.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Wednesday, August 30, 2006

Tips mengenal MATEMATIKA untuk si kecil

Pengenalan matematika tidak hanya di bangku sekolah saja akan tetapi bisa dikenalkan pada usia batita dirumah..bahkan kita hidup tidak lepas dari matematika..seperti Di dapur, di kamar tidur, di mana saja si kecil bisa belajar matematika.


Pengenalan konsep matematika sejak batita diyakini akan membantu memperkuat intelektualitas anak di bangku sekolah. Asal tahu saja, kemampuan menyerap pembelajaran matematika pada siswa SD terbukti tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan anak, melainkan juga pengalamannya selama era prasekolah.


LOGIKA KESEHARIAN
* Bentuk dan perbedaan
Pengenalan matematika pada batita hendaknya lebih menekankan pada pengenalan logika yang menunjukkan bentuk dan perbedaan. Contohnya pengenalan bentuk lingkaran, bola, segitiga, bujur sangkar, persegi panjang, kubus, balok dan silinder.

Alangkah baiknya jika aneka benda dalam berbagai bentuk tadi memiliki beragam warna serta dapat mengeluarkan bunyi-bunyian. Jadi selain dapat melihat dan meraba bentuknya, benda-benda tadi juga bisa digunakan untuk menstimulasi indra pendengaran si kecil.


Pengenalan yang paling sederhana dapat dilakukan dengan senantiasa menciptakan "lingkungan matematika" di rumah. Misalnya, ayah dan ibu tidak lupa menyertakan bentuk benda yang dipegang si kecil. "Yuk kita makan dengan piring bundar dan minum dari gelas silinder ini." Boleh jadi selama ini bapak dan ibu sudah melakukannya, tapi tak menyadari kalau yang dilakukan sebenarnya bernuansa matematika. Contoh lagi, "Ayo Dek, susunya dihabiskan dong. Masih separuh lagi, Sayang. Anak pintar kan minum susunya habis satu gelas." Pembiasaan-pembiasaan ini hendaknya dilanjutkan agar anak terlatih melek matematika.

* Mendongeng atau bercerita
Matematika bisa diselipkan ketika ayah/ibu sedang mendongeng kepada si kecil. Saat bercerita tentang induk ayam yang sedang bertelur, contohnya, sampaikan berapa jumlah telur yang ada, apa bentuk telur dan sebagainya. Lama-kelamaan batita akan mengerti mengenai konsep jumlah dan bentuk. Terutama bila orangtua bisa kreatif mendongeng berbagai cerita yang selalu mengaitkan dengan konsep matematika seperti aneka bentuk, pengurangan dan penjumlahan sederhana, serta perbandingan. Jangan lupa, kala bercerita tunjukkan ekspresi dan suara penuh penjiwaan sehingga anak merasa tertarik.


* Menunjukkan bentuk benda apa saja
Mengenalkan konsep matematika tak melulu harus menggunakan peraga dari balok kayu. Bisa juga dengan buah yang berbentuk bulat dari pohon atau kantong belanjaan. Atau bisa juga dengan memanfaatkan benda/perkakas apa saja yang ada di rumah. Misalnya kotak perhiasaan ibu yang berbentuk kubus, atau piring makan yang berbentuk bundar. Pendek kata, segala sesuatu yang mengarahkan asosiasi anak pada konsep matematika hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Menunjukkan penjumlahan dan pengurangan pun dapat dilakukan dengan memperlihatkan benda secara langsung.


* Mengenalkan pada konsep angka
Bukan sekadar lewat hapalan 1 sampai 10 ataupun pengurangan dan penjumlahan rumit. Melainkan lakukan dalam hal-hal sederhana yang konkret, semisal nomor-nomor di pesawat telepon. "Dek, mama mau telepon Eyang nih. Adek yang pencetin nomornya ya," sambil menyodorkan secarik kertas yang memuat angka-angka yang ditulis dalam ukuran cukup besar.



