.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Tuesday, December 26, 2006

Berlibur ke Taman Safari Indonesia

Liburan tlah tiba..ada baiknya membawa anak ke TSI, sambil mengenal berbagai macam binatang...hmmmm...asyik juga...ya kebetulan acara ini merupakan acara dari kantornya Abi hehehe...gratis lagi niih photo-photonya
Photobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image HostingPhotobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting
photo yang terakhir ini kita mampir ke taman bunga nusantara Indaaah, sape Azka sendiri banyak nanya tentang macam-macam bunga ...wooow indahnya nusantara

Sunday, December 24, 2006

Tips Mengontrol Tingkah Batita


Hal yang harus kita lakukan, buatlah semacam kontrol lingkungan yang yang dapat mencegah anak berperilaku diluar aturan yang anda buat, Akan tetapi lebih baik kitalah yang harus menjadi tauladan kepada anak, pada intinya kembali pada diri kita sendiri sebagai orangtua, Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua :
  • Bersikap positif. Hindari penggunann kalimat-kalimat yang negatif. seperti contoh Azka kadang kalau ngomong nada nya suka tinggi kadang teriak kita hanya cukup mengatakan "Eh Abi dan Ummi biasa bicara pelan-pelan, bisa nggak kakak bicara pelan seperti Abi dan Ummi" kita harus menunjukkan kepada anak apa yang kita inginkan darinya.
  • Konsisten. Tentunya akan ada waktunya fleksibilitas diperlukan, tapi secara umum, bila sesuatu sangat perlu dibuat aturan maka bantulah anak untuk bisa mengerti aturan itu.
  • Berhati-hati dengan ekspektasi kita, berbagi, bermain permainan dengan aturan atau menggunakan bahasa anak untuk mengekspresikan emosi adalah hal yang disukai anak.misalnya bercerita kucing kita dengan gaya bahasa mirip dengan suara kucing...
  • Buat aturan secara sederhana dan konkret. kalau buat anak harus membuat aturan yang hitan atau putih, jangan abu-abu karena bikin pusing , kalau memjelaskan sesuatu harus sesuai dengan gaya bahasa anak, yang mudah dipahami oleh anak.tidak panjang lebar.
  • Menjadi Bos, kita perlu tegas sekali waktu, anak juga perlu tahu bahwa ada orang yang punya otoritas, dengan ini anal jadi tahu batasannya.

Friday, December 22, 2006

Tips peran ayah dalam pertumbuhan anak.

Hasil riset dan para psikologi banyak yang menyatakan bahwa peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak, ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu sendiri. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini, dikatakan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil.

Photobucket - Video and Image Hosting

Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini?
Banyak kendala yang dihadapi seorang ayah untuk meluangkan waktunya merawat anak karena kesibukan di luar.

Di bawah ini adalah tips-tips bagi Seorang Ayah :
1. Persiapkan diri Anda sedini mungkin sejak istri Anda hamil
Seorang suami sudah terlibat dalam pembuahan seorang anak, yang menjadikan istrinya mengandung. Masa kehamilan selama 9 bulan ini dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan diri Anda sebagai seorang ayah. Berperan aktif lah Anda sebagai seorang suami sekaligus calon ayah dengan membantu kehamilan istri.
Mengikuti persiapan persalinan berupa senam, membaca buku bersama mengenai kehamilan, cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk menyambut kelahiran sang bayi. Bila memungkinkan temanilah istri Anda dalam persalinan. Melihat langsung perjuangan istri Anda, dan detik-detik terdengarnya tangisan bayi yang lahir ke dunia ini, akan menambahkan rasa sayang dan kasih Anda baik kepada istri maupun anak Anda.

2. Ikut aktif merawat bayi
Sedari awal menjelang kelahiran, cobalah ikut aktif merawat bayi Anda. Salah seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti popok, memandikan, dan mengasuh bayi mereka sejak dini, akan besar kemungkinan melakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya.
Tips bagi ibu..., biarkanlah suami Anda ikut merawat dan mengasuh dengan gayanya sendiri, Anda bisa memberikan dukungan dan dorongan agar suami akan semakin perrcaya diri dalam merawat bayinya. Memberikan masukan dan membetulkan cara merawat akan menambah smooth.
Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara lainnya, usahakan lah jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut aktif merawat bayi. Give him the space.

3. Bermain bersama
Ketika bayi Anda makin beranjak usia, lewatkan waktu bersama untuk bermain, membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi bayi Anda yang mulai merangkak, mulai belajar berbicara atau berjalan. Ciptakanlah permainan-permainan yang menggairahkan, yang digemari seperti kuda-kudaan, pesawat terbang atau sembunyi sembunyian.
Sesuaikanlah dengan perkembangan usia anak Anda.
Membaca, mewarnai atau melakukan keterampilan menggunting, menempel secara bersama-sama.

4. Terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda
Ketika anak Anda mulai beranjak usia sekolah, dia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda, dengan mengenali misalnya nama teman-temannya, dengan siapa dia bergaul, aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/SD nya.

5. Jadilah pendengar yang baik
Kesibukan kerja terkadang membuat Anda mengabaikan cerita-cerita anak Anda. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga, atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Luangkan waktu 5 menit saja untuk mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu.
Jangan hanya 'meng-iyakan' agar cerita anak itu lekas selesai atau mengatakan nanti ayah sedang sibuk.
Sebersit wajah kecewa akan nampak dan membuat anak akan semakin malas untuk bercerita pada anda. Akhirnya kebiasaan bercerita dan sharing dari anak akan menghilang. Jadi jangan Anda mengeluh bila anak Anda tidak terbuka suatu hari nanti, karena kebiasaan ini dimulai dari respon Anda sebagai pendengar yang baik atau tidak.
Dengan menjadi pendengar yang baik, disamping keterbukaan, Anda akan menjadikan anak Anda dapat mengekspresikan dan cakap dalam mengungkapkan sesuatu.

6. Komunikasi yang baik
Bila Anda dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak Anda, usahakan lah tetap menjalin komunikasi dengan baik, melalui telepon atau chatting internet. Tunjukkan perhatian Anda, rasa sayang Anda melalui telepon, sms atau melalui surat.

7. Percayai anak Anda dan berikan kebebasan
Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai anak Anda. Kepercayaan Anda akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Janganlah mendikte dia untuk melakukan A. Tapi cobalah memberikan dia pilihan, misalnya Arif mau A atau mau B? Dan tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan hal prinsip.

