankah segala sesuatunya berlangsung
bertahap? Termasuk dalam mendidik si kecil dalam hal puasa. 

Pembiasaan puasa juga bisa mendidik anak-anak untuk jujur, misalnya mereka tetap berpuasa sekalipun teman-temannya di sekolah tidak. Kalaupun karena tidak kuat menahan
lapar atau godaan teman ia terpaksa berbuka di luar rumah, anak juga bisa
diajar untuk berterus-terang, bukan berbohong dan malu mengakui kesalahannya.

Sunday, August 16, 2009

Anak marah-marah

Cara mengatasi sikap manja yang berlebihan apalagi sampai mengganggu kemandirian anak diantaranya adalah dengan :

1. Melakukan pengenalan terhadap pengalaman pribadi kita, kemudian sadari bahwa masa kecil yang kurang bahagia, dikekang atau serba kekurangan tidaklah berarti dengan begitu kita ingin memanjakan anak kita lantaran tidak ingin terulangnya masa-masa yang lalu tersebut terhadapnya.

2. Anak jangan selalu dijadikan sebagai pusat perhatian. Sebaiknya usahakan agar anak juga banyak melihat kegiatan dan mendengar pembicaraan orang-orang disekitarnya.

3. Anak yang merengek minta perhatian. Cobalah alihkan dengan hal lain yang disukainya. Lakukan hal ini setiap kali sambil menjelaskan bahwa anak perlu melakukan hal penting terlebih dahulu.

4. Berilah contoh cara bergaul yang baik. Misalnya, dengan mengajarkan anak kita meminjamkan barang yang diperlukan oleh temannya.

5. Berikan pelukan kasih sayang dan kata-kata yang membuat dirinya nyaman.

6. Jika keinginan anak bermanja secara tiba-tiba meningkat dan nampak dengan jelas ada reaksi pada waktu-waktu tertentu. Berikanlah waktu pada anak untuk menyesuaikan diri memenuhi kebutuhannya tersebut.

Adapun untuk mengatasi masalah prilaku anak yang senang memukul, mencubit atau menendang adalah sebagai berikut :

1. Orang tua bersikaplah tegas dengan menegakkan disiplin yang sudah disepakati bersama (antara anak dengan orang tua).

2. Reward, berikanlah reward atau ganjaran yang positif untuk tingkah laku anak sesuai dengan yang diharapkan. Langkah ini di ambil manakala anak bertingkah laku baik seperti tidak memukul. Saat seperti itu berilah ia hadiah atas usahanya untuk berubah. Dan tidak harus hadiah selalu berupa barang tapi bisa dengan pelukan, ciuman, makanan kesukannya atau sekedar dengan ucapan terima kasih.

3. Ajarkanlah ketrampilan sosial pada anak. Karena anak perlu dilatih mengatakan apa yang ia kehendaki dan memikirkannya secara jelas.

4. Pada saat yang tepat. Berilah alternatif dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain, dan bercerita serta orang tua bertindak sebagai pendengar aktif.

5. Menetapkan aturan yang jelas. Artinya orang tua harus tegas ketika anak melakukan aksinya. Sehingga nada bicara maupun ekspresi menunjukkan bahwa orang tua tidak sepakat dengan aksi itu. Contoh, ketika anak menendang maka kita bisa mengatakan : “Maaf ade, kalau ade masih suka menendang seperti itu, maka mama tidak izinkan ade untuk bergabung bersama kakak dan mama melanjutkan permainan ini!”

6. Selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan anak sesibuk apapun kita. Karena salah satu sumber perilaku negatif anak adalah karena kebutuhan akan kasih sayang yang tidak terpenuhi, terutama dari orang tuanya. (by . Eramuslim dot com)

Saturday, July 25, 2009

My First Online experience

Saat itu aku baru mempunyai anak satu.....prinsipnya saat itu aku nggak tahu dan belum tahu apa yang namanya internet.....pokoknya gaptek banget deh... Awalnya pada tahun 2005 dan saat itu pula kebetulan saya lagi hamil anak yang kedua...Ingin rasanya ada kegiatan yang positif tapi bisa berharga juga waktu untuk anak-anak..dan yaa..mudah-mudahan bisa menghasilkan hehehe...

Dan setelah ngobrol-ngobrol bersama Suami..ada masukan gimana caranya di rumah tapi bermanfaat juga alias tidak kuper..nah saat itu pula suami memperkenalkan saya tentang dunia maya ini, dan belajar browsing di google, yahoo, dan pada saat saya mengetikan salah satu kata di searching google...woooow...ternyata keren juga, banyak informasi-informasi yang bermanfaat..."kasihan ya baru tau"hehehe...