* Memasak di dapur
Memasak sebetulnya merupakan aktivitas yang sarat matematika karena berkaitan dengan kemampuan mengatur porsi, menakar, mengukur, dan menentukan waktu. Meski si batita belum mengerti sepenuhnya mengenai satuan ukuran dalam timbangan dan gelas ukur, kenalkan saja.

Ketika membuat jus jambu, misalnya, katakan dengan suara cukup lantang, "Yuk kita masukkan sebuah jambu yang sudah dipotong jadi empat bagian ini. Tambahkan gula pasir dua sendok makan dan setengah gelas air putih." Dengan cara ini, si kecil mulai memasukkan konsep-konsep angka dalam kepalanya.


Bila ia ngotot ingin membantu ibu membuat kue, beri kesempatan kepadanya untuk membantu menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan. "Adek masukkan tepung 200 gram. Nah, sekarang lihat jarum timbangannya bergerak sampai di angka dua ratus." Harap dicatat, si batita tentu belum tahu berapa ukuran 200 gram itu. Tapi dengan pembelajaran secara langsung ia mulai mempelajari simbol-simbolnya. Bukankah angka berkaitan dengan simbol?

* Membandingkan ukuran
Pembelajaran yang satu ini pun bisa dilakukan di mana saja. Ketika di meja tergeletak 2 pensil yang berbeda ukuran, Anda bisa menanyakan, "Dek, mana ya pensil yang lebih panjang dan mana ya yang lebih pendek?" Atau ketika sedang menyaksikan tayangan kartun, pancing anak dengan pertanyaan mengenai siapa yang badannya lebih besar, apakah Tom si kucing dan Jerry si tikus. Atau ketika ibu menenteng dua tas sepulang belanja, tanyakan "Menurut Adek, mana ya tas yang lebih berat?"

Sebenarnya di saat melakukan berbagai aktivitas di atas, orangtua sudah mengajarkan pada anak batitanya konsep panjang, berat dan sejenisnya meski masih pada tataran sederhana. Ini berarti fungsi kecerdasan matematika mendapat stimulasi lewat cara-cara sederhana.

AGAR MENYENANGKAN

  • Sampaikan dengan cara menyenangkan dan kreatif, di antaranya lewat beragam permainan dan kegiatan di rumah.
  • Bersikaplah sabar dan telaten, tidak memaksa
  • Mulailah saat si kecil relaks kapan dan di mana saja. Namun, gantilah segera topiknya kalau si kecil mulai bosan dengan obrolan matematika. Mungkin ia sedang ingin belajar yang lain atau bermanja-manja
  • Perhatikan faktor keamanan. Alat peraga seperti gelas kaca berbentuk silinder memang contoh yang baik, tapi bisa berbahaya. Kalau jatuh dan pecahan kacanya mengenai si kecil bisa-bisa ia mengalami trauma.
  • Perbanyak referensi mengenai matematika untuk usia dini
  • Reward dan punishment sebaiknya tidak diterapkan di usia batita karena tujuan pengenalan matematika pada batita bukanlah untuk mengetesnya mampu berhitung atau tidak.
    sumber dari nakitaonline

Tuesday, August 29, 2006

Kiat Mendidik Anak Agar Gemar Menabung

Salah satu hal yang paling penting dalam mendidik anak adalah keteladanan dan lingkungan. Oleh karena itu untuk mendidik anak agar gemar menabung, otomatis diperlukan keteladanan dari lingkungan yang gemar menabung....kiat ini aku ambil dari www.eramuslim.com hmm..bagus juga tipsnya.

Untuk membangkitkan minat menabung pada diri anak, yaitu dengan cara:

  • Siapkan celengan dengan bentuk yang menarik dan unik
  • Bedakan warna setiap celengan sesuai warna favorit pemiliknya dan cantumkan nama pemiliknya, misalnya Abi, Ummi, Aa, Ade dengan huruf yang variatif.
  • Letakan celengan berdampingan ditempat yang mudah dilihat dan dijangkau.
  • Setiap pagi, setelah anak mendapat jatang uang saku. ayah atau ibu mendahului mengisi celengan di depan anak sambil berkata, "Wah celengan Abi sudah banyak nih isinya. Abi pasti jadi juara."
  • Celengan dibuka setiap akhir bulan dan dihitung jumlahnya bersama-sama.
  • Pemilik jumlah terbanyak, celengannya berhak menempati urutan paling kanan diikuti juara dua dan seterusnya.
  • Uang celengan boleh digunakan untuk membeli barang yang diinginkan tanpa ada tambahan dari orangtua.