8. Penuhilah sesuai kebutuhannya.
Bertambah dewasa seorang anak, akan semakin bertambah kebutuhannya, semakin beragam dan variatif. Jangan Anda paksakan dan menganggap dia masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi.

~~~Selamat menikmati menjadi ayah yang baik, bukan sembarang ayah.~~~

Monday, December 04, 2006

Mengajak Anak ke Blog Fun Day


Sebenernya acara ini kegiatan orang tuanya karena azka dan azzam nggak mungkin dititipin yang akhirnya dibawa aza, mungkin agak mengganggu juga sih dengan teriakan atau lari-lari tapi ya namanya anak kita nggak bisa melarangnya tapi hanya dikasih pengertian itupun Azka banyak nanya juga " mi ini dimana ...mau apa " ya pertanyaan-pertanyaan itu muncul terus yang akhirnya setelah dijelasin tentang acara Blog Fun Day di Sabuga ITB...sedikit demi sedikit dia ngerti ....dan langsung tangannya nyari mouse dan maen game anteng deh....
dan azzam pun demikian...tapiii lama kelamaan bete kali ya...Azka mulai maen diluar azzam sampe numpahin " kupat tahu" azka hehehe kotor deh karpetnya untung ada tissu basah...

keliatannya para panitia tau tingkah laku anak-anak tapi gimana ya..namanya anak-anak...saat itu kebetulan yang membawakan materi Ikhlasul Amal...dan Rendi Maulana saat diluar sempet nanya "darimana tau acara ini" ya aku jawab "dari kang Agus" ternyata mereka kenal juga blognya si Akang...hebat semua udah nggak asing lagi dengan Edittag ini, tapi ga tau nih kang Agus datang nggak ya..padahal materinya bagus ngerti, semuanya membahas tentang Blog

Ya akhirnya ketika pulang Azka betah nggak mau pulang....

Wednesday, November 29, 2006

Tips Mengatasi rasa takut pada anak

Dalam mengatasi rasa takut pada si kecil, memang kita harus pandai-pandai mengatur sikap. Jangan terlalu serius, tapi juga jangan dianggap remeh, jangan memberi kesan bahwa ketakutan itu sesuatu yang salah. Takut pada hal-hal yang perlu ditakuti adalah wajar. Yang paling penting adalah membekali anak bagaimana mengatasi rasa takutnya itu saat ia mengalami anak bagaimana mengatasi rasa takutnya itu saat ia mengalaminya tanpa kehadiran orangtua atau orang terdekat.

Seperti contoh : kembali ke Azka, dirumah azka sudah terbiasa untuk nonton CD-CD mujahidin awalnya sih perasaaan takut timbul azka bilang "iiih ngeri ya kaka takut kayak mujahidin ", kita harus bisa menguatkan dan memberikan kepercayaan dirinya, kita terangin sampe dia juga ngerti bahwa menjadi seorang mujahidin adalah sesuatu yang mulia, memang setelah itu banyak pertanyaan dari mulut mungilnya yang akhirnya dia sampe sekarang bercita-cita pengen jadi mujahidin ...Alhamdulillah !!
Itulah pengalaman azka ketika dia menghadapi rasa takutnya dan ini photo dia disekolah lomba kostum yang akhirnya pengen pake atribut HAMAS

Berikut beberapa kiat membantu anak mengatasi Rasa Takut :
  • Katakan pada anak bahwa rasa takut memang nyata, bukan cuma anak-anak, orang dewasapun mengalaminya.
  • Kebiasaan menakutnakuti anak sudah saatnya ditinggalkan.
  • Hindari jadi contoh yang salah bagi si kecil. Teliti diri kita dirumah yang sering menunjukkan reaksi takut terhadap sesuatu didepan anak.
  • Jangan memaksa anak untuk segera bisa mengatasinya. Beri ia cukup waktu untuk beradaptasi pada situasi atau objek yang membuatnya takut.
  • Jangan menertawakan reaksi takut anak.
  • Kuatkan diri anak, jangan melecehkan, mencemooh atau menghina anak saat ia takut.
  • Ada baiknya, orangtua meluangkan waktu untuk mendengarkan dengan telinga dan hati, apa gerangan yang ditakutkan anak.

Wednesday, November 22, 2006

Tips Susu dan makanan terbaik bagi bayi


  • Berikan ASI eksklusif sampai enam bulan. diteruskan sampai 2 tahun maksudnya selama 6 bulan itu anak belum dikasih makanan tambahan.
  • Bila harus memberikan susu formula, pilihlah yang cocok bagi anak tanpa memandang harga.
  • Perkenalkan makanan tradisional Indonesia sejak dini supaya anak mau makan, sebab sekarang banyak anak yang tidak mau makan sayur dan lauk pauk tradisional, mereka hanya mau makanan cepet saji
  • Bagi anak diatas enam bulan, komsumsilah menu seimbang.pemenuhan gizi siembang tidak harus mengomsumsi bahan-bahan yang mahal, Misalnya, untuk kadar protein, kalaupun tidak bisa mengomsumsi protein hewani, bisa saja cukup dengan protein nabati.
  • Pemberian vitamin kepada anak harus berdasarkan indikasi, Jangan diberikan membabi buta dan berlebihan.

Memang kadang sulit ya...kita mau ngasih anak gizi yang seimbang itu kadang anaknya yang hari ini lagi suka yang ini terus yang ini, yang itu y terus yang itu...

Tapi ada tips juga looh..kalau Azka dan Azzam dari pertama diberikan makanan tambahan saya nggak pernah beli makanan instan, dari pertama dikasih makanan tambahan aku bikin sendiri..ya biar gizinya seimbang sekarang banyak buku-buku variasi makanan bayi, kalau aku pake yang karangan TUTI Soenardi, cara bikinnya gampang banget, mudah dipahami, setiap hari aku bikin menurut resep disitu...ya namanya juga buat anak,kita harus banyak berkorban..

Alhamdulillah sampe sekarang mereka nggak suka beli bubur dari luar, dan makanan yang instan hanya dipakai kalau bepergian aza, jadi nggak repot...alhasil dengan cara tersebut Azka sekarang makanan apa aza suka dan Azzam pun sekarang seperti itu kita tidak perlu repot memikirkan anak sulit makan. coba aza deh cara seperti itu.

Tips memberikan Susu formula


Anak merupakan suatu anugerah dari Allah SWT ,yang tidak dapat dibayar oleh apapun, hmmm apalagi kalau anak udah sakit ..sediih banget ya.tapi bagaimana dengan kita sebagai orangtua sebelum anak kita dibawa kerumah sakit, kalau Azka dan Azzam biasanya minum ASI banyak, dengan itupun panasnya bakalan cepat turun tapi bagaimana dengan yang pake susu formula.... ya kebetulan anak-anakku nggak pake Susu Formula, cuman pake ASI sampe 2 tahun, jadinya kalau udah 2 tahun pernah dicoba diganti pakai susu formula mereka nggak suka, ya ...Alhamdulillah sih jadi nggak perlu mengeluarkan uang buat susu hehehe , apalagi harga sekarang mahal. Tapi nggak apa-apa ya yang nggak bisa pake ASI.
Dibawah ini tips bagaimana memberikan Susu formula buat buah hati anda:
  • Pilihlah susu formula dengan kandungan unsur yang dibutuhkan tubuh
  • Sesuaikan susu formula yang dikomsumsi dengan usia buah hati anda
  • Hindari memberikan susu formula pada saat buah hati anda masih membutuhkan ASI, terutama saat masih di bawah usia dua tahun
  • Periksa tanggal kedaluarsa susu formula yang akan diberikan pada buah hati, siapa tahu masa berlakunya sudah habih
  • Bila terjadi kontradiksi pada susu Formula yang anda berikan pada buah hati, segeralah berkonsultasi dengan dokter
    Tapi, perlu diingat semahal apapun Susu formula tetap ASI yang terbaik

Tuesday, October 10, 2006

Fungsi Kisah dalam Pembentukan Kepribadian Anak


Tanggal 30 September 2006 kemarin aku dapat undangan dari Syaamil, ada acara seminar mini di Mesjid Istiqomah Jl Citarum Bandung, seru banget, kita dapat buku tentang "20 Kesalahan mendidik anak" di seminar ini menjelaskan tentang fungsi kisah Nabi Muhammad SAW, dan pada dasarnya diambil dari buku Muhammad Teladanku oleh Eka Wardhana, dan beliau juga yang jadi pembicaranya saat itu....memang kadang kita nggak terfikir buat apa itu kisah ternyata banyak hal yang harus diambil makanya apalagi buat anak kita..jangan sampai anak kita mengidolakan salah satu group band atau apalah...yang jelas kisah Rosululloh ini biar anak sangat dekat siapa Rasululloh....
Harus diyakini betul oleh keluarga muslim bahwa teladan yang harus diketahui kisahnya adalah Nabi Muhammad SAW. Bahkan dibanding kisah nabi-nabi yang lain. Kurangnya bacaan tentang Nabi Saw, akan membuat keyakinan luntur dan patah juga akan mengajak pembacanya mencintai Allah, para sahabat Nabi dan orangtuanya.
Bila kisah Nabi Muhammad Sawa sudah tertanam dalam qolbu, insya allah anak akan tumbuh menjadi seseorang berkepribadian kuat,