Setelah itu juga, karena setiap masuk kebeberapa web harus memasukkan alamat email....waduh nggak tahu banget apa itu Email..yang akhirnya saya diajarin suami untuk belajar membuat email, awalnya dari plasa.com...nah pada saat browsing itu..saya menemukan web yang isinya untuk kursus Online gimana menghasilkan dari internet...Puiiih... tertarik juga, dan saat itu pula saya dianjurkan untuk ikutan tapi nggak lama..dan nggak sampe selesai..hanya sampe pembuatan bikin Blog, tapi hanya dasarnya saja....

Akhirnya nyari-nyari sendiri dan selanjutnya saya mencari keyword "kerja dirumah", ternyata keluar banyak pilihan..dan menemukan web yg didalamnya sebagai wadah para bunda..iiih senengnya sampe masuk ke Web tersebut dan iseng klik setiap link, banyak berita bagus...dan disitu pula saya mengenal Mailing list..apa itu mailing List....dan ternyata di Millist tersebut, harus mempunyai Account Yahoo..dan alhamdulillah dicoba bisa, dan sampe akhirnya ikutan millist tersebut  dari tahun 2005 akhir sampe sekarang....

Selain  itu pula saya sambil belajar blog....dan saya merasa nggak puas karena di Millist tersebut, banyak yang mempunyai blog udah pada bagus semua....dalam hati saya pengen seperti mereka..dan saya browsing terus menemukan Blog yang penuh inspiratif..dari bagaimana cara membuat blog sampe bikin kontennya, widgetnya, ..  waaah pokonya gimana caranya blog kita cantik dan menghasilkan hehehe...

Pada tanggal 5 juli 2006 saya sudah terbit postingan pertama dengan judul "cara menghentikan tangisan bayi"..Senengnyaaa..punya blog walaupun saat itu templatenya masih original, dan sambil postingan terus, saya nyari template-template lagi yg bagus....dan mencari informasi untuk mempercantik blog..dan Blog yang saya kelola saya mengambil tema dunia anak, karena saat itu saya sangat berharap terjun di dunia maya dapat menginspirasi saya dalam pengasuhan anak...yang akhirnya saya selalu mengumpulkan artikel-artikel tentang anak...hasilnya yaa sampe sekarang tetep menulis..sampe tidak dari artikel aza, tapi pengalaman pribadi dari pengasuhan anak sendiri...

Nah dari belajar dan belajar mempercantik Blog, dan template pun dari tahun 2006 3 kali ganti template yang gratisan....dan tahun 2008 ada seorang teman blogger juga yang bersedia membuatkan template yang cantik dan full colors...yang alhamdulillah sampe sekarang saya pakai..terima kasih ya Mbak Rini.....

Dan sepanjang  2006 -2009 saya mengikutti terus reseller-reseller dan pasang iklan orang lain...,...dan ternyata berhasil..ppuiiih... seneng juga kalau udah ada transfer dari hasil ngeblog...hehehe maaf ya agak narsis...hanya ini adalah suatu pengalaman yang sangat berharga dalam hidup, dan banyak teman, wawasan, pengetahuan di dunia IT dan dari ngeblog juga saya akhirnya bisa menjual produk sendiri yaitu penjualan buku....

Dalam pembuatan Blog tersebut memang tidaklah gampang tapi penuh dengan perjuangan, yaa akhirnya saya belajar OTODIDAK dalam ngeblog, bikin web,  juga sampe mengotak -ngatik HTML sendiri...wooow...asyik juga sampe sekarang menjadi suatu hobby, dan dalam membangun Blog tidak jarang pula saya begadang sampe subuh, karena pengen yang terbaik buat blog saya...dan disitu mempunyai suatu kepuasan bathin saya kalau hasilnya bagus....dan sungguh senengnya kalo ada teman-teman blogger komentar dan karena pasang Oggix untuk buku tamu..kalau banyak yang nulis disitu..seneng, bangga..dan termotivasi terus dalam belajar dan belajar mengelola Blog dan yang lainnya ...

Dari situ pula saya belajar SEO nya..(optimasi search engine)....dan berhasil  dari tahun 2007 sampe sekarang Blog saya tetap diurutan pertama  di Google, kalau orang mencari kata kunci "Dunia Anak"...dan "tips dunia anak"...dan di Yahoo berada di rangking 3 tetep halaman pertama.....sungguh senengnya....ayoo semangat..!!!

Nah dari Blog juga saya bisa menjadi saya sendiri..dan setiap kegiatan apapun..saya selalu berada di bidang yang saya tekuni sekarang