Selain itu, ajarkan nilai uang pada anak agar ia tahu cara yang baik dan halal untuk mendapatkan uang sehingga ia dapat menghargai uang tanpa perlu memujanya.

Buatlah Bank keluarga bagi anak-anak dengan mekanisme seperti halnya Bank yang sebenarnya, namun pasti ada bedanya yaitu ada pengawasan anda sebagai orangtua. Tetapi jangan ajarkan bahwa Bank adalah tempat satu-satunya untuk menabung.


Sebagai orangtua jangan lupa untuk mengajarkan pada anak-anak untuk menyumbang dan berbuat baik dari uangnya sendiri, dan katakan bahwa dengan menyumbang berarti ia sudah menabung pahala yang bisa dinikmati dalam surga kelak. InsyaAllah.


Guna meningkatkan semangat menabung pada anak, orang tua boleh menawarkan hadiah yang diminta anak bila tabungannya dalam jangka waktu tertentu lebih banyak jumlahnya dari tabungan si kakak atau adiknya.

Uang yang akan ditabungkan tidak harus langsung dari orang tua, dapat juga memberikan suatu tugas dan memberinya penghargaan dengan uang tapi dengan syarat ditabung. Hal ini sekaligus mengajarkan penghargaan atas suatu pekerjaan anak.


Sebaiknya, anak diberikan kebebasan untuk membeli barang atau benda apapun yang disukainya dengan catatan masih dalam kaidah kesopanan dan kepatutan usia anak. Ceritakan pula pengalaman orang-orang sukses dengan rajin menabung, bekerja dan banyak berdoa.

Jadi jangan pernah bosan mengingatkan anak agar menyisihkan uang sakunya untuk dapat menabung.


Kadang sulit untuk memulainya akan tetapi....tidak ada salahnya kita memulai dari sekarang dalam mengenalkan dan sekaligus mempraktekkanya dalam suatu pembiasaan..sebagai contoh dirumah azka punya celengan dari kura-kura....dia pertama beli umur setahun...sampai sekarang belum dibuka malah kalau ada uang recehan dia paling semangat "mana kura-kuraku..", udah berat sekali..kalau disuruh buat dibuka juga nggak mau...dia selalu bilang kalau ngisi uang ke kura-kuranya " kura-kuranya mau makan miii"...nggak apa-apa sambil bermain juga...azka seneng...kura-kurapun penuh..berat lagi..glekh..glekh...nah gambar yang disamping merupakan celengan kura-kuranya Azka

Friday, August 25, 2006

TiPs LibaTkan SeMua AnaK


Banyak orangtua yang selalu memperlakukan anaknya beda-beda,...bagaimana dengan anda
yang udah menjadi orangtua? dan mungkin disini aku akan bahas..bagaimana posisi anak dalam
keluarga seperti sulung, penengah, bungsu atau anak tunggal, memberikan kontribusi dalam
pembentukan perilaku anak...

Dengan memperlakukan anak dengan banyak perbedaan..yang akhirnya timbul kecemburuan
diantara anak...misalnya..."Bagaimana sih kakak, kan seharusnya jadi contoh" atau "kakak kan udah besar harusnya bisa jagain adiknya" dengan perkataan itu cenderung si kakak punya tanggung jawab besar akan tetapi si adik akan merasa diri ada yang membela yang akhirnya melakukan sesuatu seenaknya...