Mengapa? setidaknya ada beberapa alasan :
  • Anak akan mengerti tujuan hidupnya, bahwa hidup harus dibaktikan demi cinta Allah Swt dan rasulnya.
  • Anak akan bangga menjadi seorang muslim, Anak yang bangga identitasnya tumbuh lebih sehat dan produktif
  • Anak memiliki semangat ibadah yang tinggi. Hal yang ini penting sebab masa kanak-kanak adalah masa pembiasaan segala aktivitas, termasuk ibadah
  • Bercermin pada kegigihan perjuangan Nabi Muhammad Saw, anak akan punya referensi yang sangat baik untuk berjuang meraih cita-citanya

Itulah Resume dari seminar mini sangat bermamfaat sekali buat anak-anak kita.

Thursday, October 05, 2006

Berawal rasa malu, Tanamkan toleransi dengan puasa,


ARTI kata toleransi adalah sikap terbuka dan menghormati perbedaan. Toleransi juga berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil sehingga tercapai kesamaan sikap.
Biasanya pada anak-anak usia TK, yaitu 4-5 tahun, diawali dari malu dilihat orang lain tidak berpuasa sehingga menimbulkan toleransi. Kemudian, berlanjut dengan rasa malu jika ia tidak berpuasabegitupun anak saya Azka di sekolah selama bulan puasa tidak boleh bawa makanan kecuali air putih...hari pertama saya khawatir tidak bawa apa-apa takut nangis pengen makanan...akhirnya aku bawain..ternyata pulang masih utuh...aku tanya
"kak..kenapa nggak dimakan makanannya"
dengan antusias azka menjawab " Mi...kata bu guru ini kan bulan puasa jadi kita harus menghargai yang puasa"
"kakak di sekolah nggak laper nak!"
"ya nggak..kakak malu kalau makan..minum juga malu"
Subhanalloh.. alhamdulillah.....ada perasaan toleransinya karena berawal dari rasa malu..besoknya tidak bawa apa-apa hanya air putih juga tidak diminum..akan tetapi pulang sekolah...glekh...glekh habis 2 gelas hehehe...azka baru 4 tahun kelas TKa..bener-bener sudah punya rasa bahwa ini bulan puasa tidak boleh makan dan minum..

Friday, September 29, 2006

Muslim Family "Life Long Learning" SEMINAR


Sebenernya udah lama pengen update tapi banyakkesibukan...jadinya baru sekarang.
Acara Seminar ini dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2006 di Hotel Baltika Jl. Gatsu Bandung. diadakan oleh DarMizan dan pembicaranya sangat ahli di bidangnya yaitu Muhammad Fauzil Adhim, Andi Yudha A, Hernowo, mungkin beliau-beliau ini kita udah nggak asing lagi apalagi mas Fauzil seorang penulis buku tentang keluarga yang selalu Best SEller,konsultan pendidikan karena bahasannya panjang aku ngasih resumenya yaitu menurut mas Fauzil :
  • Dengan memberikan Iming hadiah kepada anak akan mematikan semangat akan tetapi kita berikan kasing sayang dan perhatian juga kehangatan dan pada dasarnya anak tidak mau diperintah, semangat tidaknya ia membaca tergantung pada hadiah serta besarnya daya tarik buku yang ada dihadapannya.
  • Ciptakan kondisi yang baik bagi upaya merangsang tumbuhnya budaya membaca pada diri anak
  • Jadikan rumah tempat belajar sehingga anak betah dirumah dan menyenangkan,Kalau anak memiliki motivasi intrinsik yang kuat di ruang pengappun ia akan betah membaca.

aku mejeng sama para pembicara

aku (jilbab coklat) sama mas Fauzil

Aku dan ummi Irsyad (jilbab putih)abis makan siang

Fhoto lagi deh ama kak Andi sambil nanya tentang dunia anak


Kalau menurut Kak Andi Yudha Bahwa "buku merupakan mainan utama bagi anak, menonton televisi hanya 1 jam sehari, fasilitasi dengan buku, beri kesempatan mengeksplorasi alat teknologi,Humor anda akan menyenagkan buat mereka, jangan pernah merasa capek atau bosan bermain dengan anak kita"

Menurut Pak Hernowo..lebih menekankan tentang cara menulis buku yaitu"Ide untuk menulis buku datang seperti iringan semut, datang tiba-tiba dan membiasakan dengan catatan"

Wednesday, August 30, 2006

Tips mengenal MATEMATIKA untuk si kecil

Pengenalan matematika tidak hanya di bangku sekolah saja akan tetapi bisa dikenalkan pada usia batita dirumah..bahkan kita hidup tidak lepas dari matematika..seperti Di dapur, di kamar tidur, di mana saja si kecil bisa belajar matematika.


Pengenalan konsep matematika sejak batita diyakini akan membantu memperkuat intelektualitas anak di bangku sekolah. Asal tahu saja, kemampuan menyerap pembelajaran matematika pada siswa SD terbukti tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan anak, melainkan juga pengalamannya selama era prasekolah.


LOGIKA KESEHARIAN
* Bentuk dan perbedaan
Pengenalan matematika pada batita hendaknya lebih menekankan pada pengenalan logika yang menunjukkan bentuk dan perbedaan. Contohnya pengenalan bentuk lingkaran, bola, segitiga, bujur sangkar, persegi panjang, kubus, balok dan silinder.

Alangkah baiknya jika aneka benda dalam berbagai bentuk tadi memiliki beragam warna serta dapat mengeluarkan bunyi-bunyian. Jadi selain dapat melihat dan meraba bentuknya, benda-benda tadi juga bisa digunakan untuk menstimulasi indra pendengaran si kecil.


Pengenalan yang paling sederhana dapat dilakukan dengan senantiasa menciptakan "lingkungan matematika" di rumah. Misalnya, ayah dan ibu tidak lupa menyertakan bentuk benda yang dipegang si kecil. "Yuk kita makan dengan piring bundar dan minum dari gelas silinder ini." Boleh jadi selama ini bapak dan ibu sudah melakukannya, tapi tak menyadari kalau yang dilakukan sebenarnya bernuansa matematika. Contoh lagi, "Ayo Dek, susunya dihabiskan dong. Masih separuh lagi, Sayang. Anak pintar kan minum susunya habis satu gelas." Pembiasaan-pembiasaan ini hendaknya dilanjutkan agar anak terlatih melek matematika.

* Mendongeng atau bercerita
Matematika bisa diselipkan ketika ayah/ibu sedang mendongeng kepada si kecil. Saat bercerita tentang induk ayam yang sedang bertelur, contohnya, sampaikan berapa jumlah telur yang ada, apa bentuk telur dan sebagainya. Lama-kelamaan batita akan mengerti mengenai konsep jumlah dan bentuk. Terutama bila orangtua bisa kreatif mendongeng berbagai cerita yang selalu mengaitkan dengan konsep matematika seperti aneka bentuk, pengurangan dan penjumlahan sederhana, serta perbandingan. Jangan lupa, kala bercerita tunjukkan ekspresi dan suara penuh penjiwaan sehingga anak merasa tertarik.


* Menunjukkan bentuk benda apa saja
Mengenalkan konsep matematika tak melulu harus menggunakan peraga dari balok kayu. Bisa juga dengan buah yang berbentuk bulat dari pohon atau kantong belanjaan. Atau bisa juga dengan memanfaatkan benda/perkakas apa saja yang ada di rumah. Misalnya kotak perhiasaan ibu yang berbentuk kubus, atau piring makan yang berbentuk bundar. Pendek kata, segala sesuatu yang mengarahkan asosiasi anak pada konsep matematika hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Menunjukkan penjumlahan dan pengurangan pun dapat dilakukan dengan memperlihatkan benda secara langsung.


* Mengenalkan pada konsep angka
Bukan sekadar lewat hapalan 1 sampai 10 ataupun pengurangan dan penjumlahan rumit. Melainkan lakukan dalam hal-hal sederhana yang konkret, semisal nomor-nomor di pesawat telepon. "Dek, mama mau telepon Eyang nih. Adek yang pencetin nomornya ya," sambil menyodorkan secarik kertas yang memuat angka-angka yang ditulis dalam ukuran cukup besar.



* Memasak di dapur
Memasak sebetulnya merupakan aktivitas yang sarat matematika karena berkaitan dengan kemampuan mengatur porsi, menakar, mengukur, dan menentukan waktu. Meski si batita belum mengerti sepenuhnya mengenai satuan ukuran dalam timbangan dan gelas ukur, kenalkan saja.

Ketika membuat jus jambu, misalnya, katakan dengan suara cukup lantang, "Yuk kita masukkan sebuah jambu yang sudah dipotong jadi empat bagian ini. Tambahkan gula pasir dua sendok makan dan setengah gelas air putih." Dengan cara ini, si kecil mulai memasukkan konsep-konsep angka dalam kepalanya.


Bila ia ngotot ingin membantu ibu membuat kue, beri kesempatan kepadanya untuk membantu menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan. "Adek masukkan tepung 200 gram. Nah, sekarang lihat jarum timbangannya bergerak sampai di angka dua ratus." Harap dicatat, si batita tentu belum tahu berapa ukuran 200 gram itu. Tapi dengan pembelajaran secara langsung ia mulai mempelajari simbol-simbolnya. Bukankah angka berkaitan dengan simbol?

* Membandingkan ukuran
Pembelajaran yang satu ini pun bisa dilakukan di mana saja. Ketika di meja tergeletak 2 pensil yang berbeda ukuran, Anda bisa menanyakan, "Dek, mana ya pensil yang lebih panjang dan mana ya yang lebih pendek?" Atau ketika sedang menyaksikan tayangan kartun, pancing anak dengan pertanyaan mengenai siapa yang badannya lebih besar, apakah Tom si kucing dan Jerry si tikus. Atau ketika ibu menenteng dua tas sepulang belanja, tanyakan "Menurut Adek, mana ya tas yang lebih berat?"

Sebenarnya di saat melakukan berbagai aktivitas di atas, orangtua sudah mengajarkan pada anak batitanya konsep panjang, berat dan sejenisnya meski masih pada tataran sederhana. Ini berarti fungsi kecerdasan matematika mendapat stimulasi lewat cara-cara sederhana.

AGAR MENYENANGKAN

  • Sampaikan dengan cara menyenangkan dan kreatif, di antaranya lewat beragam permainan dan kegiatan di rumah.
  • Bersikaplah sabar dan telaten, tidak memaksa
  • Mulailah saat si kecil relaks kapan dan di mana saja. Namun, gantilah segera topiknya kalau si kecil mulai bosan dengan obrolan matematika. Mungkin ia sedang ingin belajar yang lain atau bermanja-manja
  • Perhatikan faktor keamanan. Alat peraga seperti gelas kaca berbentuk silinder memang contoh yang baik, tapi bisa berbahaya. Kalau jatuh dan pecahan kacanya mengenai si kecil bisa-bisa ia mengalami trauma.
  • Perbanyak referensi mengenai matematika untuk usia dini
  • Reward dan punishment sebaiknya tidak diterapkan di usia batita karena tujuan pengenalan matematika pada batita bukanlah untuk mengetesnya mampu berhitung atau tidak.
    sumber dari nakitaonline

Tuesday, August 29, 2006

Kiat Mendidik Anak Agar Gemar Menabung

Salah satu hal yang paling penting dalam mendidik anak adalah keteladanan dan lingkungan. Oleh karena itu untuk mendidik anak agar gemar menabung, otomatis diperlukan keteladanan dari lingkungan yang gemar menabung....kiat ini aku ambil dari www.eramuslim.com hmm..bagus juga tipsnya.

Untuk membangkitkan minat menabung pada diri anak, yaitu dengan cara:

  • Siapkan celengan dengan bentuk yang menarik dan unik
  • Bedakan warna setiap celengan sesuai warna favorit pemiliknya dan cantumkan nama pemiliknya, misalnya Abi, Ummi, Aa, Ade dengan huruf yang variatif.
  • Letakan celengan berdampingan ditempat yang mudah dilihat dan dijangkau.
  • Setiap pagi, setelah anak mendapat jatang uang saku. ayah atau ibu mendahului mengisi celengan di depan anak sambil berkata, "Wah celengan Abi sudah banyak nih isinya. Abi pasti jadi juara."
  • Celengan dibuka setiap akhir bulan dan dihitung jumlahnya bersama-sama.
  • Pemilik jumlah terbanyak, celengannya berhak menempati urutan paling kanan diikuti juara dua dan seterusnya.
  • Uang celengan boleh digunakan untuk membeli barang yang diinginkan tanpa ada tambahan dari orangtua.


Selain itu, ajarkan nilai uang pada anak agar ia tahu cara yang baik dan halal untuk mendapatkan uang sehingga ia dapat menghargai uang tanpa perlu memujanya.

Buatlah Bank keluarga bagi anak-anak dengan mekanisme seperti halnya Bank yang sebenarnya, namun pasti ada bedanya yaitu ada pengawasan anda sebagai orangtua. Tetapi jangan ajarkan bahwa Bank adalah tempat satu-satunya untuk menabung.


Sebagai orangtua jangan lupa untuk mengajarkan pada anak-anak untuk menyumbang dan berbuat baik dari uangnya sendiri, dan katakan bahwa dengan menyumbang berarti ia sudah menabung pahala yang bisa dinikmati dalam surga kelak. InsyaAllah.


Guna meningkatkan semangat menabung pada anak, orang tua boleh menawarkan hadiah yang diminta anak bila tabungannya dalam jangka waktu tertentu lebih banyak jumlahnya dari tabungan si kakak atau adiknya.

Uang yang akan ditabungkan tidak harus langsung dari orang tua, dapat juga memberikan suatu tugas dan memberinya penghargaan dengan uang tapi dengan syarat ditabung. Hal ini sekaligus mengajarkan penghargaan atas suatu pekerjaan anak.


Sebaiknya, anak diberikan kebebasan untuk membeli barang atau benda apapun yang disukainya dengan catatan masih dalam kaidah kesopanan dan kepatutan usia anak. Ceritakan pula pengalaman orang-orang sukses dengan rajin menabung, bekerja dan banyak berdoa.

Jadi jangan pernah bosan mengingatkan anak agar menyisihkan uang sakunya untuk dapat menabung.


Kadang sulit untuk memulainya akan tetapi....tidak ada salahnya kita memulai dari sekarang dalam mengenalkan dan sekaligus mempraktekkanya dalam suatu pembiasaan..sebagai contoh dirumah azka punya celengan dari kura-kura....dia pertama beli umur setahun...sampai sekarang belum dibuka malah kalau ada uang recehan dia paling semangat "mana kura-kuraku..", udah berat sekali..kalau disuruh buat dibuka juga nggak mau...dia selalu bilang kalau ngisi uang ke kura-kuranya " kura-kuranya mau makan miii"...nggak apa-apa sambil bermain juga...azka seneng...kura-kurapun penuh..berat lagi..glekh..glekh...nah gambar yang disamping merupakan celengan kura-kuranya Azka

Friday, August 25, 2006

TiPs LibaTkan SeMua AnaK


Banyak orangtua yang selalu memperlakukan anaknya beda-beda,...bagaimana dengan anda
yang udah menjadi orangtua? dan mungkin disini aku akan bahas..bagaimana posisi anak dalam
keluarga seperti sulung, penengah, bungsu atau anak tunggal, memberikan kontribusi dalam
pembentukan perilaku anak...

Dengan memperlakukan anak dengan banyak perbedaan..yang akhirnya timbul kecemburuan
diantara anak...misalnya..."Bagaimana sih kakak, kan seharusnya jadi contoh" atau "kakak kan udah besar harusnya bisa jagain adiknya" dengan perkataan itu cenderung si kakak punya tanggung jawab besar akan tetapi si adik akan merasa diri ada yang membela yang akhirnya melakukan sesuatu seenaknya...

Banyak orang tua yang cenderung terlalu melindungi anak bungsunya atau memanjakanya..padahal tidak semua yang dilakukan si bungsu harus dibelanya..kadang kita sebagai kakak misalnya kalau sama orangtua adik kita yang dibela.. suka sakit juga ya...(itu pengalaman saya dulu hehehe)..padahal udah tau adik kita yang salah..masih aza dibela yang akhirnya sifatnya seenaknya sampe sekarang hehehe..

Selayaknya orangtua.... bijaksana dalam memutuskan semua kondisi yang berkaitan dengan anak-anaknya. Tidak seharusnya anak sulung diberikan tanggung jawab yang berlebihan, atau
anak bungsu yang terlalu dimanjakan. Jangan pula melupakan anak tengah yang butuh perhatian dari anda.
  • Orangtua harus lebih teliti dalam mendengarkan semua omongan anak-anaknya dan mengambil esensi dalam setiap komunikasi dengan anak-anaknya.
  • Libatkan semua anak dalam tugas dan tanggungjawab yang ada.
  • Orangtua harus menjelaskan kepada setiap anak jika terjadi pengecualian dari reaksi yang anda berikan. Misalnya, anak bungsu yang tidak mendapat tugas mencuci piring karena masih kecil. tapi ia mendapat tugas membersihkan meja dan kursi di rumah.
  • Libatkan semua anak dalam membuat peraturan-peraturan yang berlaku dalam keluarga.
  • Beri dukungan yang sama kepada setiap anak dalam mencapai apa yang mereka cita-citakan.
    Ingat, anak adalah anugrah Ilahi dan sudah menjadi tugas orang tua untuk menanamkan nilai-nilai yang berguna bagi kehidupannya kelak.

Ada buku bagus sekali dari penerbit KAIFA dengan judul "1...2...3..Sayang Semuanya", di Buku ini merupakan "panduan praktis membesarkan anak tanpa membeda-bedakan" penulisnya Nancy Samalin bersama Catherine Whitney yang isinya kurang lebih seperti ini:
  • 10 Cara meredakan stres anda akibat perselisihan anak-anak
  • Cara mengenalkan adik baru kepada kakak-kakaknya.
  • Kiat-kiat yang berhasil untuk menghentikan pertengkaran antar anak.
  • Pendapat anak-anak tentang memiliki saudara kandung.


nah seperti itulah isinya bagus buat kita sebagai orangtua atau calon orangtua pun bisa....apalagi