Banyak orang tua yang cenderung terlalu melindungi anak bungsunya atau memanjakanya..padahal tidak semua yang dilakukan si bungsu harus dibelanya..kadang kita sebagai kakak misalnya kalau sama orangtua adik kita yang dibela.. suka sakit juga ya...(itu pengalaman saya dulu hehehe)..padahal udah tau adik kita yang salah..masih aza dibela yang akhirnya sifatnya seenaknya sampe sekarang hehehe..

Selayaknya orangtua.... bijaksana dalam memutuskan semua kondisi yang berkaitan dengan anak-anaknya. Tidak seharusnya anak sulung diberikan tanggung jawab yang berlebihan, atau
anak bungsu yang terlalu dimanjakan. Jangan pula melupakan anak tengah yang butuh perhatian dari anda.
  • Orangtua harus lebih teliti dalam mendengarkan semua omongan anak-anaknya dan mengambil esensi dalam setiap komunikasi dengan anak-anaknya.
  • Libatkan semua anak dalam tugas dan tanggungjawab yang ada.
  • Orangtua harus menjelaskan kepada setiap anak jika terjadi pengecualian dari reaksi yang anda berikan. Misalnya, anak bungsu yang tidak mendapat tugas mencuci piring karena masih kecil. tapi ia mendapat tugas membersihkan meja dan kursi di rumah.
  • Libatkan semua anak dalam membuat peraturan-peraturan yang berlaku dalam keluarga.
  • Beri dukungan yang sama kepada setiap anak dalam mencapai apa yang mereka cita-citakan.
    Ingat, anak adalah anugrah Ilahi dan sudah menjadi tugas orang tua untuk menanamkan nilai-nilai yang berguna bagi kehidupannya kelak.

Ada buku bagus sekali dari penerbit KAIFA dengan judul "1...2...3..Sayang Semuanya", di Buku ini merupakan "panduan praktis membesarkan anak tanpa membeda-bedakan" penulisnya Nancy Samalin bersama Catherine Whitney yang isinya kurang lebih seperti ini:
  • 10 Cara meredakan stres anda akibat perselisihan anak-anak
  • Cara mengenalkan adik baru kepada kakak-kakaknya.
  • Kiat-kiat yang berhasil untuk menghentikan pertengkaran antar anak.
  • Pendapat anak-anak tentang memiliki saudara kandung.


nah seperti itulah isinya bagus buat kita sebagai orangtua atau calon orangtua pun bisa....apalagi
kalau dah punya anak lebih dari satu kaya saya hiks....dan saya pun harus belajar bagaimana menyikapi Azka dan Azzam..supaya tidak ada kecemburuan diantara mereka..insya allah...bagaimana dengan anda ? siapkah...