kalau dah punya anak lebih dari satu kaya saya hiks....dan saya pun harus belajar bagaimana menyikapi Azka dan Azzam..supaya tidak ada kecemburuan diantara mereka..insya allah...bagaimana dengan anda ? siapkah...

Wednesday, August 23, 2006

TiPs MenYikaPi ANaK suKa BohoNg

Pernahkah anak anda berbohong?....
teringat sama anak saya sendiri Azka...alhamdulillah sih nggak pernah cuman sekali dia bohong..udah lama banget..,sebenarnya halnya sepele, aku nanya ketika dia BAB, cebok sendiri,..terus aku nanya "lho koq sebentar ceboknya, udah pake sabun belum?", azka menjawab," udah mi"tapi rada ragu keliatan banget boongnya dari mimik mukanya, aku peluk badannya sambil aku bilang
" ka...ummi tahu koq, kaka pinter bisa cebok sendiri, tapi kayaknya belum deh pake sabun soalnya sabunnya masih utuh dan kering, atau kaka lupa ya nggak pake sabun, nggak apa-apa nggak pake kalau BAB lagi harus pake sabun ya?" dengan jurus itupun dia udah ngerti langsung dia bilang
" ya mi tadi nggak pake, kakanya belum bisa"...alhamdulillah udah gitu juga aku seneng banget udah jujur... sampe sekarang ketika giliran pake sabun langsung manggil..Yang jelas kita sebagai orangtua harus bisa bagaimana cara menyampaikan pada anak... jangan langsung memvonis,
misalnya" ehh kamu bohong ya"..kasian kan.
Jadi disini kita memberikan pemahaman bahwa melakukan sebuah kesalahan itu bukanlah sebuah masalah besar. Melakukan sebuah kesalahan itu biasa saja kok dan bukan dosa besar. Hal terpenting adalah si anak dengan sukarela mengaku.
Kemudian dengan konsuekensinya kita bisa tetap hangat dengan mengajaknya bervartisipasi dalam membersihkan bekas ceboknya tadi yang ketinggalan pake sabun.
kita bisa mengatakan :" Yuuk..sekarang ummi ajarin ya pake sabun biar nanti kaka nggak lupa dan bisa sendiri".Kalau misalnya anak tetap nggak mau juga untuk mengakuinya, kita bisa menggalinya dari hal lain.
Sebisa mungkin kita tetap hangat dalam mengajaknya bicara dan tidak perlu menghakiminya.Terpenting kita mengembangkan semangat bahwa tidak perlu menutupinya hal semacam itu.
Kalau anak kita berbohong, apa yang mesti kita lakukan?
Berikut tips menyikapi anak berbohong:
  • Jangan memojokkan dirinya. Buat suasana tenang dan santai agar bisa nyaman bercerita.
  • Jangan emosi, kalau kita marah, maka akan semakin takut dan menutupi dengan kebohongan.
  • Jangan berikan contoh berbohong ke anak. Misalnya ketika, menerima telepon dan meminta anak mengatakan bahwa kita tak ada di rumah
  • Jangan bohongi anak. Misalkan, kita berjanji tidak akan marah bila anak kita ngompol asal mengaku. Tapi ternyata kita marah lagi begitu lihat si anak ngompol.

Hal yang perlu diperhatikan para orangtua untuk mencegah anaknya mengembangkan sikap berbohong, antara lain kita harus rajin melakukan cek ulang.

Namun, harus diingat ketika melakukan proses cek ulang kita jangan sampai menyudutkan si anak. Apalagi bagi anak di bawah usia lima tahun sikap orang tua yang menyudutkan anak justru dapat berakibat buruk baginya.

Wednesday, August 16, 2006

Tips Menumbuhkan Humor pada Diri anak


Rasa humor yang dimiliki anak berkorelasi dengan tingkat kecerdasan anak.Biasanya anak yang
suka humor lebih kreatif umumnya punya tingkat kecerdasan diatas rata-rata.

kecerdasan yang dimilikinya meliputi kecerdasan kognisi.Disamping kecerdasan kognisi dengan humor, seorang anak juga bisa memiliki kecerdasan emosi.
Itu dimungkinkan karena anak cenderung lebih ekspresif.Biasanya jiwa humor yang ada pada diri anak tumbuh dari keluarga hangat...hmmm....dari sejak bayi anak sudah bisa mulai diajak bercanda..Humor bisa menjadi perekat dan pemanis dalam hubungan keluarga..
humor juga dapat menghindarkan rasa dongkol, rasa bersalah, rasa dendam berkepanjangan....dan membantu kita untuk lebih bertoleransi dengan orang lain..
Uuups..dari tadi serius terus yaaa.....hehehe...

Ada beberapa tips untuk menumbuhkan selera humor dalam diri anak :
  • Luangkanlah waktu khusus untuk bercanda dan bermain bersama anak-anak
  • Pilihlah tontonan atau bacaan yang menganung humor yang sehat bagi anak-anak
  • Ajari anak melihat sisi baik kehidupan
  • Ajaklah pasangan kita bercanda di depan anak-anak anda. Anak-anak gembira melihat
    orangtuanya tertawa bersama-sama.
  • Buatlah prioritas, mana perbuatan yang tak bisa ditoleran dan mana yang masih berada dalam
    batas-batas kewajaran..Ingat : yang penting kebahagiaan hati, bukan baju dan kamar yang rapi.
  • Ajaklah anak kita tersenyum dan tertawa. Anak-anak sudah bisa diajak tertawa sejak usianya
    baru beberapa bulan saja. Mereka tertawa karena suara ramah kita dan hal-hal baru yang menyenangkan hati mereka.
  • Jadilah pribadi yang pemaaf. Orang segan bercanda denga mereka yang mudah marah. Begitu
    juga anak-anak kita (koran sindo)


susah gampang sih tapiii kembali kediri kita sebagai orangtua mampukah menciptakan suasana
rumah nyaman buat anak?...aku pajang ya photo anakku Azka...kita mencoba rumah sebagai sandaran hidup untuk
menciptakan suasan yanghangat...tuuuh photo Azka kalau lagi bercanda sama Abinya....memang azka sukanya bercanda...bikin suasana rumah selalu rame...


Tuesday, August 15, 2006

Tips Agar Anak senang Membaca

MySpace Layouts


MySpace Layouts



Sebenernya judul ini hampir sama isinya dengan judul sebelumnya....tips ini merupakan oleh-oleh dari pameran buku...nggak tahu juga ya..di stand buku Mizan ada brosur tentang tips ini ...lumayan juga kan? buat diinformasikan lagi
.....dan sangat bermanfaat buat anak-anak kita..terutama para orangtua yang menginginkan anak-anaknya gemar membaca.....gampang-gampang susah sih....
tapiiiii daripada terlambat...yang penting kita tahu dulu teorinya...selanjutnya kita praktekkan....alhasil...kembali ke Azka dan Azzam.....sampe sekarang alhamdulillah...buku sebagai tempat bermainnya...(hmmmm sombong banget) hehehe
... iya lagi...mau kepameran aza dari sekolah Azka sampe nggak bisa tidur....hehehe...karena semaleman udah punya keinginan pengen beli buku inilah itulah....
eeeeh dipameran udah tahu lagi tempat buku favoritnya...yaitu terbitan
Dar!Mizan dan Syaamil Kids..hmmm...dari sekolahnya diinformasikan setiap anak harus bawa uang Rp.20 000, kenyataannya...tekor deh..untung aku ngikutin...kepamerannya hehehe
..selain buku..CD rukun islam ( katanya belum punya yang puasa dan zakat)..terus CD tupi dan Pingping (seri ke 7)...memang CD tersebut bagus isinya buat pengganti kartun-kartun TV ......coba deeeh beli...ada muatan pendidikan tentang akidah buat anak..
yaaa....kembali ke tips tadi ada beberapa TiPs biar anak gemar membaca
1. Pahami Dunia Anak
-Asyik Bermain
-Mainan Edukatif
2. Perkenalkan Anak pada Buku Sejak Dini
-Perkenalkan buku seperti memperkenalkan mainan
-Siapkan buku dalam jumlah yang cukup,
-Ke toko buku loakan, why not?
-Letakkan buku tidak jauh dari tempat bermain
-Buat taman Bacaan
-Siapkan tempat spesifik untuk buku-bukunya
-Perkenalkan anak-anak pada perpustakaan-Rutinitas menyenangkan: jalan-jalan ke toko buku
3. Tunjukkan Arti Penting Buku
-Gali hobi dan minat anak-Kado istimewa: buku dan teman-temannya
-Buku : oleh-oleh bepergian-Ajari anak-anak menabung untuk beli buku
-Buku sebagai bekal diperjalanan
4. Anak Sebenarnya Hanya Perlu Contoh
- Mulai dari diri Orangtua
-Mulai dari rumah, mulai dari sekarang
-Tunjukkan minat orangtua pada buku secara atraktif
-Baca buku didepan anak
-Membaca bersama anak dengan riang gembira
5. Mengefektifkan Dongeng
- Ajak anak bercerita
- Rutin Bercerita
-"Menggantung" cerita
- Merekam celoteh Anak

mudah-mudahan bermanfaat sekali tips ini...yuuuk kita praktekin sama-sama!!!!!


Tuesday, August 01, 2006

Tips Mendongkrak Minat Baca si Kecil



Siapa bilang mengajar si kecil membaca adalah perkara sukar. Lesley mandell Morrow, profesor dan pakar pendidikan belajar membaca pada usia dini di Rutgers University mengatakan, orangtua hendaknya membiarkan anak belajar membaca dengan cara alami.

Seperti Azka dari kandungan sudah didekatkan dengan buku, memang karena saya juga seneng baca...hmmmm..sampai sekarang kalau dibawa ke toko buku antengnya minta ampun....kadang kita kewalahan...dirumah..kita baca ikut dibacain...heheehe..sedikit-sedikit :" Miiii..ceritain dong", itu merupakan jurus azka kalau pengen diceritain...

Kalau malam pun...kadang suka bangun minta minum....untuk tidur kembali..minta diceritain dulu...yang akhirnya...walaupun skarang belum bisa baca...hanya baru tahu hurup demi hurup..sdering anteng sendirian buka-buka buku..
Akhirnya ketularan deh ke adenya " Azzam"...lihat koran aza udah uuuuh....anteeeng banget...apalagi dikasih buku-buku cerita..

Nah dari kegiatan sehari-haripun, anak dapat belajar membaca, berikut saran dari Lesley M Morrow sebagai berikut :

Memasak Saat memasak
Mintalah anak membaca ressep, selain itu, ajak anak untuk ikut menyiapkan makanan dengan cara membaca label yang tertera. Membaca daftar belanja juga menjadi bagian dari kegiatan belajar membaca yang menyenangkan.
Berjalan-jalan
Saat menikmati acara rekreasi bersama si kecil, anda bisa mengajarkan membaca lewat nama-nama binatang, tanaman dan benda yang ditemui di jalan. Catat nama benda-benda itu dan minta si kecil menyaksikan benda-enda langit, menulis namanya dan meminta anak membaca kembali sambil menunjuk benda yang dibaca.
Saat Makan
Acara makan bersama bisa pula menjadi ajang belajar membaca bagi sikecil. Mintalah untuk mengambilkan botol atau kemasan bertulisan. Dengan tantangan itu anak akan mencoba membaca tulisan yang ada pada botol atau kemasan. Riset menunjukkan, semakin banyak waktu yang dilewatkan bersama keluarga dimeja makan, semakin besar kemungkinan bagi si kecil menguasai berbagai kata.
Belanja
Sebelum pergi berbelanja bersama si kecil, buatlah daftarbarang belanjaan terlebih dahulu. Lantas, dengan gaya pemburu, minta anak anda mencari barang yang dimaksud dengan membawa daftar belanjaan. Sikecil akan terbiasa memcocokkan daftar belanjaan dengan barang yang ia temukan di rak.
Membaca Koran
Koran memberi peluangbesar pada anak-anak untuk belajar membaca. Rubrik yang memikat seperti komik dan perjalan yang penuh warna akan menarik mata si kecil. Diskusikan apa saja yang anda baca bersamanya. Jika memungkinkan, kliping bagian yang ia sukai.
Bercerita Bergantian.
Membiasakan bercerita dengan cara membaca akan mendorong anak untuk ikut membaca. Mintalah dia membacakan cerita untuk anda, setelah itu ajak berdiskusi mengenai cerita yang baru saja anda baca.
Menonton aktif
Jangan jadi penonton pasif bila ada didepan televisi. Saat menonton TV bersama, mintalah anak belajar membaca teks, tulisan atau apapun yang muncul di layar. diskusikan bersama.
Orangtua Suportif
Jika tak tahu, tak ingat, atau tak memahaminya apa yang ditanyakan sikecil pada anda, jangan ragu ,engkuinya. Namun berjanjilan untuk mencari jawabannya. Buka buku, ensiklopedi, kamus atau internet bersama si kecil untuk mencari jawaban, bacalah bersama..

Apalagi sekarang tanggal 1-7 Agustus ada pameran buku di Landmark, Braga...biasanya sudah terjadwal buat keluarga..kalau ada pameran buku...insya allah datang..tapi karena sekarang Azka sudah sekolah dan mau ada acara ke pameran tersebut hari Kamis, tanggal 3 Agustus...dan setiap anak harus bawa uang Rp 20.000..Azka seneng banget..karena sudah dibiasakan.....Nih..aku pasang photo...sebagian koleksi Buku-buku Azka dan Azzam...hiks.

Sunday, July 30, 2006

Perkembangan Motorik Halus dan Kasar

Agar si kecil bisa mencapai dan melewati perkembangannya dengan normal, perlu diberikan stimulasi yang tepat sesuai usianya.

Idealnya, perkembangan motorik kasar dan halus si kecil akan diamati setiap berkunjung ke dokter spesialis anak dengan melakukan beberapa tes; apakah anak sudah bisa melakukan suatu gerakan A, misal. Dengan begitu, ketika ada keterlambatan, dokter langsung dapat mengintervensi dan memberi saran pada orang tua.

Tes yang umum dilakukan untuk memantau perkembangan motorik adalah tes Denver. Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial, perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif. Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali.

Tes Denver ini, terang Ika Widiawati, lulusan Fakultas Psikologi UI, semacam checklist untuk mempermudah pemantauan akan perkembangan anak. Apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau tidak. "Kalau misalnya anak terlambat, kita harus tahu pasti, bagian mana yang terlambat. Apakah perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa atau personal sosialnya." Bila sudah diketahui, misal, "O, anak ini hanya perkembangan motoriknya saja yang terganggu, yang lain sesuai." Maka terapinya akan ditekankan ke situ.

Namun, jangan buru-buru menganggap si kecil mengalami kelainan, karena siapa tahu yang jadi penyebab justru kurangnya stimulasi. Itu sebab, bila terjadi keterlambatan, kita harus tahu persis penyebabnya. "Tak heran seorang psikolog akan bertanya bagaimana pola pengasuhan orang tua terhadap anaknya. Bukan tak mungkin orang tua yang overprotective akan membuat anak sulit berkembang. Kalau ini masalahnya, jelas orang tuanya yang perlu diterapi. Harus di beri penjelasan tentang dan cara-cara melakukan stimulasi pada anak."

Tapi kalau semua perkembangan anak terlambat, dari perkembangan bahasa, personal sosial, motorik kasar dan halusnya, maka anak dinyatakan mengalami retardasi mental/keterbelakangan mental. Misal, anak usia 3 tahun namun kemampuan motorik halus, kasar, termasuk berbahasa dan sosialnya, masih setara dengan anak usia 1 tahun 8 bulan.

Yang jelas, bila masalahnya berhubungan dengan motorik kasar, anak akan menjalani fisioterapi. Sedangkan jika masalahnya pada motorik halus, ia akan menjalani terapi okupasi. Untuk keterlambatan bahasa, tentu anak akan menjalani terapi wicara, dan sebagainya.

Nah, seperti apa perkembangan motorik kasar dan halus si batita? Yuk, kita, simak bersama di bawah ini, merunut tes Denver yang sudah dimodifikasi. Selanjutnya, amati apakah perkembangan si kecil sudah sesuai. Jangan lupa, beri stimulus agar ia bisa mencapai tahap-tahap perkembangan yang harus dilaluinya. Tentunya dilakukan sambil bermain, ya, Bu-Pak.

Faras Handayani.(nakita)

Tuesday, July 25, 2006

Helping Your Children Deal With Stress II

Children who stress

My daughter at one point started to stress because she was not in any of the top groups in the different subjects she was taking at school. She felt like she was a failure and that we would not be proud of her. I advised her that we knew she was giving it her all at school and that as long as she continued to try her best that we would always be proud of her. After all not every child can be in these top sets.

I reminded her that she was in the netball and athletics teams and tried to make her see the positive way of thinking.

She now knows that even when she believes she is unable to perform a certain task that she should still have a go at it. When she makes an error there will always be somebody their to explain where she went wrong, which she can then learn from for the next time.
As parents it is important that we do not criticise our children too often. This can lead to them fearing failure and can lead to them not even attempting to try certain tasks.

Keep them motivated by making homework fun. Praise the child as often as possible, when they complete something well, this builds up their self-esteem. Instead of shouting at the child when they are naughty, try to talk to them as if they were an adult.

In conclusion I always try to treat my own children in a fair and relaxed manner. I want them to know that I am proud of them even if they do not achieve one hundred percent at school. If they have nightmares, I want to work out why this might be and to break whatever cycle is happening. I attempt to work out what each child is worrying about and then try to help them to find a solution.