Wednesday, August 23, 2006

TiPs MenYikaPi ANaK suKa BohoNg

Pernahkah anak anda berbohong?....
teringat sama anak saya sendiri Azka...alhamdulillah sih nggak pernah cuman sekali dia bohong..udah lama banget..,sebenarnya halnya sepele, aku nanya ketika dia BAB, cebok sendiri,..terus aku nanya "lho koq sebentar ceboknya, udah pake sabun belum?", azka menjawab," udah mi"tapi rada ragu keliatan banget boongnya dari mimik mukanya, aku peluk badannya sambil aku bilang
" ka...ummi tahu koq, kaka pinter bisa cebok sendiri, tapi kayaknya belum deh pake sabun soalnya sabunnya masih utuh dan kering, atau kaka lupa ya nggak pake sabun, nggak apa-apa nggak pake kalau BAB lagi harus pake sabun ya?" dengan jurus itupun dia udah ngerti langsung dia bilang
" ya mi tadi nggak pake, kakanya belum bisa"...alhamdulillah udah gitu juga aku seneng banget udah jujur... sampe sekarang ketika giliran pake sabun langsung manggil..Yang jelas kita sebagai orangtua harus bisa bagaimana cara menyampaikan pada anak... jangan langsung memvonis,
misalnya" ehh kamu bohong ya"..kasian kan.
Jadi disini kita memberikan pemahaman bahwa melakukan sebuah kesalahan itu bukanlah sebuah masalah besar. Melakukan sebuah kesalahan itu biasa saja kok dan bukan dosa besar. Hal terpenting adalah si anak dengan sukarela mengaku.
Kemudian dengan konsuekensinya kita bisa tetap hangat dengan mengajaknya bervartisipasi dalam membersihkan bekas ceboknya tadi yang ketinggalan pake sabun.
kita bisa mengatakan :" Yuuk..sekarang ummi ajarin ya pake sabun biar nanti kaka nggak lupa dan bisa sendiri".Kalau misalnya anak tetap nggak mau juga untuk mengakuinya, kita bisa menggalinya dari hal lain.
Sebisa mungkin kita tetap hangat dalam mengajaknya bicara dan tidak perlu menghakiminya.Terpenting kita mengembangkan semangat bahwa tidak perlu menutupinya hal semacam itu.
Kalau anak kita berbohong, apa yang mesti kita lakukan?
Berikut tips menyikapi anak berbohong:
  • Jangan memojokkan dirinya. Buat suasana tenang dan santai agar bisa nyaman bercerita.
  • Jangan emosi, kalau kita marah, maka akan semakin takut dan menutupi dengan kebohongan.
  • Jangan berikan contoh berbohong ke anak. Misalnya ketika, menerima telepon dan meminta anak mengatakan bahwa kita tak ada di rumah
  • Jangan bohongi anak. Misalkan, kita berjanji tidak akan marah bila anak kita ngompol asal mengaku. Tapi ternyata kita marah lagi begitu lihat si anak ngompol.

Hal yang perlu diperhatikan para orangtua untuk mencegah anaknya mengembangkan sikap berbohong, antara lain kita harus rajin melakukan cek ulang.

Namun, harus diingat ketika melakukan proses cek ulang kita jangan sampai menyudutkan si anak. Apalagi bagi anak di bawah usia lima tahun sikap orang tua yang menyudutkan anak justru dapat berakibat buruk baginya.

Wednesday, August 16, 2006

Tips Menumbuhkan Humor pada Diri anak


Rasa humor yang dimiliki anak berkorelasi dengan tingkat kecerdasan anak.Biasanya anak yang
suka humor lebih kreatif umumnya punya tingkat kecerdasan diatas rata-rata.

kecerdasan yang dimilikinya meliputi kecerdasan kognisi.Disamping kecerdasan kognisi dengan humor, seorang anak juga bisa memiliki kecerdasan emosi.
Itu dimungkinkan karena anak cenderung lebih ekspresif.Biasanya jiwa humor yang ada pada diri anak tumbuh dari keluarga hangat...hmmm....dari sejak bayi anak sudah bisa mulai diajak bercanda..Humor bisa menjadi perekat dan pemanis dalam hubungan keluarga..
humor juga dapat menghindarkan rasa dongkol, rasa bersalah, rasa dendam berkepanjangan....dan membantu kita untuk lebih bertoleransi dengan orang lain..
Uuups..dari tadi serius terus yaaa.....hehehe...

Ada beberapa tips untuk menumbuhkan selera humor dalam diri anak :
  • Luangkanlah waktu khusus untuk bercanda dan bermain bersama anak-anak
  • Pilihlah tontonan atau bacaan yang menganung humor yang sehat bagi anak-anak
  • Ajari anak melihat sisi baik kehidupan
  • Ajaklah pasangan kita bercanda di depan anak-anak anda. Anak-anak gembira melihat
    orangtuanya tertawa bersama-sama.
  • Buatlah prioritas, mana perbuatan yang tak bisa ditoleran dan mana yang masih berada dalam
    batas-batas kewajaran..Ingat : yang penting kebahagiaan hati, bukan baju dan kamar yang rapi.
  • Ajaklah anak kita tersenyum dan tertawa. Anak-anak sudah bisa diajak tertawa sejak usianya
    baru beberapa bulan saja. Mereka tertawa karena suara ramah kita dan hal-hal baru yang menyenangkan hati mereka.
  • Jadilah pribadi yang pemaaf. Orang segan bercanda denga mereka yang mudah marah. Begitu
    juga anak-anak kita (koran sindo)


susah gampang sih tapiii kembali kediri kita sebagai orangtua mampukah menciptakan suasana
rumah nyaman buat anak?...aku pajang ya photo anakku Azka...kita mencoba rumah sebagai sandaran hidup untuk
menciptakan suasan yanghangat...tuuuh photo Azka kalau lagi bercanda sama Abinya....memang azka sukanya bercanda...bikin suasana rumah selalu rame...