Helping Your Children Deal With Stress

by: Steve Hill

Many children suffer from various forms of stress and in this article I give advice on how parents can help their child during these periods. Their stress can cause them to have nightmares and to lose their self-confidence. I hope you find this article interesting and beneficial.

Children who have nightmares
There are many reasons why children can start to have nightmares. I have two children, both of whom at various stages of their lives wake up crying and upset.
My young son started to have nightmares after watching the film Lord Of The Rings. He really enjoyed watching the film and wanted to watch it on a regular basis and would even re-inact the battles. The film itself is quite long and he would normally be watching it by himself as his mother and I would be busy doing other things.

I thought about why he may have started to have these type of dreams and believed it was due to this film. I then made a point of watching it with him and kept on reassuring him that the people have not actually died and that they were only acting. I even made a point of laughing at some of the more gruesome scenes and by making comments like, as if that would ever happen. This and by also only allowing him to watch the film once a week, helped to stop this period of nightmares.

Children can also develop nightmares after an illness. This can happen after having a period away from school. They may start to worry that they may have fallen behind with their work, or that they may not be able to get back into their crowd of friends. They may also fear that their best friend may have found a new best friend.

In this situation I would advise that when the child is better and before he returns to school that you re-introduce them to the work that they were studying before the illness. You can even ask the teacher to supply some of the work that the child has missed, to help them to catch up. I myself always phone up the parents of my childrens friends and invite their child round for a meal, and to play, the evening before my child is set to return to school. Therefore when my children are ill, I always say to them not to worry about the work they may miss or about their friends as they know now how I operate etc

Wednesday, July 12, 2006

Tips Melatih Anak Tidak Ngompol


Kita sering risih juga ya..kalau anak kita sering ngompol..tapi..upss...anak tidak akan biasa kalau kita tidak membiasakannya...seperti contoh...Azka...anak yang pertama ..dari mulai 10 bulan tidak pernah ngompol lagi di malam hari..jadi kita nggak perlu repot-repot kalau sedang nyenyak tidur..anak bangun, nangis, ternyata pipis..repot kan ?

Nah....untuk siang harinya..Azka...biarkan pipis kapan juga...biasanya kalau malam nggak ngompol..paginya langsung ke toilet...toilet trainning gitu...kalau siang hari biarkan Azka pipis..jangan merasa risih deh...toh anak kita sendiri..dan saya nggak membiasakan pakai pampers...kecuali kalau pergi...atau ada acara dirumah...

Termasuk anak keduapun Azzam...hmmm alhamdulillah sama..sekarang udah 9 bln..dari 8 bulan udah nggak ngompol dimalam hari..seneng kan?..pokonya kalau dirumah nggak deh kasian, jangan dibiasakan pakai PAMPERS ..udah lembab..penyakit...walaupun ganti...

Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan orangtua dalam melatih anak agar tidak lagi mengompol :
  • Sejak dini lakukan toliet training dengan baik.
  • Pastikan anak sebelum pergi ke sekolah di sudah kebelakang (pipis) dan anak perlu diberi tahu dimana tempat untuk buang air kecil.
  • Termasuk ketika sedang asyik berjalan-jalan ke mal, perhatikan tempat untuk buang air kecil dan ajak anak untuk buang air kecil, jangan menunggu sampai si anak mepet kebelet pipis. Kalau ini yang terjadi biasanya si anak sudah ngompol duluan.
  • Pastikan juga intake minum si anak. Menjaga agar jangan sampai terlalu berlebihan sehinggan membuat si kecil sering sering buang air kecil.
  • Ajarkan ke anak agar jangan ragu jika ingin pipis segera utarakan dan tanyakan dimana tempatnya.

Wednesday, July 05, 2006

Tips Mendampingi Anak Nonton Televisi

Agar anak-anak terhindar dari tayangan televisi yang tidak sesuai dengan mereka, tips paling jitu adalah dengan mendampinginya saat mereka menonton TV.
Berikut cara sehat dan bijak saat anak-anak menonton TV :
  • Pilihlah program yang sesuai dengan umur anak.
  • Dampingi saat anak nonton program-program TV.
  • Pahamkan anak-anak mengenai manfaat program yang ditonton.
  • Cobalah untuk mendiskusikan dengan anak saat ada program yang sedikit menyimpang.
  • Gunakan bahasa yang sederhana agar anak-anak lebih mudah mengerti.
  • lakukan kerjasama dan tetapkan standar yang jelas dengan semua anggota keluarga.
  • Agar lebih optimal, terapkan pola ini dengan konsisten.

Sumber : Koran SINDO, Sabtu 7 Januari2006

Tips Mempersiapkan Anak Bersekolah

  • Pilih sekolah yang sesuai dengan visi pendidikan orangtua.
  • Siapkan lingklungan, dimulai dari rumah dengan rutinitas yang sudah mengarah ke belajar di sekolah.
  • Ajak anak untuk mengatur waktu dengan jadwal harian.
  • Intensifkan komunikasi anak dengan orangtua sehingga masing-masing tahu apa saja kebutuhannya.
  • Berikan selalu dukungan positif terhadap anak sehingga anak bisa berfikir positif pula.

Sumber : Koran SINDO, Rabu 5 April 2006

Tips Menyiapkan Anak Masuk Sekolah

  • Berikan informasi yg menyenangkan tentang TK sebagai pembentukan persepsi awal tentang sekolah. Misalnya,ia
    akan bertemu dgn teman -teman baru dan mainan baru. Ada juga guru-guru baru yang ramah dan baik.Disana banyak mainan
    sehinggabisa beemain bersama teman-teman. Gambar-gambar didinding kelasnya juga lucu-lucu.
  • Disisi lain, orang tua juga mesti menjelaska konsekuensinya, contohnya, karena bermain bersama teman-teman,maka ia harus mau bergantian,juga patuh pada guru dan tertib.jelaskan pula kenapa ia harus massuk TK apa
    tujuannya,dan apa saja yang didapat di TK , misalnya, mengatakan "dengan sekolah di TK , kakak akan banyak teman dan
    belajar banyak . Kan kakak katanya mau jadi anak pintar."
  • Agar anak bisa memahami secara kongkret bagaimana nantinya kalaia duduk di TK, lakukan dengan cara bermain
    peran. Misalnya ibu jadi guru anak jadi murid atau sebaliknya, malah kalau bisa, dalam bermain peran itu , tempat dan
    suasana ditata sedemikian rupa seperti di TK sungguhan. Ibu memberikan permainan permainan yang sering diajarkan di TK.
    Dengan cara demikian, kita akan menyiapkan mental anak untuk siap masuk TK.
  • Diskusikan dengan anak mengenai pemilihan sekolah baginya, karena dengan ini anak akan lebih merasa dihargai
    dan diharapka akan memicu motivasinya, selain itu nantinya akan dapat menghindari adanya kesan pemaksaan pendapat dari
    orangtua.
  • Pilih lokasi TK yang dekat dengan rumah karena anak masih kecil, sehingga mudah untuk diantarjemput. jika
    terpaksa memilih sekolah yang letaknya jauh dari rumah, pengguna mobil antar jemput sekolah dapat dipertimbangkan. Hal ini juga dapat melatih ank untuk mandiri dan bersosialisasi dengan tema-teman yang berada dalam mobil antar jemput tersebut.
  • Cari informasi selengkap mungkin mengenail sekolah yang akan dituju, kenali dengan baik kualitas sekolah.
  • Jika anda bisa kunjungi sekolah bersangkutan, perhatikan lingkungan sekitar sekolah, dan ketersediaan fasilitas. Dengan ini setidaknya kita
    mendapat informasi mengenai mutu sekolah tersebut.
  • Sesuaikan dengan keadaan dan kemampuan keluarga, sekolah yang bagus dan mutu tidak harus mahal, perlu diingat disini
    bahwa bersekolah adalah ajang bagi seseorang untuk mencari ilmu, dan mencari ilmu bukan merupakan ajang adu gengsi.
  • Perhatikan bakat dan kemampuan anak, setiap anak dikarunian oleh Allah kemampuan dan bakat yang unik dan
    berbeda-beda, Para orang tua harus jeli dalam melihat hal ini, selain untuk memudahkan dalam proses belajar anak, ini akan
    dapat memacu semangat belajar anak.

Sumber : Koran SINDO, Jum'at 13 januari 2006

Tips Bermain PS (Play Station)

Bermain PS tidak selalu negatif, asalkan ada kesepakatan yang dibuat, selama anak masih suka memainkan permainan dengan alat yang sering membuat anak kecanduan itu, sebaiknya orangtua juga ikut aktif terlibat untuk melakukan fungsi control.
Berikut beberapa tips agar permainan PS yang disukai anak anda menjadi positif:
  • Sebelum membeli alat game PS kita perlu membuat kesepakatan penjadwalan bermainnya. kapan waktu boleh main dan berapa lama, kemudian kalau ada pelanggaran, konsekuensinya apa.
  • Sesekali temani anak ketika bermain PS. Kegiatan bermain PS bersama ini akan semakin mendekatkan dan menghangatkan hubungan orangtua dan anak.
  • Temani anak ketika membeli CD game PS. Kita perlu ikut memilih bersama game yang menarik dan cocok untuk dia. Kalau anak ingin membeli CD game yang mengandung kekerasan , kita bisa mengalihkannya ke CD game lain yang tak kalah menarik tapi cocok dengan usianya.
  • Letakkan alat game PS di ruang keluarga. Hindari menempatkannya di kamar tidur si anak. Maksudnya agar kita lebih mudah mengontrolnya.
  • Persiapkan alternatif kegiatan lain yang sama menariknya dari bermain PS bisa saja anak diajak pergi keluar rumah dan melakukan kegiatan bersama yang menyenangkan.
  • Jadikan bermain PS sebagai motivasi prestasi belajar anak di sekolah.


Sumber : koran SINDO, kamis 2 februari 2006

Tips Membeli Mainan Edukatif

Azka sama Azzam lagi asyik sama mainannya....mainan kesukaan yang membuat anak lebih kreatif...tekun beneeer tuh anak...pada belum mandi lagi...baru bangun tidur langsung pada maen...
  • Mainan harus bisa dipakai anak. Mengingat banyak terjadi di orangtua yang membeli mainan tidak sesuai dengan umur anak.pastikan pada saat kita membeli mainan melihat untuk anak usia berapa tahun, mainan tersebut dipe untukkan jangan segan bertanya kepada pemilik atau penjaga toko.
  • orangtua harus jeli menyesuaikan mainan dengan minat anak. Leli * menegaskan bahwa mainan itu harus mendukung perkembangan anak, kalau menjadi sesuatu yang tidak bernilai maka akan sia-sia.
  • Berkaitan dengan minat anak, maka mainan seharusnya dapat memberi kepuasan secara emosional kepada anak.
  • Kemudian mainan juga harus disesuaikan dengan biaya yang tersedia. Mainan buatan lokal dapat menjadi pilihan, disamping mainan impor.
  • Yang penting,mainan harus diperhatikan sisi keamanan nya. Misalnya, mainan te buat dari kayu, maka pastikan bahan -bahan dancat tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
  • Anak juga perlu diajarkan merapikan mainannya sendiri sejak usia dua tahun. Jika tidak tersedia rak khusus untuk mainan, orangtua dapat menyediakan kotak atau boks..
  • Bahwa membeli mainan dengan suatu nilai dan mainan tersebut harus dirawat. bisa saja, mainan yang lama di simpan berguna untuk di sumbangkan atau dijual kembali.

* Lely Tobing, pemilik Demarko Education Supplies sekaligus konsultan pendidikan anak.

Sumber : koran SINDO, kamis, 27 april 2006.

Tips Memilih Mainan Anak


Berikut adalah beberapa tips dalam memilih mainan untuk anak;

  • Orangtua perlu tahu tahap-tahap perkembangan anak, baik usia, emosi dan fisiknya.
  • Peduli terhadap mainan yang digunakan.jangan asal beli yang mahal, sesuaikan dengan kemampuan anak.
  • Keamanan alat bermain perlu diperhatikan, baik dari bahan dan kinerja alat tersebut.
  • Pilih mainan yang berwarna kontras dan cerah, untuk merangsang indera penglihatan anak.
  • Pastikan semua mainan dalam jangkauan anak, agar terhindar dari cedera ketika anak berusaha mencapainya.
  • anak diusia enam bulan keatas suka mainan y ang mengeluarkan bunyi dan benda berwarna seperti genta, bel, lonceng mini, gambar penuh warna maupun bendabertekstur lembut.
  • Beri mainan seperti lego dan sejenisnya yang mempunyai variasi bentuk pada anak usia 9 bulan ke atas,atau mainan serupa yang dapat dimainkan sewaktu mandi.
  • Tak perlu mainan mahal untuk anak anda. Sikecil butuh stimulus untuk merangsang kreativitasnya, dan ini bisa anda lakukan dengan membuatnya sendiri, tentu, kreativitas anda yang diperlukan.
Sumber; koran SINDO,sabtu 25 maret 2006

Tips Memilih Mainan Aman

MAINAN YANG AMAN

  • Jangan memberikan mainan bertali pada bayi.
  • Pilih mainan yang tidak mudah pecah dan tidak tajam karena bisa melukai anak.
  • Dampingi anak saat ia bermain dengan mainan yang menggunakan listrik.
  • Beritahu anak anak mengenai penggunaan mainan Apa yang dapat atau tidak dilakukan dengan alat tersebut.
  • Pilih bahan yang kokoh, kuat, danStabil untuk alat bermain yang didesign untuk dinaiki anak seperti mainan beroda.
  • Perhatikan keamanan anak saat bermain.

WARNA

  • warna pada mainan dapat menunjukkan kualitas bahan yang digunakan.mainan yang bagus dan kuat biasanya memiliki warna cerah dan tidak kusam.
  • Sesuaikan mainan dengan jenis kelamin anak. Selain tidak langsung, mainan akan membentuk karakter anak. Namun, sesekali lakukan pertukaran peran dalam bermain sehingga anak belajar memahami peran laki-laki dan perempuan.Contohnya, ajak anak lelaki bermain masak-masakan dan yang perempuan bermain mobil-mobilan.
  • Pilihlah mainan yang tidak mengandung zat yang membahayakan anak.
  • Ajarkan kegiatan yang mengasah kreatifitas anak dengan membuat mainan sendiri,seperti boneka tangan yang dijahit sendiri,bermain lilin warna-warni untuk dibentuk berbagai macam benda yang anak sukai.
  • Penting juga untuk memperhatikan nilai-nilai yang bisa kita tanamkan dari mainan tersebut.

Sumber; koran SINDO,selasa, 24 januari 2006.

Tips Menghentikan Tangisan Bayi

Banyak cara dapat dilakukan untuk menenteramkan si buah hati, berikut beberapa cara untuk menghentikan tangisan bayi.

Gendong
Gendong bayi dalam posisi tegak lurus dengan peruut menempel didada kita.
Tepuk-teppuk punggungnya dengan lembut.
Bawa ia berjalan-jalan mengelilingi ruangan atau keruangan lain. Bisa juga dengan cara meletakkannya di kereta bayi dan dorong perlahan-lahan dengan hati-hati. Jika kondisi kita tak memungkinkan untuk menggendongnya sambil berjalan, letakkan ia di lengan, sementara kita duduk di kursi goyang, goyangan ynag lembut akan menenangkannya.

Usap atau Tepuk-Tepuk dengan Lembut
Beberapa bayi dapat ditenangkan hanya oleh sentuhan tanpa harus menggendongnya. Ia bisa tenang hanya karena ditepuk-tepuk pantatnya atau diusap-usap pungungnya, sambil kita bersenandung lembut.

Beri Sesuatu untuk Diisap
Pada umumnya setiap bayi menjadi tenang dengan mengisap beri bayi mainan khusus untuk digigit atau bimbing ia menemukan jari-jemarinya untuk dimasukkan ke mulutnya, bisa juga kita menggunakan jari kelingking yang sudah dibersihkan untuk diisap.

Alihkan Perhatiaanya
Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan memperlihatkan sesuatu yang menarik sehingga ia lupa pada tangisannya. Gambar-gambar warna-warni atau mainan aneka bentuk dan warna akan mempesonanya. Cermin juga bisa digunakan. Ia akan senang melihat wajahnya sendiri.

Tunggu Amarahnya Reda
Kita tidak selalu dapat menenangkan bayi yang frustrasi.Bahkan jika dia tak senang duduk di kursinya. Kita tak dapat memecahkan masalah dengan memindahkan dan mengangkatnya.
Ketika tak ada hasilnya, cobalah rileks. Jangan terpaku untuk menghentikan tangisnya jika kita tak menemukan hal serius atau sesuatu yang salah. Tunggu saja sampai kemarahannya reda. Setelah amarahnya reda, beri kata-kata yang menyejukkan dan buat ia asyik dengan mainan penuh warna. Rangkulan dan gendongan juga bisa menenteramkannya. Kasih sayang kita, bukan hanya mengerem kemarahannya, tapi juga membantu si kecil mengembangkan rasa aman dan perasaan baik.

SUMBER : SINDO, Selasa, 20 Desember 2005