Tuesday, August 15, 2006

Tips Agar Anak senang Membaca

MySpace Layouts


MySpace Layouts



Sebenernya judul ini hampir sama isinya dengan judul sebelumnya....tips ini merupakan oleh-oleh dari pameran buku...nggak tahu juga ya..di stand buku Mizan ada brosur tentang tips ini ...lumayan juga kan? buat diinformasikan lagi
.....dan sangat bermanfaat buat anak-anak kita..terutama para orangtua yang menginginkan anak-anaknya gemar membaca.....gampang-gampang susah sih....
tapiiiii daripada terlambat...yang penting kita tahu dulu teorinya...selanjutnya kita praktekkan....alhasil...kembali ke Azka dan Azzam.....sampe sekarang alhamdulillah...buku sebagai tempat bermainnya...(hmmmm sombong banget) hehehe
... iya lagi...mau kepameran aza dari sekolah Azka sampe nggak bisa tidur....hehehe...karena semaleman udah punya keinginan pengen beli buku inilah itulah....
eeeeh dipameran udah tahu lagi tempat buku favoritnya...yaitu terbitan
Dar!Mizan dan Syaamil Kids..hmmm...dari sekolahnya diinformasikan setiap anak harus bawa uang Rp.20 000, kenyataannya...tekor deh..untung aku ngikutin...kepamerannya hehehe
..selain buku..CD rukun islam ( katanya belum punya yang puasa dan zakat)..terus CD tupi dan Pingping (seri ke 7)...memang CD tersebut bagus isinya buat pengganti kartun-kartun TV ......coba deeeh beli...ada muatan pendidikan tentang akidah buat anak..
yaaa....kembali ke tips tadi ada beberapa TiPs biar anak gemar membaca
1. Pahami Dunia Anak
-Asyik Bermain
-Mainan Edukatif
2. Perkenalkan Anak pada Buku Sejak Dini
-Perkenalkan buku seperti memperkenalkan mainan
-Siapkan buku dalam jumlah yang cukup,
-Ke toko buku loakan, why not?
-Letakkan buku tidak jauh dari tempat bermain
-Buat taman Bacaan
-Siapkan tempat spesifik untuk buku-bukunya
-Perkenalkan anak-anak pada perpustakaan-Rutinitas menyenangkan: jalan-jalan ke toko buku
3. Tunjukkan Arti Penting Buku
-Gali hobi dan minat anak-Kado istimewa: buku dan teman-temannya
-Buku : oleh-oleh bepergian-Ajari anak-anak menabung untuk beli buku
-Buku sebagai bekal diperjalanan
4. Anak Sebenarnya Hanya Perlu Contoh
- Mulai dari diri Orangtua
-Mulai dari rumah, mulai dari sekarang
-Tunjukkan minat orangtua pada buku secara atraktif
-Baca buku didepan anak
-Membaca bersama anak dengan riang gembira
5. Mengefektifkan Dongeng
- Ajak anak bercerita
- Rutin Bercerita
-"Menggantung" cerita
- Merekam celoteh Anak

mudah-mudahan bermanfaat sekali tips ini...yuuuk kita praktekin sama-sama!!!!!


Tuesday, August 01, 2006

Tips Mendongkrak Minat Baca si Kecil



Siapa bilang mengajar si kecil membaca adalah perkara sukar. Lesley mandell Morrow, profesor dan pakar pendidikan belajar membaca pada usia dini di Rutgers University mengatakan, orangtua hendaknya membiarkan anak belajar membaca dengan cara alami.

Seperti Azka dari kandungan sudah didekatkan dengan buku, memang karena saya juga seneng baca...hmmmm..sampai sekarang kalau dibawa ke toko buku antengnya minta ampun....kadang kita kewalahan...dirumah..kita baca ikut dibacain...heheehe..sedikit-sedikit :" Miiii..ceritain dong", itu merupakan jurus azka kalau pengen diceritain...

Kalau malam pun...kadang suka bangun minta minum....untuk tidur kembali..minta diceritain dulu...yang akhirnya...walaupun skarang belum bisa baca...hanya baru tahu hurup demi hurup..sdering anteng sendirian buka-buka buku..
Akhirnya ketularan deh ke adenya " Azzam"...lihat koran aza udah uuuuh....anteeeng banget...apalagi dikasih buku-buku cerita..

Nah dari kegiatan sehari-haripun, anak dapat belajar membaca, berikut saran dari Lesley M Morrow sebagai berikut :

Memasak Saat memasak
Mintalah anak membaca ressep, selain itu, ajak anak untuk ikut menyiapkan makanan dengan cara membaca label yang tertera. Membaca daftar belanja juga menjadi bagian dari kegiatan belajar membaca yang menyenangkan.
Berjalan-jalan
Saat menikmati acara rekreasi bersama si kecil, anda bisa mengajarkan membaca lewat nama-nama binatang, tanaman dan benda yang ditemui di jalan. Catat nama benda-benda itu dan minta si kecil menyaksikan benda-enda langit, menulis namanya dan meminta anak membaca kembali sambil menunjuk benda yang dibaca.
Saat Makan
Acara makan bersama bisa pula menjadi ajang belajar membaca bagi sikecil. Mintalah untuk mengambilkan botol atau kemasan bertulisan. Dengan tantangan itu anak akan mencoba membaca tulisan yang ada pada botol atau kemasan. Riset menunjukkan, semakin banyak waktu yang dilewatkan bersama keluarga dimeja makan, semakin besar kemungkinan bagi si kecil menguasai berbagai kata.
Belanja
Sebelum pergi berbelanja bersama si kecil, buatlah daftarbarang belanjaan terlebih dahulu. Lantas, dengan gaya pemburu, minta anak anda mencari barang yang dimaksud dengan membawa daftar belanjaan. Sikecil akan terbiasa memcocokkan daftar belanjaan dengan barang yang ia temukan di rak.
Membaca Koran
Koran memberi peluangbesar pada anak-anak untuk belajar membaca. Rubrik yang memikat seperti komik dan perjalan yang penuh warna akan menarik mata si kecil. Diskusikan apa saja yang anda baca bersamanya. Jika memungkinkan, kliping bagian yang ia sukai.
Bercerita Bergantian.
Membiasakan bercerita dengan cara membaca akan mendorong anak untuk ikut membaca. Mintalah dia membacakan cerita untuk anda, setelah itu ajak berdiskusi mengenai cerita yang baru saja anda baca.
Menonton aktif
Jangan jadi penonton pasif bila ada didepan televisi. Saat menonton TV bersama, mintalah anak belajar membaca teks, tulisan atau apapun yang muncul di layar. diskusikan bersama.
Orangtua Suportif
Jika tak tahu, tak ingat, atau tak memahaminya apa yang ditanyakan sikecil pada anda, jangan ragu ,engkuinya. Namun berjanjilan untuk mencari jawabannya. Buka buku, ensiklopedi, kamus atau internet bersama si kecil untuk mencari jawaban, bacalah bersama..

Apalagi sekarang tanggal 1-7 Agustus ada pameran buku di Landmark, Braga...biasanya sudah terjadwal buat keluarga..kalau ada pameran buku...insya allah datang..tapi karena sekarang Azka sudah sekolah dan mau ada acara ke pameran tersebut hari Kamis, tanggal 3 Agustus...dan setiap anak harus bawa uang Rp 20.000..Azka seneng banget..karena sudah dibiasakan.....Nih..aku pasang photo...sebagian koleksi Buku-buku Azka dan Azzam...hiks.